Tuesday, March 30, 2010

Random Observations


My head’s so deep in the book I’m having a hard time piecing thoughts together to create one cohesive blog on one topic. This is not to say I haven’t had random thoughts in my head, looking for an outlet.
So here goes.

1. I really hate the whole shorts with tights, boots/heals, and sweater/jacket look. I’m not sure how this evolved as a serious look, because to me, it says, “Hey mom, I dressed myself.” And not in a good way. What I love most is the fact that this look was thrown around back in December.

I don’t care if there are tights involved. Shorts are shorts are shorts. And December is cold. And shorts and tights look stupid. I don't care if it's one of "Jenna's Picks." Jenna needs to wise up.

I feel better having said this.

2. Starbucks has caught onto the “natural” trend by over hauling their baked goods. This means that my mom’s favorite cookie bar, the Toffee Almond Bar (her Starbucks Raison D’etre) is MIA.


The molasses cookie, a longtime favorite of mine, tastes…worse. If the molasses flavor is so week that you can contemplate what kind of flour was used (white vs. wheat), the molasses wasn’t strong enough. If an artificial ingredient (and the meaning of “artificial” is up for debate), I would kindly like it returned.

3. And the chocolate chunk cookie needs salt.


4. If you’re not from these parts, you may not know that while the rest of the country has been buried in thirty feet of snow, Oregon has experienced its lightest winter in recent memory. A lot of analysts told us, within the last few weeks, about how unlikely it would be for the rainfall to pick back up.


Well, time has passed. Rain has fallen. I don’t know what the analysts were smoking. This is Oregon. You can count on unpredictable warmth and the fact that it will always end in much water falling from the sky.

Like it’s falling right now. You’d think they’d learn. You’d think they’d have gotten the memo by now, taken the hint.

You know, gotten rained on.

Oh well. There’s always next year.

5. I bought a new basil plant!!! It's probably a little silly how much this has filled me with joy. But I've MISSED having fresh basil! Eating a lot of ravioli and tortellini these days (tortellini with roasted veggies, tossed w/ olive oil, a splash of pasta water, and Romano cheese is yummy! And easy when you're writing a book.) and it's nice to have basil to snip over the top to make it special. I will try to keep this one alive. I will not leave it in the car on a 102 degree day. I will take it to Gram's if it needs a spa weekend (the snippet she took from my last plant is still alive on her window ledge). I will not over-water. I will not under-water.

6. Simply Sara is nearing completion. At this stage, I kind of have to get out of the apartment to write otherwise almost nothing gets written. Starbucks and I are quite close these days. Hence the cookie observations. Anyway, as the last 20% gets written, I need to make up some new happy plot cards to get me through to the end. I want to be sure nothing gets left out!

That's it for now...on to the note cards!

Monday, March 29, 2010

Celoteh Clara : Berbagai Kemudahan Yang Membawa Pada Kesusahan

Gambar diambil dari :
http://eatourbrains.com/EoB/wp-content/uploads/2007/09/technical-difficulties.jpg

Topic starter : Rabu, 3 Maret 2010 (9:36 am)

Gua lagi mikir2, jaman sekarang ini sebenernya banyaaaaak hal yang lebih gampang didapatkan dibanding jaman dulu.

Saking gampangnyaa.. kita berlomba2 mendapatkan lebih dan lebiiihh lagi sampai akhirnya malah membelit kita sendiri dan menimbulkan kesulitan yang seharusnya bisa dihindari.

Seperti misalnya pemberian kredit.

Sekarang ini banyak bangets bank and lembaga peminjaman uang yang memberikan kredit tanpa agunan.

Kalo dari selebaran2 fax yang sering "nyasar" ataupun telp2 dari bank yang menawarkan KTA ini sih katanya syaratnya mudah bangets, hanya perlu slip gaji aja tuh.

Nah, gampang khan.

Cuman nyodorin slip gaji yang nilainya pun bisa dimanipulasi, and dalam hitungan ngga nyampe bulanan, tadaa.. saldo di rekening bank kita pun bertambah, hasil pinjaman.

Sayangnya banyak orang mengambil KTA ini buat kredit konsumsi, bukan kredit usaha yang artinya uangnya itu hanya numpang lewat sekali jalan, yang kalo udah keluar yaa ngga ada kemungkinan untuk kembali.

Kalo dipake buat usaha khan uangnya "diputar" soo.. sambil dibawa dalam doa syukur2 uangnya akan kembali ke kita berlipat ganda, kalo berhasil.

And jangan lupakan kartu kredit yang memberikan batas pemakaian yang terkadang bisa berkali2 lipat dari gaji bulanan yang kita dapatkan, itu baru dari satu kartu kredit, kalo kita punya lebih dari satu, bayangkaaaann.. berapa banyak uang yang bisa kita belanjakan githu lhoo, uhuyy..

Gampang toh?

Cobaa.. siapa yang bilang dapat uang sekarang ini susah?

Aahh.. yang bilang susah pasti mereka belon mengenal yang namanya kartu kredit dan KTA itu :p

Cuman satu hal yang orang sering lupakan atau belaga ngga ingat, one tiny little detail yang sebenernya penting bangets!

Biar gimanaa.. itu uang pinjaman yang artinyaa suatu saat yaa harus dikembalikan donks aww!

Inga ingaa.. itu bukan uang warisan nenek moyang yang bebas dihamburkan seenak udel tanpa perlu mikirin konsekuensinya.

Seringkali kita dengan sembrononya menggesek kartu kredit and menghambur2kan uang yang bahkan bukan jatah kita, just in the name of gengsi or prestige.

Uhuyy.. boleh donks nampang dengan tas branded yang terkenal mahalnya itu lhoo.. and ehh, apa elo kaga liat nih jam tangan asli dari Swiss lhoo, lalu nih sepatu yang cakeps ini sama persis kaya yang dipake si Sarah Jessica Parker di "Sex & The City".

Yang penting nampang.

Soal ini semua hasil kreditan or dari uang pinjaman, orang ngga perlu tau, ya ya yaa.. gua akan tutup mulut rapat2 and memastikan ngga bakal ada yang tau dhe!

And psstt.. kalian pada ngga tau khan sekarang ada lho tempat penyewaan tas2 branded, bisa harian, bisa jam-an, naahh.. itu jelas bakal lebih hemat khan.

Bisa nampang tiap hari dengan tas2 yang berbeda, branded pulaa, uhuyy uhuyy.. siap masuk kelompok elite pergaulan ibukota nih, yihaa..

And makin terlenalah dalam belitan hutang di sana sini, gali lubang tutup lubang dan jantungpun terus berdegup kencang tiap kali handphone bergetar sambil takut2 mengintip nomor yang tertera di layar and buru2 mematikan ketika nama yang terpampang itu bertuliskan "tukang tagih" atau nomor yang tidak dikenal dan tak lupa memasang senyum ketika berpapasan mata dengan mata teman kita yang memandang penuh selidik sementara dari mulut kita meluncur kata "salah sambung" untuk kemudian mengalihkan pembicaraan, seolah tidak ada kejadian apa2.

Akhir bulan pun tiba dan peluh semakin memenuhi dahi ketika tagihan demi tagihan mulai berdatangan. Satu per satu dilihat dengan penuh kegugupan untuk kemudian disembunyikan di balik lemari, ya ya yaa.. tidak bisa dilihat berarti tidak ada dan kalo ngga ada tagihan maka ngga ada yang perlu dibayar, yang artinya ngga ada masalah yang perlu diselesaikan, ya ya yaa.. memang ngga ada masalah, yess!!

