Showing posts with label from my other blog(s). Show all posts
Showing posts with label from my other blog(s). Show all posts

Saturday, July 30, 2011

Courtney Roulston : Find Your Own Way That Suits You The Most

Gambar diambil dari sini


Kenal ama wajah di atas? Namanya Courtney, nama lengkapnya Courtney Roulston, dia salah satu peserta Masterchef Australia season 2.

Buat yang nonton Starworld and suka mengikuti acara Masterchef, maka mungkin rada familiar ama wajahnya.

Lanjuuttt..

Berhubung gua kaga ngikutin acara Masterchef ini secara urut, gua ngga tau dulu si Courtney itu kedepak dari Masterchef karena apaan, tapii.. dalam satu kesempatan untuk kembali lagi ke kompetisi masak ini, Courtney berhasil menyingkirkan peserta2 lainnya dan turut masuk kembali menjadi 10 besar bersama dengan Peter dan Jimmy, 2 peserta lain yang sebelonnya juga sempat tersingkir tapi mendapat kesempatan untuk kembali ke kompetisi.

Lalu kenapa gua jadi pengen ngebahas si Courtney ini? Karenaa.. di tayangan sore hari ini, Selasa, 26 Juli 2011 (ya ya yaa.. gua merasa perlu untuk mencatatkan tanggalnya sekedar untuk mengingatkan gua kapan pertama kali gua 'menyadari' pentingnya hal ini, hahaha :p) di babak eliminasi, Courtney mengatakan sesuatu yang berkesan buat gua.

Jadi di tantangan sebelonnya, di invention test kalo ngga salah, si Courtney bersama Jonathan dan Jimmy itu memasak 3 hidangan yang paling ngga mengesankan para juri karenanya ketiganya masuk babak pressure test untuk menentukan siapa di antara mereka bertiga yang harus pulang dan mimpi untuk jadi the next Masterchef terpaksa harus berhenti sampai di babak 8 besar ajaa..

Tantangan di babak pressure test ini adalah menciptakan ulang hidangan Christine Manfield, untuk detail makanannya silahkan cari info di Google aja, hahaha.. karena gua ngga ngerti dhe aww, lagian buat soal makanannya itu sendiri yang mo gua bahas :p

Untuk tantangan semacam ini, ketiga peserta yang bertanding diberikan resep dan mereka harus memasak hidangan yang mereka cicipi sebelonnya untuk kemudian dinilai oleh ketiga juri tetap dan 1 juri tamu, dan juri tamunya adalah koki yang memasak hidangan yang akan dimasak ulang oleh para kontestan.

Sejak awal, si Christine Manfield (maap ya, Tante, kalo salah menyebut nama :D) udah menekankan betapa pentingnya untuk seakurat mungkin mengikuti resep hidangannya itu karena prinsip dia dalam memasak adalah ketepatan dan kesempurnaan.

Sementara ketiga kontestan memasak untuk mempertahankan posisi mereka di kompetisi ini, 5 peserta lain menonton dari atas, and si Claire cuman geleng2 kepala ngeliat si Courtney itu masak ngga pake takaran, main masukin garam and bumbu2 lain berdasar feeling dia ajaa.. bahkan George, salah satu juri tetap ketika menyambangi tempat Courtney bertanya padanya, "Apa kamu udah menakar semuanya dengan tepat?"

Courtney menjawab, "George, aku itu udah sering bangets masak, aku ngga perlu nimbang or ngukur untuk tau takaran satu sendok teh itu seberapa banyak, lagian aku ini tipe yang masak berdasar insting dan perasaan jadi dari waktu ke waktu aku mencicipi masakan yang aku buat untuk mendapatkan rasa yang pas."

George menatap Courtney, ngga jelas apa yang melintas dalam pikirannya, haha, karena apa yang ada dalam pikiran juri itu ngga dianggap cukup penting untuk menambah 'drama' dari cooking show ini, ahahaha.. padahal dipikir2 khan cukup menarik untuk tau apa pendapat mereka secara profesional, iya khan?