Dan siklus pun kembali berulang.

Berbagai kemudahan yang akhirnya berujung pada kesusahan.

Jaman sekarang ini apa2 serba cepat, kalo slow motion, ughh.. ketinggalan jaman dhe, udah ngga jamannya menerapkan prinsip 'biar lambat asal selamat', sekarang itu prinsip yang diberlakukan adalah 'full speed, nabrak2 dikits ngga masalah yang penting nyampe'!

Jalur pertemananpun dilakoni di jalur cepat.

Ohh, how I lovee technology, sekarang dapat temen itu hanya perlu dua klik-an aja! Klik-an pertama itu buat "add as a friend" and klik-an kedua itu buat "send friend request". Sipp.. tinggal tunggu respon positif, tadaa.. satu teman pun berhasil didapatkan, yihaa ^o^

Dapatin temen gampang and tau ngga sih kalo ngilangin temen itu lebih gampang lagee!! Cuman perlu ngeklik tanda silang aja and hubungan pertemanan pun terputus, aahh.. ain't it great?!

Kadang gua pikir yaa.. apa2 yang terlalu mudah didapatkan itu biasanya kurang diresapi artinya.

Segitu mudahnya kita menyebutkan seseorang sebagai teman, biasanya sih segitu gampangnya pula kita kehilangannya sebagai teman.

Karena apa yaa?

Mungkin secara ngga sadar dalam benak kita udah tertanam prinsip : loe kira temen gua cuman elo ajee? Gua bisa dapat gantinya elo dalam sekejap, yang jauuuhh lebih baik dari elo pula!

Gua jadi mikir ke jaman2 dulu yang mana antara satu rumah dengan rumah lainnya berjarak sekian kilometer. Belon lagi kalo hidup di jaman yang belon kenal yang namanya telpon.

Mereka mungkin lebih mikir kalo mo ngajak orang berantem, karena capee boo.. buat mendeklarasikan berantem aja musti jalan kiloan meter dulu and mungkin ketika akhirnya nyampe di tempat orang itu, kekesalan yang tadinya menggunung di dalam hati udah mulai menguap ketika kita mendapati senyuman mereka ditambah dengan segelas minuman dingin yang terasa nikmat melegakan tenggorokan kita yang haus abis berjalan jauh.

And niatan berantem pun akhirnya malah diakhiri dengan obrolan hangat sambil menikmati camilan.

Sekarang?

Musuhan itu jauuuhh lebih gampang.

Pasang aja status di jaring pertemanan sosial and biarkan orang2 yang ada dalam daftar "teman" kita urun suara buat manas2in, uhuyy.. dijamin dhe masalahnya akan semakin melebar dan memanas dan membuat kita kehilangan fokus yang pada akhirnya malah lupa, sebenernya masalahnya tadi itu soal apaan yaa? Kok jadi merembet ke mana2 and malah lupa sama hal yang menjadi awal permasalahan?

Kenapa yang lebih "hangat" dibahas malah hal lain yang menimbulkan pertengkaran lebih hebat lagee?!

Jangan kuatir, dalam diri tiap kita itu ada jiwa provokasi, tinggal ditoel dikits aja, ditambah dengan keinginan untuk mencampuri urusan orang lain walau kaga tau permasalahannya apa, dijamin bakal sukses menongolkan jiwa provokasi kita ituu.

"I hate youu!!"

"Apa pantas seorang (isi sendiri dhe mo apa) berbuat begini begitu begono?!"

Ya ya yaa.. kita emang perluu bangets menggumbar masalah pribadi di publik, tauu!

Belon tau ya rasanya mendapatkan aliran simpati dari berbagai penjuru dunia, dari orang2 yang bahkan ngga kita kenal.

Oh tungguu.. tapi mereka bisa turut komen, berarti mereka teman kita, ya ya yaa.. teman kita. Berarti kita harus mendengarkan pendapat mereka, karena teman ngga mungkin menjebloskan temannya ke dalam kesalahpahaman khan?

-paused : 3 Maret 2010 (10:48 am)-

Topic continues : Kamis, 4 Maret 2010 (9:52 pm)

Yang namanya teman ngga mungkin khan jadi menyiramkan bensin ke api yang tengah berkobar?

Ya ya yaa.. yang pada komentar itu adalah teman, dan teman itu pasti maksudnya baik, ya ya yaa.. harus didengarkan pendapatnya walau kalo dibaca dengan kepala and hati yang dingin kok rasa2nya komentarnya itu bukannya meredam hati yang sedang memanas tapi malah makin ngipasin tuh api yang mulai meredup ya?

Aahh.. pasti hanya prasangka aja, pasti. Mereka khan teman. Teman ngga mungkin bermaksud ngga baik ke kita. Titik.

Dan jadilah bukannya menyelesaikan masalah dengan yang bersangkutan, malah masing2 pihak yang berselisih pada sibuk mengumpulkan barisan yang bersimpati dengan permasalahan mereka, dengan pemaparan masalah yang jelas berat sebelah karena hanya dari sisi masing2 aja.

Padahal, pssttt..

Tau ngga sih ketika 2 orang berselisih ituu, there are at least 3 versions of story, yaituu : my version of story, your version of story and the truth itself!

Belon lagee.. kalo pertengkarannya mengundang banyak mata untuk terlibat secara pasif, nambah satu lagi tuhh : their version of story!

Nah naahh.. asyik bangets khan kalo melibatkan banyak orang githuu.. jadi makin kabur duduk permasalahan sebenernya itu apaan :p

Abis baca ulang "Momo", gua makin menyadari kalo banyak di antara kita itu yang udah kehilangan satu kemampuan yang seringkali disepelekan tapii terbukti penting bangetss boo..

Kemampuan yang seringkali kalah saing ama si silat lidah.

Yupp.. I'm talking about listening, babee!!

Pasti udah sering denger dhe soal : maybe tujuan kita dikasih 2 telinga and hanya 1 mulut itu supaya kita lebih sering mendengarkan dibanding berbicara!

Banyak orang mengelu2kan orang yang punya kemampuan berbicara lebih, uhuyy.. asyik khan dengar dia ngomong, bisa pules dhe aww..

And sometimes we do love hearing our own voices jadilah kita makin sering berbicaraa berbicaraa and berbicaraa.. sehingga lupa untuk mendengarkan suara2 lain di luar suara kita.

And aahh aahh aahh.. sebagai pencinta balance, entah kenapa seringkali gua justru melupakan prinsip balance itu sendiri.

And it just hit me when I thought about this yesterday.

Maybe maybee..

Kenyataan bahwa kita diberikan 2 telinga, dan bukan satuu.. bukan hanya agar kita lebih sering mendengarkan, tapii..

Pernah ngga sih wondering kenapa telinga itu letaknya satu di kanan and satu di kiri?

Kenapa ngga dua2nya di kanan? Atau dua2nya di kiri? Atau satu di depan and satu di belakang? Atau kombinasi yang lainnya githu, selain di kanan and di kiri?

Ngga pernah?

Sama sih gua juga ngga pernah wondering sampai ketika ngebahas tentang ini baru gua kepikiran tentang sesuatu.

Tau khan kalo Tuhan itu ngga pernah menciptakan sesuatu secara random, jadi pasti ada maksudnya kenapa telinga kita ada di kedua sisi yang berbeda dan bukannya ada di satu sisi aja ngumpul bareng2.

Mungkin mungkin (yang tau pastinya ya jelas hanya Tuhan, ahaha, tapi bukan berarti kita ngga boleh menyimpulkan dan mengambil pelajaran darinya khan? :p) kenapa kita diberikan telinga di kanan and kiri ituu..

Supaya yaa ituu.. kita belajar to listen to both sides of story.

Ngga berat sebelah.

Gua selalu mikir there's a sense of truth in each version of stories.

Tugas kita adalah mengumpulkan irisannya, mungkin dari sana kita bisa membentuk gambaran sebuah kebeneran yang lebih "utuh", walau tetap ngga sempurna.

-paused : 4 Maret 2010 (10:25 pm)-

Topic continues : Selasa, 30 Maret 2010 (9:55 pm)

Haiyaa.. kacauu.. udah ampir sebulan nih tulisan dianggurin tanpa menuju akhir, hahaha.. kebiasaan (yang harus mulai disingkirkan :p).

Anywayy.. awalnya bikin tulisan ini buat diposting di FB Notes tapii.. hmm.. 'feel'-nya masih belon dapat di sana, and tadi pagi gua kepikiran lagi sama topik ini and gua putuskan ini akan jadi "Celoteh Clara", ahahaha.. penting bangets ngga sih gua jelasin? :p

*ya jelaasss.. ngga penting (buat yang lain, hihihi, buat gua ya jelas penting donks aww, kalo ngga kenapa juga gua bela2in ngetik sekian baris tambahan dan bukannya nyambungin nih cerita sampe kelar, wakakakakak.. bener2 penting!)*

Ketika gua coba memanggil kembali apa yang ada dalam pikiran gua ketika menuliskan hal di atas, sehabis membahas masalah telinga yang di sebelah kiri dan kanan itu, gua jadi kepikiran soal kenapa mata ada di depan.

Mata ada di bagian depan kepala, supaya kita itu fokus ngeliat ke depan, atau yaa bolehlah sesekali nengok ke kanan and kiri (terutama kalo mo nyebrang di jalan raya!), tapii.. minim ke belakang.

Hohoho.. udah mulai nyambung ke sesuatu belon?

Yang ada di depan itu seringkali disamakan dengan masa depan, yang sekitar adalah masa sekarang sementara yang ada di belakang adalah masa lalu.

So?

Fokus ke masa depan sambil menikmati masa kini dan tinggalkan apa yang ada di belakang di tempatnya, ngga perlu sering2 nengok ke belakang.

Ya mungkin sama seperti nyetir mobil kali yaa? Sesekali doank khan nengok lewat spion buat ngecek di belakang kita itu ada mobil apa kaga, khan siapa tau kita mo pindah jalur githu lhoo, kalo main asal tancap gas berpindah tanpa ngecek2, aiihh.. bisa tabrakan, huhuhu..

Tapii.. bayangkan kalo sambil nyetir itu kita cuman ngeliatin spion mulu tanpa ngeliat jalanan yang terpampang di depan kita, nah nahh.. apa ngga bakal lebih sering terjadi tabrakan tuh?

Time to put the past behind.

Whatever things happened.. udah terjadi.. there's nothing you can do to change them. Andai punya mesin waktu, mungkin bisa, tapi masalahnya ngga ada yang namanya mesin waktu.

And you'll never know juga khan? Siapa tau dari kejadian2 buruk yang elo alami di masa lalu itu akan membuat elo jadi pribadi yang lebih kuat, lebih tegar dan moga2 sih lebih baik.

Gua selalu mikir kita ini sebenernya selalu berjalan satu arah, menuju masa depan, walau dalam langkah kita itu terkadang kita berhenti di tempat, atau mundur selangkah or muter2 ngga jelas, but we never ever step back, we're always moving forward.

Karena waktu yang telah terbuang ngga bisa dibeli kembali, betapapun kayanya dirimu, you can't buy back the time that has been wasted.

Yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan waktu yang masih tersisa dengan sebaik2nya. Dan stop pretending that you're gonna live forever, cause believe me.. you're NOT.

Kematian pasti akan datang menjemput.. suatu hari nanti. And itu pasti datang, sama pastinya dengan matahari yang akan selalu bersinar dan tenggelam, sama pastinya hujan yang pasti turun dan angin yang berhembus.

Ada pertemuan, akan ada perpisahan.

We started our life by birth and we're all gonna end it by death.

Claraa.. kok gua jadi suka yaa ama celotehan elo, wakakakakak.. walau tetepp.. kok masih ngga bisa fokus seeh, Claraa.. piyee.. elo khan Clara, and not Indah, ngalor ngidul itu jatahnya Indah, huahahahaha :p

I see you when I see you again, Claraa, and next time, try to be more focused, otree?! ;)

Ciaoo..

Topic ended : 30 Maret 2010 (10:15 am)

-Indah-
the soul traveller

Saturday, March 27, 2010

CoD : Missed Reading The Sign(s)

Gambar diambil dari :
http://www.fouldsy.com/wp-content/2008/06/stopsignsmall.jpg

Topic starter : Sabtu, 27 Maret 2010 (10:33 pm)

Hari ini gua pergi ke kawasan Gading ama Michelle and Gwen. Pertama kali ke sana hanya bertiga dengan Gwen yang menyetir. Biasanya selalu ke sana dengan sopir, alhasil sukseslah tadi nyasar, wakakakakak..

Masuk ke tol yang biasa. Hampir saja melewatkan pintu keluarnya dan akan menuju ke Cawang kalo ngga belok ke arah Tanjung Priok, haha..

Pertanda pertama.

Berhasil melewati rambu lalu lintas pertama dan memutar balik menuju arah Kelapa Gading. Melewati Artha Gading dan tibalah di lajur yang bercabang tiga.

Jalur kiri menuju Cempaka Putih. Tengah masuk tol. Kanan Kelapa Gading.

Malah mengambil jalan sebelah kiri, naik jembatan, menuju ke Cempaka Putih.

Pertanda kedua.

Terus melaju berusaha mencari arah Cempaka Putih untuk masuk ke Kelapa Gading melalui jalur lama sebelum akses yang dari arah Sunter dibuka.

Berkali2 melewati tanda untuk berputar balik karena masih keukeuh mencari petunjuk jalan, arah ke kiri, menuju Kelapa Gading, melalui jalur lama.

Kembali menemukan petunjuk yang membingungkan dan akhirnya memutuskan untuk memutar balik ke arah sebelumnya, di belokan terdekat.

Pertanda ketiga.

Dalam arah balik kembali menemukan percabangan arah. Satu ke kiri arah Sunter Kemayoran, satu di tengah masuk tol dan satunya ke kanan arah Tanjung Priok.

Memutuskan untuk mengambil arah kanan, kembali naik jembatan dan ketika sampai di jalan layang baru menyadari seharusnya mengambil jalur kiri, ke arah Sunter, untuk kemudian memutar balik dan tinggal lurus, langsung masuk ke Kelapa Gading.

Pertanda keempat.

Akhirnya kembali ke jalur pertama yang tadi sempat dilalui, kali ini mengambil jalur kanan bertuliskan "Kelapa Gading" untuk kemudian membelok ke kiri dan akhirnya sampai di tempat yang dituju.

And you know what..

I finally realized something..

Mungkin hidup kita ini juga seperti itu. Banyak pertanda sepanjang kita menjalani hidup ini.