Anywayy.. ketika menghidangkan makanan di hadapan keempat juri, si Courtney ini kembali menegaskan, "Aku ngga berusaha untuk tampil pintar, terutama di hadapan kalian, tapi aku ini tipe yang terbiasa memasak berdasar naluri dan perasaan, bukan berdasar ukuran, demikian aku biasa melakukannya dan aku ngga akan melakukannya dengan cara lain. Aku harap hasilnya sesuai dengan apa yang kalian inginkan."

Ya ya yaa.. kalimat aslinya si Courtney sih lebih keren, hahaha.. tapi gua terlalu malas untuk mencari dan mengutipnya secara tepat, karenanya gua lebih memilih untuk menuliskannya dalam bahasa setangkapnya gua.

And heyy.. menurut gua yang diomongin ama Courtney itu amat sangat mantaps, man!

Amat sangat berkesan, I dunno why, atau mungkin lebih tepatnya I know why but I choose not to explain in details, ahahahaha :p

Lanjuuttt..

Dari segi profesionalitas mungkin memang benar kalo ada orang yang mencibir apa yang diucapkan Courtney itu sambil mengatakan, "Alamaaakk.. siapa eloo, kok dikasih tau ama yang jelas2 lebih pro di bidang masak memasak dibanding elo, tapi ya kok elo sok tau githu seeh?!"

Ahahaha..

Tapii.. dipikir2, heyy.. banyak jalan menuju Romaa, walau sampai sekarang gua masih ngga ngerti kenapa juga harus Roma? Kenapa ngga Paris, atau London, atau Bali aja dhe sekalian berhubung Jakarta kalah pamor dibanding Bali di mata orang asing, ahahaha :p

Ehh.. melenceng, jadi mari kita kembali ke baris sebelonnyaa..

Banyak jalan menuju Roma yang artinya ada banyak cara juga dalam memasak, dan banyaaaaak cara juga dalam berbagai hal lainnya di kehidupan ini.. just because all those experts are used in some certain ways, bukan berarti itu the only way to cook a delicious food khan?

So I guess in the end.. semuanya kembali lagi ke soal memilih cara yang terasa paling mencerminkan diri kita supaya ngga terbebani juga dalam menjalankannya, iya khan? Karena toh kalo berbicara soal hasil, mo pakai cara apapun, "Makanan itu ngga bisa bohong, yang sering bohong itu adalah manusia-nya", huahahahaha.. kutipan yang mantaps khan?! :p

Jadi, Courtneyy.. walau gua udah tau siapa yang menang di acara ini and itu bukanlah dirimu, terima kasih telah membukakan mata akan hal yang penting tapi seringkali tenggelam di tengah tekanan ;)

Goo, Courtneyy!! ^o^

Selasa, 26 Juli 2011 (8:00 pm) -> kangen juga udah lama ngga ngetik2 jam, hahaha :p

Friday, July 1, 2011

Books : Anak2 Gang Buntu No. 1

The Family from One End Street (Puffin Modern Classic Relaunch): And Some of Their Adventures (Puffin Modern Classics)The Family from One End Street (Puffin Modern Classic Relaunch): And Some of Their Adventures by Eve Garnett


My rating: 4 of 5 stars




May 21, 2011


Hahaha.. ntah kenapa tiap kali mo ngambil buku untuk dibaca, gua malah akhirnya malah membaca ulang dan bukannya ngambil buku yang sama sekali belon pernah gua baca :p


Tapi yaa.. sutralaahh.. toh gua juga ngga inget jadi sekalian nge-refresh memory plus bikin review di sini, hahaha :D


~.*.~


May 22, 2011


Baru nyampe halaman 30an and sejauh ini gua udah berkenalan dengan anggota komplit dari keluarga Ruggles, mari mari gua perkenalkan kalian dengan mereka yang totalnya berjumlah 9 orang, wooww! Tapii.. jangan tanya ke gua soal umur mereka, ahahahaa :p


Sang ayah bernama Josiah, bekerja sebagai tukang sampah dan istrinya yang bernama Rosie bekerja sebagai tukang cuci dan membuka binatu di rumah mereka yang pencuciannya masih secara manual.


Putri sulung mereka bernama Lily Rose, anak berikutnya masih seorang perempuan bernama Kate disusul oleh si kembar James and John yang mempunyai adik laki2 yang dinamai nama ayah mereka, Jo(siah?), lalu kembali lahir anak perempuan lainnya bernama Margareth Rosie serta William melengkapi formasi keluarga Ruggles.


Itu semua terangkum dari bab 1 yang berjudul "Penamaan".


Bab kedua menceritakan tentang "Lily Rose & Selendang Sutra Hijau" yang mana niatan baik tidak selalu berujung pada hasil yang baik pula, hahaha..


Bab ketiga tentang anak kedua, "Kate, Sebelas Plus - Sekaligus Minus" yang masih dalam tahap pembacaan jadi I can't tell you much about her :p


~.*.~


Masih May 22, 2011


Kisah Kate menceritakan tentang anak kedua keluarga Ruggles yang mendapatkan beasiswa! Huaa.. bukankah ini kabar yang menggembirakan, tapi kenapa Bu Ruggles mumet memikirkan tentang banyak hal yang harus mereka persiapkan untuk sekolah Kate nanti?


Aahh.. pasti karena di sekolah baru Kate nanti, Kate harus memakai seragam, tidak hanya itu, pihak sekolah juga meminta keluarga Ruggles mempersiapkan raket tenis untuk Kate, belon lagi yang lainnya, duhh.. darimana mereka bisa mendapatkan uang untuk menyediakan semua keperluan itu!


Belum lagi Kate yang bandel tetap memakai topi sekolahnya yang baru ketika berlibur ke pantai, walau telah dilarang ibunya, akhirnya topi itu tersapu ombak dan terbawa ke tengah laut, huhuhu.. sementara uang yang tersisa tidak cukup untuk membeli topi baru.


Ahaa.. tiba2 Kate mendapatkan ide untuk memetik jamur dan menjualnya ke toko buah karena Kate baru tau ternyata jamur itu dijual lumayan mahal! Pas lagi memetik jamur yang hanya tersisa tiga jamur kecil saja, tiba-tiba Pak Tani menangkap basah Kate dan menuduhnya telah mencuri jamurnya selama 2 minggu belakangan, ooo.. bagaimana Kate bisa terlepas dari tuduhan itu? Dan berhasilkah Kate mendapatkan sisa uang yang diperlukannya untuk membeli topi baru? Ataukah Kate harus pasrah memakai topi yang berbeda warna, sesuai dengan anjuran ibunya? Pastikan kalian membaca bab ketiga ini sebelon beralih ke bab berikutnya, haha :p


Bab keempat menceritakan tentang si kembar, James (yang dipanggil Jim) dan John dalam bab berjudul "Gerombolan Tangan Hitam", apa pula itu? Keinginan Jim untuk bertualang membawanya bertemu dengan Gerombolan Tangan Hitam secara tidak sengaja. Namanya cukup menyeramkan ya, haha, walau sesungguhnya ini hanyalah kumpulan anak2 yang saling menceritakan petualangan mereka selama seminggu. Masih belon kelar baca yang bab ini, hehe.. jadi nanti disambung lagi, otree?


~.*.~


May 23, 2011 (9:29 am)


Karena tidak terbiasa menyimpan rahasia dari saudara kembarnya, Jim mengigau dalam tidurnya, belum lagi John terus menerus berusaha mengorek ada apa dengan kembarannya itu, dan Jim kuatir ia terpaksa harus membuka rahasianya yang disimpannya rapat, karenanya di pertemuan berikutnya dengan kaum "Gerombolan Tangan Hitam", Jim menanyakan apakah boleh ia mengajak John untuk masuk dalam kumpulan mereka. Setelah melalui perembukan yang tidak berjalan alot, John pun menjadi bagian dari 'keluarga' baru Jim.