Tapi yang seringkali kita lakukan adalah mengabaikan petunjuk itu karena sibuk bercengkrama dan bercanda riang.

Mengabaikan pertanda itu walau sudah jelas2 bertuliskan arah yang dituju hanya karena mengikuti suara yang menunjukkan arah yang lainnya karena terasa lebih familiar.

Dan berkali2 mengabaikan pertanda untuk berputar dan kembali ke jalur yang sebelumnya hanya karena merasa tau ada jalan lain untuk sampai ke arah yang dituju.

Seringkali ketika berdoa, kita memohon Tuhan agar memberikan petunjuk jalan mana yang harus kita tempuh.

Dan seringkali pula, Tuhan sebenarnya telah memberikan tanda yang kita minta, namun dalam doa, kita lupa untuk juga meminta kemampuan untuk mengenali tanda2 itu dan kemampuan untuk menerjemahkannya dengan benar.

Tuhan, berapa banyak tanda yang selama ini telah terlewatkan untuk saya baca sepanjang perjalanan? Dan seberapa sering selama ini saya salah membaca tanda?

Aahh, Tuhan, tolong berikan tanda lainnya agar saya bisa kembali ke jalur yang benar. Dan, Tuhan, tolong bukakan hati saya untuk dapat mengenali tanda itu dan kepatuhan untuk menjalankan sesuai petunjuk yang Engkau berikan :)

Topic ended : 27 Maret 2010 (11:10 pm)

-Indah-
the soul traveller

Saturday, March 20, 2010

Dia Harus Semakin Bertambah

Gambar diambil dari :
http://www.napleschamber.org/media/images/inline/worship.jpg

Topic starter : Minggu, 21 Maret 2010 (12:19 am)

Lagu ini sempet terngiang2 pas gua lagi di mobil tapii kemudian terlupakan and ketika lagi nyari2 ayat, ngeliat sekilas ayat yang diambil buat jadi nih lagu yang bikin gua kembali teringat akan lagu ini.

Yukk nyanyii buat pembukaan awal hari Minggu inii..
~.*.~

Dia harus semakin bertambah
Kuharus semakin berkurang
Nama Yesus Raja disembah
Ku di tempat paling belakang

Bila Yesus ditinggikan
Dan salibNya diberitakan
Pasti Dia memanggil semua orang
Datang kepadaNya sekarang

~.*.~

Gua lagi mikir2, kenapa yaa lagu2 yang sering melintas di otak gua itu seringan lagu2 yang sering dinyanyiin pas jaman Sekolah Minggu duluu?

Mungkin karena lagu2 jaman dulu itu banyak ngambil dari ayat2 Alkitab kali yaa, somehow gua ngerasa liriknya lebih simpel namun artinya dalam sehingga dengan menyanyikannya itu kita dapat dobel sih.

Muji iyaa.. baca Firman juga iya, hehehe.. jadi mustinyaa.. dobel lega donks abis ituu ;)

Yukk.. nyanyi lagee ^o^

Topic ended : Minggu, 21 Maret 2010 (12:25 am)

-Indah-
the soul traveller

Thursday, March 18, 2010

Ramona and Beezus and Beverly Cleary

I liked The Mouse and the Motorcycle. I liked Muggy Maggie, her handwriting-related trials and stubbornness. I liked Socks the cat and Ribsy the dog.

But I loved Ramona best.

I can't think about hard-boiled eggs without thinking of Ramona cracking a raw egg on her own. Sometimes the phrase "Yard Ape" pops into my head inexplicably.

My favorite of all, though, was Beezus and Ramona. I just found out there's going to be a movie adaptation. I have mixed feelings about this. Not sure about Selena Gomez as Beezus, but the rest of the cast includes Ginnifer Goodwin (!) as Aunt Bea (she is now too hip to be Beatrice, I get it), John Corbett (!!) as Mr. Quimby, and Sandra Oh (!!!) as Mrs. Meachum. Little Joey King will play Ramona. I think she has the right look.

Bridget Moynahan as Mrs. Quimby and Josh Duhamel aren't all that shabby either. And now that I'm thinking about it, I'm thinking that that means Josh and Ginnifer are playing a couple, and how much Ginnifer's character would have loved that in 2004's Win a Date With Tad Hamilton.

But I digress.

Beezus and Ramona first released in 1955. The next Ramona book, Ramona and the Pest, didn't release for another 13 years.

I was always a fan of Beezus. We understood each other; we both liked pretty, we both had oldest-daughter syndrome. I loved the end scenes of Beezus and Ramona that I would find my copy, flip to the back, and read them alone, laughing in bed late at night (late, you know, as in 8:30 or so). Poor Beezus - she just couldn't get that picture-perfect birthday. Not when the house smells like burnt rubber because your younger sister stuck a doll into your baking birthday cake. That's life, but it's tough.

And it's tough trying to get your aunt's attention when your sister is debating what kind of jelly to put on her mashed potatoes. That scene always killed me laughing.

Thinking about the potential film made me think about that scene, how it's a conversation around a table with multiple things going on, interconnected dialog, and rising tension until the protagonist does something really, really memorable.

Thinking about that scene and how much I loved it, I realize how those are my favorite scenes to write. Those are the scenes that make me clap my hands together and think I'm not such a slouch at this writing thing after all. Here I thought I loved them just because, but now I realize how the things I read and loved influenced my work, whether I'm aware of it or not.

Beverly Cleary is 93, according to Wikipedia. She was born in McMinnville, Oregon. She wrote 43 books. Caldecott Award winner Paul O. Zelinsky (whose work I mention here) illustrated a few of them, including Ralph S. Mouse. Mrs. Cleary wrote with a magic touch, a special ability as an adult to write about the childlike in a way that was real and respectful at the same time.

Will the Ramona film be any good? Hard to say. I'm hopeful. Kit Kittredge: An American Girl was wonderful; it is possible to make a female-oriented adaptation and not ruin it. Either way, knowing about it reminded me of things I hadn't thought of for a long while.

For that, I'm thankful.

Monday, March 15, 2010

The *Exciting* life of a writer


Really it's riveting. (type type type)

Nothing but excitement around here. (type-ety-type type)

For the last two weeks, I've been on schedule. Perfectly - so perfect, that I've not written at all on weekend. So perfect that by Friday night, I have the mental capacity of a...

...I can't come up with a good simile. Sorry. But basically, I sit around reading somebody else's book (this week it was Melanie Benjamin's Alice I Have Been) and trying not to self-destruct. Because before then, it's very possible that I only left the house two, maybe three times in the past week, and I've written two chapters. Some days, I don't do my hair or put on makeup. Instead, I spend most of the day staring at a computer screen that doesn't seem to change...

...and then out of nowhere it seems, it does. Seems all of the little nothing words add up to a lot of something, and when I read it back it's not that bad. Sure there's typo and continuity issues (the latter having bitten me in the behind quite often, lately), but it's coming. This puppy's going to end, and I might be alive to see it.

The good news, though, is that...hm. Went searching for an image (cute, no?), came back , and lost my train of thought. Train's gone. However, I can think of some other good things:

1. The Book Signing at Barnes & Noble's. Part book signing event, part "This is Your Life," seeing someone I see everyday (my husband), and someone I haven't seen in YEARS, a teacher from my old elementary school. There were a lot of people in between, enough that we sold out B&N's stock and dipped into the stash in the back of our car, selling enough that Plain Jayne was the store's top seller of the week.

When I found that out, I was like, "Hey, in this one market, I outsold Sarah Palin. Good times."

2. Hopefully, my laptop may be fixable with a $45 (ish) part, which would be nice because if I had to replace the whole thing (which is only three years old), I'd also have to buy a new operating system, update Microsoft Office, and update Photoshop. All of this means major dollar signs, and while I'm all for tax write-offs, I'd just rather not right now. I like my laptop, and the teensy fact that the screen doesn't work doesn't strike me as a good enough reason to part ways at this time. I am thankful for my handy husband, and this is just another example why.

3. We finally bought tickets for Danny's Vermont graduation, and are planning a jaunt to D.C. and farther south to visit the east coast family.

And the BMW museum. Everybody wins here.

Neither of us have been to D.C. for a while, but it's really less that we're going to D.C. and more that we're going to the Smithsonian Museums.

4. We returned the Big Book o' Bridge Codes to the University of Portland, further signifying Danny's completion with school. Sally (our car) started making sounds that one doesn't desire a car to make. Filled her with oil (the handy thing about being in Portland at a time, you can throw a rock in any direction and hit a Fred Meyer's), now she seems better...but definitely keeping an eye on that.

5. Ate the best red pepper I've ever eaten in my life last night. It was also the reddest red pepper - Dior lipstick red I've ever seen. Coincidence? Probably not. Just thought I'd share. It was a really good pepper, roasted(ish) in our toaster oven with olive oil and sea salt.

Well...diverting as the pepper news is, I should return to writing before I tell of my laundry successes (as in, laundry got done last week). It's Chapter 25, and so far, so good. Onward!

Sunday, March 14, 2010

Sunday Messages : The Access

Gambar diambil dari :
http://www.raezor-cms.co.uk/uploads/Access2007.png

Topic starter : Minggu, 14 Maret 2010 (8:01 pm)

Lucu juga betapa hal yang udah sering pengen gua ucapkan ke temen gua itu, akhirnyaa.. baru setelah sekian tahun berlalu, gua mendapatkan pemahaman yang berbeda.

You know.

Temen gua khan kadang suka tuh curhat, baik yang emang dari awal diniatkan untuk curhat, ataupun yang awalnya cuman ngobrol2 biasa lalu kebablasan jadi curhat, haha.

Gua sih no problemo mereka mo curhat gimanapun.

But..

Yang suka bikin gua sebel tuh kalo di ending curhatannya, mereka suka bilang..

"Gua khan udah curhat ke elo, Dah, sekarang gantian donks."

Lho? Koookk?

Kok jadi beginii? :p

Well.. gua sendiri menyadari kalo gua itu tipe orang yang ribets.

Kadang pengen ditanya, tapi giliran kebanyakan ditanya jadi keblinger sendiri and ngerasa keganggu, ahahaha..

Kadang pengen cerita, tapi there's always a part of me who tell me to shut my mouth.

Mulut gua lebih nurut perintah otak, tapi tangan gua kaga, ahahaha.. mungkin karena emang gua lebih berbicara lewat tulisan.

Soo soo many times gua pengen bilang ke mereka2 yang nyuruh gua curhat ituu..

"Look here. I've given you an access to my thoughts, the updated situation of my life."

Yupp.. tanpa mereka sadari sebenernya mereka itu udah punya "kunci" menuju pikiran dan perasaan gua.

I've given them the access, I've given them the key.

Tapii yaa masa gua juga musti ngedorong2 mereka untuk menuju ke pintu itu and membukakan pintu itu untuk mereka seeh?!

Please dhee..

If you really want to know about me, about my thoughts, about my life.. you know where to find me!

Mereka itu bahkan punya akses yang lebih leluasa dibanding orang2 terdekat gua sekalipun, tapi ya itu tadii.. kalo mereka ngga mo memanfaatkannya yaa, masa gua musti maksa?!

Ngga asyik amat!

And today..

Sesuatu membukakan pikiran gua.

Mungkin demikian juga halnya dengan Tuhan ya.

Mungkin selama ini gua ngerasa asing denganNya, gua ngerasa belon mengenal dengan pasti sosokNya, karena gua selalu mencariNya di tempat yang salah.

Padahal Dia udah memberikan kita buku petunjuk, buku kebenaran yang di dalamnya terdapat banyak kisah2 tentang diriNya, dari awal penciptaan manusia sampai dengan nanti ketika seluruh kehidupan di dunia ini akan berakhir.

Kisah demi kisah manusia dari yang pertama diciptakan hingga keturunanNya, terpapar lengkap di buku yang ditinggalkanNya untuk menjadi pegangan hidup bagi anak2Nya dalam menjalani kehidupan ini.

Jeritan keputusasaan, teriakan minta tolong, kegelisahan dan kegundahan hati, kepedihan, kehancuran, perselingkuhan, kebebalan dan lain sebagainya ada di dalam buku itu.

Demikian juga halnya ajaran tentang kasih, sukacita, damai sejahtera, anugerah, cinta, kesukaan, keselamatan, karunia, talenta, nyanyian dan pujian serta banyaaak lagi hal2 mengenai berkat dan kebahagiaan yang juga dimuat di dalamnya.

Buku petunjuk itu bernama Alkitab.

Tuhan ngga meninggalkan kita sendirian tanpa petunjuk.

Sedemikian sayangnya Tuhan sama kita, maka dia meninggalkan buku manual tentang jalan menuju keselamatan yang hanya berasal dari padaNya, lengkap dengan petunjuk yang jelas mengenai apa yang harus kita lakukan dan hal apa yang harus kita hindari.

Dia juga memberi tahu kita hal2 apa saja yang menyenangkanNya dan hal2 apa yang jahat di mataNya.

Ngga hanya melalui Alkitab aja sih sebenernya karena seluruh ciptaanNya itu mengajarkan kita akan kebesaranNya tapi kadang kita ngga cukup peka untuk bisa dapat mempelajari dan menangkap maknaNya.

Yupp..

Tuhan udah memberikan kita akses untuk mengenal Dia lebih dekat dan lebih personal lagi.

Tapii.. Tuhan itu bukan Allah yang pemaksa.

Dia memberikan kita kehendak bebas, apakah kita mau mengakses FirmanNya itu untuk mengenal dia lebih dalam lagi?

Apakah kita emang mau bersungguh2 untuk jalan di jalan yang sesuai dengan jalanNya?

Jadi sekarang itu permasalahannya bukan lagi kita ngga tau di mana harus menemukanNya.

Masalahnya sekarang adalah.. apakah kita mau menempuh perjalanan untuk mengenalNya?

Yupp..

Hanya itu aja permasalahannya.

Tuhan, saya ingin mengenalMu lebih dalam lagi karena berkat Engkaulah saya ada di dunia ini. Tuhan, bangkitkanlah kerinduan dalam hati saya untuk datang mendekat kepadaMu, untuk lebih menyadari kasihMu dalam hidup saya.

Tuhan.. saya rindu menyenangkanMu.

Topic ended : 14 Maret 2010 (8:57 pm)

-Indah-
the soul traveller

Movies : Sorry If I Love You

Gambar diambil dari :
http://www.flmfree.com/wp-content/uploads/2009/05/sorry-if-i-love-you-movie-poster1.jpg

Topic starter : Minggu, 14 Maret 2010 (3:27 pm)

Sometimes you gotta trust your instinct.

Karena there are things beyond our logical mind.

Demikianlah kesimpulan abis nonton film "Sorry, If I Love You", huahahaha..