Jim dan John memutuskan untuk berpisah jalan dalam memulai 'petualangan' mereka, Jim tetap keukeuh berusaha menyusuri sungai, kali ini ia bertekad hendak menjadi penumpang gelap dari kapal tongkang yang dilihatnya. Sejauh ini, Jim berhasil menyusup masuk dan bersembunyi di dalam sebuah pipa. Dari niatan awal menjadi penumpang gelap, akhirnya pandangan mata Jim pun menjadi gelap ketika kepalanya terbentur bagian atas pipa dan kesadarannya hilang.


Huaa.. apa yang akan terjadi pada Jim selanjutnya? Sabar yee.. belon kelar bacanya, ahahahaha :p


~.*.~


July 1, 2011 (8:10 pm)


Gua udah menyelesaikan membaca buku ini dari bulan lalu sih, lupa tepatnya kapan, ahahahaha..


And kesimpulan keseluruhan : I still like the book!


Lucunyaa.. kemaren ini gua sempet nemu notes yang gua selipkan di buku2 yang gua kirim ke temen gua, tapi mungkin temen gua itu ngga menyadari notes itu jadinya pas dia ngembaliin buku gua, tuh notes masih ada, wakakakakak.. and di notes ituu, ternyata gua menyebutkan bahwa buku ini adalah buku yang bikin gua jatuh cinta ama penerbit Liliput!


Jangan tanya ke gua apa penerbit ini masih aktif mengeluarkan buku apa kaga, ahahaha..


Anywayy.. kekuatan dari cerita2 yang ada dalam buku yang satu ini adalahh.. karena tokoh2nya itu sebenernya biasa2 aja, tinggal di lingkungan yang juga biasa2 aja, namun ternyata dari yang biasa2 itu bisa terjadi banyak kejadian luar biasa!


Naahh.. menurut gua itu amat sangat menarik, hahaha.. karena berapa banyak sih dari kita yang hidupnya itu ada di lingkungan yang luaarr biasa?


Buku ini seakan mengingatkan bahwa it doesn't need extraordinary things to feel extraordinary ;) Karena one way or another, kita semua itu istimewa dan mungkin saja mengalami hal yang luar biasa, kalau kita bisa jeli mensyukuri apa yang ada dalam hidup kita :D


Mantaps khan tuhh?


Jadii.. minat bacaa? :D


July 1, 2011 (8:16 pm)






View all my reviews

Monday, January 17, 2011

Kulit Yang Terkelupas

Gambar diambil dari :
http://www.gilgenart.com/gallery.htm


Topic starter : Senin, 17 Januari 2011 (7:21 pm)

Gua bukan tipe yang mengamati dengan cermat perubahan yang terjadi pada tubuh gua jadi seringkali itu mungkin gua baru menyadari suatu perubahan ketika perubahan itu sendiri telah berlangsung beberapa waktu.

Dan beberapa hari yang lalu gua baru menyadari bahwa kulit kaki gua mengelupas, dan kali ini yang mengelupas adalah bagian, hmm.. apa yaa namanya? Wakakakak.. parah nih, kaga ngerti bagian tubuh :p

Daerah tulang kering githu dhe, bagian depannya betis, nahh.. bagian itu yang kulitnya pada kering and mengelupas, kaya yang biasa di bagian hidung or pipi githu.

Why?

How would I know, haha..

Tapii..

Mau ngga mau gua jadi teringat bahwa back then gua juga pernah mengalami kulit yang terkelupas di bagian yang ngga 'umum', setidaknya buat gua sih ngga umum, yaitu di telapak kaki.

Untuk orang yang kaga teratur dalam menyimpan postingan blog and punya blog yang tersebar di mana2, lucu juga gua ingat di mana postingan tentang "Kulit Yang Terkelupas" itu gua posting, ahahaha..