Bukan cerita dari filmnya itu sendiri sih yang buat gua menarik kesimpulan seperti di atas tapi lebih ke arah kenapa gua milih buat beli tuh film :p

Judul asli film ini adalah : Scusa Ma Ti Chiamo Amore.

Kalo gua ngga salah sih mustinya sih ini film Italiano yaa, nama2nya juga Italiano bangets, lucunyaa.. di cover film-nya itu dibilang : A Super Hot French Movie, huahahaha..

Anywayy..

But all in all, I like this movie.

Karena film yang satu ini menyinggung banyak hal.

Tentang cinta yang ngga mengenal usia.

Tentang suami yang demen berselingkuh.

Tentang teman yang keep in silence walau istrinya berselingkuh dengan teman baiknya.

Tentang perpisahan.

Tentang pertemuan.

Tentang kembalinya cinta lama yang ngga turut membawa letupan yang dulu pernah ada.

Tentang bagaimana hidup terkadang membawa kebahagiaan yang lebih baik tapi seringkali kita lebih terpaku akan apa yang telah hilang sehingga ngga menyadari arti yang ada dalam genggaman kita sekarang ini.

Nah, dengan paket komplit seperti itu, gimana gua bisa ngga suka ama film yang satu ini? ;)

Ditambah lagi si pemeran utama cowoknya itu, bellisimo, huahahahaha *cupss*

Topic ended : 14 Maret 2010 (3:56 pm)

-Indah-
the soul traveller

Saturday, March 13, 2010

Bersukacitalah

Gambar diambil dari :
http://www.mainepuzzles.com/Images/Nicky-Boehme-Jigsaw-Puzzles/7733_A_Joyful_Celebration_Jigsaw_Puzzle_md.jpg

Topic starter : Sabtu, 13 Maret 2010 (11:26 pm)

Hari ini, hmm.. dari sejak semalam dhe sepertinya, lagu yang terus menerus terngiang2 di kepala gua adalah lagu yang berikut ini akan gua ketikkan liriknya.

Nyanyii yookk..

~.*.~

Bersukacitalah.. bersukacitalah..
Dalam Allah o' Israel
Bersukacitalah.. bersukacitalah..
Dalam Allah o' Israel

Rayakan dan tarilah di depan Allah
Dia pemenang
Rayakan dan tarilah di depan Allah
Dia pemenang

Mari kita puji Dia Yang Kekal
Dan bersyukur padaNya
Dia yang mencipta langit
Dan menetapkan bumi

KemulianNya sudah dinyatakan di langit
KebesaranNya dinyatakan di seluruh bumi
Dialah Allah.. tiada yang lain..

~.*.~
Ntah kenapa gua ngerasa sepertinya tahun ini akan menjadi tahun untuk mendekatkan diri padaNya :)

Mungkin memang udah saatnya karena I've been away for (way) too long.

Hmm..  bersukacitalah dalam Allah karena hanya di dalam Dia ada sukacita.

Topic ended : 14 Maret 2010 (12:20 am)

-Indah-
the soul traveller

Friday, March 12, 2010

Bible Verse : It Takes Great Faith

Gambar diambil dari : 
http://www.northernindiana.va.gov/images/j0403220.jpg

Topic starter : Jumat, 12 Maret 2010 (7:43 pm)

Dear G, pinjam ayat mas-nya dulu yaa, I need this one :)

Yeremia 29:11

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikian Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Berbicara mengenai ayat ini, mau ngga mau gua selalu teringat akan kisah teman gereja-nya nyokap gua.

Years ago ketika nyokap gua masih tergabung dalam kebaktian kaum wanita, suatu hari ada 10 orang ibu2 yang disuruh milih ayat mas, bebas mo milih ayat mana aja, untuk kemudian dibacakan di depan anggota kaum wanita lainnya.

Ada seorang ibu yang memilih ayat Yeremia 29:11 ini.

Ngga lama setelah membacakan ayat ini di depan jemaat lainnya, anaknya kecelakaan motor dan meninggal dunia.

Mendengar cerita nyokap gua itu, yang ada dalam otak gua cuman satu : gimana yaa perasaan tuh ibu kalo teringat akan ayat yang dipilihnya itu?

It's easy to say we will keep the faith when things are going smoothly in our lifes, ketika matahari selalu tersenyum cerah menyambut kita setiap kita bangun tidur menyapa datangnya pagi.

Adalah mudah untuk berkata kita akan setia padaNya ketika hidup memberikan banyak kebahagiaan dan hal2 yang menyenangkan dalam hari2 yang kita lalui.

Adalah mudah untuk berkata bahwa kita ngga akan berpaling dariNya ketika kesempatan demi kesempatan datang bertubi2 membukakan banyak pintu kemungkinan untuk kita pilih.

But it takes great faith ketika badai datang menerjang dan memporakporandakan hidup kita namun kita tetap mampu yakin bahwa Tuhan sayang sama kita.

It takes great faith ketika hidup membawa kita mengalami penurunan tajam dalam grafik kehidupan tapi kita masih tetap mampu tersenyum dan bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk hidup di dunia ini.

It takes great faith ketika apa2 yang dulu membahagiakan kita direnggut semua dari kita namun kita tetap setia dan ngga berpaling dariNya.

It takes great faith ketika cobaan demi cobaan datang menghadang tanpa kenal lelah namun iman dan pengharapan kita justru semakin bertambah, dan bukan semakin berkurang.

Yaa.. it takes great faith to believe His promises when the going gets tough and it seems like there's no way out of this so-called darkness.

And I want to have that kind of faith.

Tuhan, ajar saya untuk selalu percaya padaMu.

Ajarkan saya untuk percaya bahwa Engkau tidak pernah ingkar janji.

Ajar saya untuk menanti dengan setia datangnya hari penggenapan akan janji2Mu.

Bahwa rancanganMu dalam hidup saya bukanlah rancangan kecelakaan, melainkan rancangan damai sejahtera.

Dan Engkau akan memberikan hari depan yang penuh pengharapan dalam hidup saya.

Melalui segala badai kehidupan ini, hanya Engkau tempat saya bersandar ya, Tuhan, hanya Engkau yang tetap bisa memberikan kelegaan dalam kesesakan hidup ini.

Hanya Engkau yang selalu setia dan membuka tanganMu lebar2 dan menantikan dengan sabar agar saya kembali menatap ke arahMu dan tidak mengarahkan pandangan mata saya ke tempat lain.

Karena hanya Engkau yang tahu setiap napas kehidupan saya, dari awal hingga akhirnya nanti.

Tuhan, ajar saya untuk percaya.

Ampuni saya atas segala dosa saya, Tuhan, baik yang saya lakukan secara sengaja ataupun tidak.

Terima kasih, Tuhan.

Amin.

Topic ended : 12 Maret 2010 (8:15 pm)

-Indah-
the soul traveller

Wednesday, March 10, 2010

Beautiful Ending

Picture is taken from :
http://icons-pe.wunderground.com/data/wximagenew/h/Heapcloud/45.jpg

Topic starter : Thursday, March 11, 2010 (11:53 am)

Got this from :

http://www.ruthshaven.com/christian/godspromise.html

Take time to read..

~.*.~

When my life has reached its very end,
And I take that final breath;
I want to know I've left behind,
Some "good" before my death.

I hope that in my final hour,
In all honesty I can say:
That somewhere in my lifetime,
I have brightened someone's day.

That maybe I have brought a smile
To someone else's face,
And made one moment a little sweeter
While they dwelled here in this place.

Lord, please be my reminder
And whisper softly in my ear ...
To be a "giver," not a "taker,"
In the years I have left here.

Give to me the strength I need,
Open up my mind and my soul
That I might show sincere compassion,
And love to others before I go.

For if not a heart be touched by me,
And not a smile was left behind ...
Then the life that I am blessed with,
Will have been a waste of time.

With all my heart, I truly hope
To leave something here on earth ...
That touched another, made them smile
And gave to my life ... worth.

(Anonymous)

~.*.~

Topic ended : Thursday, March 11, 2010 (11:56 am)

-Indah-
the soul traveller

Troubling Ownself

Gambar diambil dari :
http://www.spiritualtidbits.com/wp-content/uploads/2009/09/leap-of-faith.jpg

Topic starter : Kamis, 11 Maret 2010 (9:52 am)

Gua lagi punya hobi ngubek2 postingan lama di blognya temen gua.

Ada 2 yang jadi 'korban', haha, yaitu blognya G and Lalaa, huehehe.. maap yaa, girls, kalo gua ngobrak ngabrik lemari arsip postingan kalian :p

And biasanya dalam ngubek2 itu gua either milih dari bulan atau dari tag yang menarik minat gua terus tinggal milih2 judul yang menarik hati and serasa memanggil2 untuk membacanya lalu gua klik terus baca2 dhe, kalo iseng yaa terus gua komenin :p

Somehow mungkin emang bener ngga ada yang namanya kebetulan, huehehehe.. karena kadang isi postingan mereka itu ibarat "reminder" for me of things that I might forget from time to time, atau ngga berisikan things that quite similar with my current situation.

Anywayy..

Kemaren di blognya Lalaa, lupa tepatnya postingan di bulan dan tahun apa, kalo ngga salah sih di tahun 2008 dhe.. kayanya, hahahaha :p

Ada satu post yang mengingatkan gua akan something.

Lalaa nge-post sebuah cerita tentang seorang anak and kelereng.

Kurang lebih ceritanya gini.

Ada seorang anak yang kehilangan kelereng lalu dia berkata pada ibunya (atau bibinya, lupaa, huehehehe), boleh ngga berdoa ama Tuhan minta tolong supaya menemukan kelerengnya, sang ibu atau bibi mengangguk.

Keesokan harinya si ibu/bibi nanya gimana, apa udah menemukan kelerengnya.

Sang anak menggeleng tapi dengan riang dia menjawab bahwa Tuhan udah menghilangkan keinginannya untuk mendapatkan kelereng itu kembali.

Kurang lebih demikianlah ceritanya, untuk versi lengkapnya, silahkan ngubek2 lemari arsip Lalaa, huehehehe :p

Tapi part jawaban sang anak itu bikin gua tercenung.

And gua kembali teringat akan postingan gua beberapa waktu lalu, bentar gua cari dulu link-nya.

Nah di sini nih :

http://my30s-world.blogspot.com/2010/02/enjoy-aja-doa-soal-jodoh.html

Sebenernya sih pembahasannya ngga melulu soal jodoh sih, hahahaha.. tapi lebih mengenai jawaban Tuhan atas doa kita.

Seringkali itu sebenernya Tuhan udah menjawab doa kita tapii..

Karena jawaban doa kita itu ngga sesuai dengan keinginan kita makanya kita masiiihh aja ngeyel menginginkan hal yang kita doakan itu, huehehehe..

Melepaskan.

Mungkin ada baiknya belajar menutup buku, atau bakar aja tuh buku sekalian dhe, biar bisa menepis godaan untuk mengintips kembali isinya dan menerbitkan kembali keinginan dan kerinduan.

Kadang gua mikir.

Tunggu dulu.

Kalo pake istilah 'kadang gua mikir', kesannya seringkali gua ngga mikir yaa, huahahahaha..

Lanjutt..

Seringkali mungkin kita itu penyebab ketidakbahagiaan kita sendiri, dan bukan orang lain, tapii seringkali juga kita terlalu gengsi mengakuinya makanya lebih enak nyalahin orang lain donks atas ketidakbahagiaan kita, huahahaha..

Siapa juga yang pengen ngga bahagia, iya ngga?

Tapii.. bahagia itu bukan berarti ngga pernah merasakan kesedihan khan?

Bahagia itu bukan berarti ngga pernah mengalami perpisahan khan?

Bahagia itu bukan berarti ngga pernah mengalami hal yang menyakitkan khan?

Bahagia itu bukan berarti bahwa langit akan selalu cerah khan?

Bahagia itu bukan berarti ngga pernah jatuh dan terpuruk khan?

Bahagia itu bukan berarti ngga pernah sakit khan?

Bahagia itu bukan berarti ngga pernah menangis khan?

Bahagia ituu..

Adalah ketika setelah melalui berbagai macam hal yang menyedihkan, menyakitkan, membuat kita jatuh terjerembab, menangis dalam kepedihan, mengakrabkan diri dengan keputusasaan, kita masih tetap bisa tersenyum dan mengucap syukur atas perlindunganNya dalam hidup kita dalam melalui berbagai macam badai kehidupan yang terkadang dengan kejamnya menghempaskan kapal yang kita naiki menabrak karang2.

Seperti yang Lalaa sering bilang : it's not Heaven nor Hell, so life's always something in between.

And seperti komennya G : it would be Heaven.

Yaa.. ketika semua yang terjadi hanyalah hal2 yang baik dan menyenangkan dan membahagiakan, at that time that means that we're no longer living on Earth, tapi udah pindah tempat ke Surga, ahahaha..

Jadii?

Selama hidup di dunia, terimalah aja kenyataan bahwa hidup akan selalu memberikan hal2 yang bertolak belakang.

And mari kita akhiri dengan hal yang satu ini :

God didn't promise
Days without pain
Laughter without sorrow
Or sun without rain
But God did promise
Strength for the day
Comfort for the tears
And a light for the way
And for all who believe
In His kingdom above
He answers their faith
With everlasting love

~ Author Anonymous ~

Have a blessed day ;)

Topic ended : Kamis, 11 Maret 2010 (11:49 am)

-Indah-
the soul traveller

Bila Roh Allah Ada Di Dalamku

Gambar diambil dari : 
http://www.danceaa.org/mitsi%20dancing%20school.jpg

Topic starter : Kamis, 11 Maret 2010 (1:01 am)

Duhh.. sebenernya mata udah ngantuks bangets, tadi aja sampe ketiduran pas lagi main Cafe World, ahahaha..

Anywayy.. tepat setelah mata mulai terpejam, gua keinget sebuah lagu, ngga tau sih judul pastinya apaan, ehhehe.. itu judul yang gua pasang di atas adalah kalimat pertama dari lagunya, yuukk mari kita nyanyikan dulu bersama2 sebelon gua tidur :p

~.*.~

Bila Roh Allah ada di dalamku
Ku kan menari seperti Daud menari
Bila Roh Allah ada di dalamku
Ku kan menari seperti Daud menari

Ku kan menari ku kan menari
Ku kan menari seperti Daud menari
Ku kan menari ku kan menari
Ku kan menari seperti Daud menari

~.*.~

Ada yang tau lagunya? Kalo tauu.. yukk marii kita nyanyi bersama2.

Sekarang gua tidur dulu yaa, hihihi..

Ciaoo..