And ketika gua mengamati terkelupasnya kulit kaki gua itu, mau ngga mau gua langsung teringat akan postingan itu and 'pelajaran' yang gua dapatkan dari apa yang gua alami di bulan Maret 2009, almost 2 years ago.

Kenapa hal itu kembali datang sekarang ini?

Apa sebagai pengingat bahwa apa yang terjadi mungkin emang ngga enak untuk dirasakan and mungkin membuat airmata seringkali jatuh tanpa diminta.

Tapi?

Just hang on, until the process is over.. karena ketika proses pergantian kulit itu udah berlangsung dengan sempurna, kulit baru yang menggantikan kulit lama itu akan terasa lebih halus dari yang sebelumnya and all those things yang ngga enak untuk dilihat pun lenyap dari pandangan mata.

Lucu juga rasanya mengutip perkataan sendiri, wakakakak.. tapi ada perkataan yang dari postingan yang link-nya gua kasih di atas itu yang pengen gua kutip :p

Like the weather which keeps changing from time to time, there will come a day where all the dark clouds above your head will turn into bright lovely sunshine!
Cckk.. kadang berasa gimana yaa.. ada perasaan 'aneh' kalo baca postingan2 lama githu, hihihi.. seringkali kok berasa duluu itu lebih bisa menyerap dan menyimpulkan sesuatu dengan lebih baik, wakakakakak..

Well, kakiku dan hidupku.. gua akan menanti proses pergantian 'kulit' kalian selesai dengan sempurna and may better things come our ways ;)

Cheers on that one *tringg*

Topic ended : Senin, 17 Januari 2011 (7:40 pm)

-Indah-

Saturday, November 27, 2010

Korean Series : Sang-Doo! Let's Go To School

 Gambar diambil dari :
http://apapunyangakusuka.blogspot.com/2010/08/sang-doo-lets-go-to-school.html


Topic starter : Sabtu, 27 November 2010 (10:42 pm)

Gua lupa asal muasalnya tuh tadi lagi nge-klik apaan yaa yang membuat gua 'terdampar' di sebuah blog yang isinya tentang Korean drama series semua terus bikin gua teringat kalo duluu gua sempet bikin postingan tentang drama Korea, ahahaha..

Cuman tuh yaa.. masalahnya cuman satuu.. gua punya amat sangat banyaaak blog and filing system gua tuh rada kacau jadi it took a while before gua bisa menemukan jejak di mana gua memposting tuh serial, wakakakakak :p

Yukk.. marii.. baca duluu, kalo tertarik silahkan nonton, hihihi :D

*gua juga ikutan baca aah, karena udah lupa apaan aja yang gua tulis, ahahaha :p*

~.*.~

Topic starter on June 24, 2007 (Minggu) at 2:48 pm

"Sang-Doo, Let's Go To School!!" adalah film seri Korea yg diperankan oleh Rain (yg juga main di "Full House" ama Song Hye Kyo), si 'keponakan' dlm "Lovers in Paris" (huehehe.. gua lupa nama aslinya dia siapa, mm.. kalo ngga salah Lee Dong Gun kali yee?! :P), kalo pemeran ceweknya gua kaga tau dhe namanya siapa :P

Anywayy.. main story dr Sang Doo ini adalah tentang kehidupan seorang pria berusia sekitar 27 thn bernama Cha Sang Doo yg 'terpaksa' harus menjalani hidup sbg seorang gigolo demi mendapatkan sejumlah uang untuk biaya pengobatan anak gadis semata wayangnya yg baru berusia 7 tahun bernama Cha Bori.

Sepanjang film kita juga akan disuguhi flashback tentang kehidupan Sang Doo remaja karena tokoh utama cewek dlm serial ini, Eun Hwan, adalah teman masa kecil Sang Doo yang juga adalah cinta pertamanya.

Flashback ke masa kecil..