Topic ended : 11 Maret 2010 (1:05 am)

-Indah-
the soul traveller

Tuesday, March 9, 2010

Celoteh Clara : Layers

Gambar diambil dari :
http://freshpeople.net/wp-content/uploads/2009/08/onions-red-sliced-big.jpg

Topic starter : Rabu, 10 Maret 2010 (8:43 am)

Hmm hmm..

Mungkin emang benar yaa.

Carilah maka kamu akan menemukan.

Kalo ngga mencari maka ngga akan menemukan namanya.

Kata menemukan itu sendiri digunakan kalo sebelonnya ada pencarian akan hal itu.

Sama seperti jawaban, sesuatu dianggap sebagai 'jawaban', hanya bila ada pertanyaan.

Tanpa pertanyaan, sesuatu itu bukan jawaban, tapi mungkin hanya berupa hal biasa atau pernyataan, dan bukan jawaban.

Ribets, ahahaha.

Cuman lucu aja sih.

Kadang mungkin bukan yang secara sadar kita pikirkan juga, tapi apa yang ada di alam bawah sadar kita yang terus melakukan pencarian sehingga akhirnya kita menemukan juga jawaban atas pertanyaan yang menganggu.

Atau mungkin bukan jawaban juga sih, tapi lebih tepatnya ke konfirmasi atas apa yang masih melayang2 dalam alam pikiran.

Atau, aahh.. jadi bingung sebenernya gua mo ngomong apaan seeh, ahahaha :p

Tapi rupanya ada satu hal yang lumayan mengganjal benak gua ketika gua kemaren ini ngubek2 koleksi postingan lama temen gua di blognya, pssttt.. jangan bilang2 pada dirinya yaa, ahahaha..

Enaknya punya temen yang hobi nulis tuh ya githuu.. kalo lagi suntuk, tinggal ngobrak ngabrik koleksi postingannya yang seabrek2, pick random month, and cari judul postingan yang menarik hati lalu klik, sometimes elo mendapatkan hal2 yang menarik boo yang bisa menstimulasi otak untuk berpikir, hihihi..

Anywayy..

Ada satu postingan temen gua yang membahas soal chatting ataupun postingan blog dan sosok penulis di baliknya.

Pernah ngga sih kalian wondering kira2 orang di balik tulisan yang asyik kalian ikuti ceritanya itu seperti apa sih?

Karena like it or not, setelah beberapa saat mengkonsumsi tulisan seseorang ataupun berinteraksi dengannya via chatting atau balas2an komen di fb or e-mail2an or lewat media apapun, akan ada image yang mulai terbentuk bit by bit in your head about that very person yang pada akhirnya nanti mulai membentuk satu bayangan yang utuh tentang sosok di balik tulisan yang bahkan belon pernah kita temui itu, yang "wujud"-nya hanya kita lihat melalui foto2 yang dengan sukarela dipejengnya di album photo yang ada di facebook atau yang ditampilkan di blognya dan lebih sering kita hanya mengenalnya lewat tulisan.

Tapii.. dari interaksi itu perlahan2 sosoknya mulai "nyata" and kita memberikan 'napas' pada bayangan yang ada dalam benak kita itu, mulai membayangkan nih orang kira2 sifatnya seperti apa ya berdasar apa yang kita tangkap dari tulisannya dan respon2nya terhadap komentar2 yang masuk.

And so on.

Yang menarik juga untuk disimak dari postingan temen gua itu adalah komentar2 temen2 blognya terhadap postingannya itu.

Banyak komentar yang menggelitik gua untuk kemudian gua tuangkan dalam postingan ini, huahahaha..

Lupa tepatnya mereka ngomong apaan tapi intinya banyak dari mereka yang bilang bahwa the way they present themselves via their writings ain't the way they are in real life.

Ada yang bilang bahwa postingannya itu biasanya funny padahal dalam kehidupan nyata dia ngerasa ngga lucu, again.. lupa tepatnya dia ngomong apaan, ahahaha :p

Yang membawa pada kesimpulan : apa itu artinya kita berbohong?

Hmm hmm..

Somehow I don't think so.

Lagian yang namanya "kesan" itu khan bisa ditangkap orang secara berbeda, bukan?

And I always believe, secara sadar maupun ngga, akan selalu ada bagian dari diri kita yang mengalir keluar dan masuk ke dalam tulisan2 kita.

Ngga harus selalu berupa pikiran kita, bisa aja khan berupa angan kita, ketakutan kita, kekuatiran kita, impian kita, dan lain sebagainya.

Pay a little bit more attention then you get to see what really is important to that person you're reading now, huehehehe.

Salah tebak?

Tentu aja kemungkinan itu akan selalu ada, ahahaha :p

Tapi masa sih dari sekian banyak tebakan kita tentang dirinya itu meleset semuaa? Ngga mungkin!

Mengenai kasus yang udah ketemuan langsung lalu dengan serta merta dituduh kaga sama dengan apa yang direpresentasikannya lewat tulisan, well.. akhirnyaa, bisa nyambung juga ke judul postingan kali ini, huahahaha..

Yupp..

It's all about layers, babee!!

I do believe we all have many layers within us.

Mari kita misalkan aja setiap orang itu punya 10 lapisan dalam dirinya yang harus dikupas satu per satu sebelon kita berhasil menemukan "inti" terdalamnya.

Naahh.. bawang bombay mungkin merupakan contoh terbaik untuk menjelaskan soal lapisan demi lapisan ituu :D

Anywayy..

And layers itu menggambarkan tingkat keterbukaan kita terhadap orang yang baru kita temui.

Ada orang yang bisa langsung membuka diri hingga level 5, ada yang mungkin dengan malu2 hanya bisa sampai level 3, ada yang blak2an langsung tancap gas ke level 7, ada juga yang mungkin malah ngga mo membuka diri sama sekali.

Kok ngebahas ini gua jadi kepikiran soal pembukaan pas mo melahirkan yaa, huahahaha :p

Soo.. do we fake it when we represent ourselves differently within our writings from our 'trueselves'?

Hmm..

I don't think so!

Karena I always believe that different people might bring out different side in us.

Kita ini punya banyak sisi dalam diri kita, ada sifat2 kita yang memang lebih menonjol dibanding sifat lainnya sementara beberapa sifat mungkin lagi tertidur lelap dan menunggu orang yang tepat untuk mengusik bagian itu dalam dirinya agar terbangun.

But it's all us.

In time I finally understand.

That we can never be anyone else but us.

No matter how hard we try, we can never be anyone else, yang mungkin itu adalah membangkitkan sisi dalam diri kita yang mirips dengan diri orang yang ingin kita 'tiru' itu, huahahaha..

Kesimpulan yang ngaco?

Ngga apa2, karena sometimes right or wrong itu pretty much depends :p

Topic ended : 10 Maret 2010 (10:03 am)

-Indah-
the soul traveller

Enjoy Aja : Give Thanks

Picture is taken from :
http://www.turnbacktogod.com/wp-content/uploads/2009/05/in-everything-give-thanks.jpg

Topic starter : Wednesday, March 10, 2010 (8:27 am)

A song to open up a day.

~.*.~

"Give Thanks"
Don Moen

Give thanks with a grateful heart
Give thanks to the Holy One
Give thanks because He's given Jesus Christ, His son

Give thanks with a grateful heart
Give thanks to the Holy One
Give thanks because He's given Jesus Christ, His son

And now let the weak say "I am strong"
Let the poor say "I am rich"
Because of what the Lord has done for us
Give thanks

~.*,~

Topic ended : March 10, 2010 (8:39 am)

-Indah-
the soul traveller