Sang Doo sejak kecil diasuh oleh pamannya (ngga dijelaskan apa yang terjadi dengan orang tua kandungnya, pokoknya dari awal nongol si Sang Doo ya bareng ma Pamannya itu :P). Ketika Sang Doo berusia sekitar 6 atau 7 tahun, Pamannya meninggalkannya di depan rumah sepasang suami istri yang baru saja kehilangan anak mereka. Dalam pemikiran Pamannya, jika dibesarkan oleh kedua suami istri itu, tentunya kehidupan Sang Doo akan menjadi lebih baik daripada Sang Doo harus hidup bersama dengan dirinya.

Dan memang Sang Doo kecil beranjak remaja dengan masa kecil yg berbahagia. Sang Doo tumbuh menjadi remaja yang populer di kalangan gadis2 remaja seusianya. Walau demikian, sejak awal hati Sang Doo udah tertambat ama cewek pertama yang ditemuinya ketika ia pertama dibawa oleh Pamannya ke rumah orang tua angkatnya. Gadis cilik itu adalah Eun Hwan.

Walau Sang Doo tidak pernah secara jelas menyatakan perasaan cintanya pada Eun Hwan, dan seringkali meledeknya, tapii sikap yg ditunjukkan Sang Doo sudah jelas menyatakan perasaannya. Cinta Sang Doo tidak bertepuk sebelah tangan karena ternyata Eun Hwan pun merasakan hal yang sama.

Namun belum sempat mereka mengecap keindahan cinta di masa remaja, mereka terpaksa harus berpisah.

Ibu Eun Hwan ternyata melarikan uang tetangganya sehingga mau tidak mau mereka sekeluarga harus pindah rumah. Sang Doo sempat menyaksikan betapa para penagih hutang mengobrak abrik rumah Eun Hwan dan memaksanya untuk memberi tahu di mana ibunya berada. Eun Hwan yang juga tidak mengetahui keberadaan ibunya, hanya bisa menangis ketika semua barang miliknya dibawa paksa oleh penagih hutang.

Tapi Eun Hwan tidak rela ketika satu2nya gramaphone peninggalan ayahnya juga hendak dibawa pergi oleh si tukang tagih, dia memohon2 agar gramaphone itu jangan diambil, karena toh harganya tdk seberapa kalo dijual, akan tetapi untuk dirinya barang itu berharga karena memiliki kenangan. Tapi sang penagih hutang tidak peduli dan tetap mengangkutnya ke mobil pick up.

Sang Doo yg selama ini hanya menyaksikan dalam diam, akhirnya tidak tahan melihat Eun Hwan yg masih saja menangis. Sang Doo langsung mengambil gramaphone dari mobil, yang mana tindakannya dicegah oleh sang penagih hutang. Dari tadinya masih sabar setengah memohon, akhirnya Sang Doo hilang kesabaran, dan dalam acara perebutan gramaphone tersebut, tidak sengaja sang penagih hutang terdorong dan terjatuh ke sungai kecil dan langsung mengalami koma. Tidak diceritakan lebih lanjut apakah orang tersebut akhirnya meninggal atau hidup. Pastinya Sang Doo kemudian digiring ke penjara anak2.

Pada hari Sang Doo ditahan oleh polisi, malamnya Eun Hwan beserta dengan adiknya diajak sang ibu untuk meninggalkan kampung halaman mereka. Eun Hwan bahkan tidak sempat mengucapkan selamat tinggal pd Sang Doo, karenanya dia tidak mengetahui perihal penangkapan Sang Doo.

Cerita bergulir ke 10 tahun kemudian.

Eun Hwan telah menjadi seorang guru Matematika pelajar SMA di Seoul sementara di kota yang sama, Sang Doo telah menjalani profesi sebagai seorang gigolo.

Sang Doo belajar menjadi seorang gigolo profesional dari Pamannya yang juga berprofesi sebagai gigolo di masa mudanya. Like Uncle, like nephew, huehehe..

Suatu insiden di restaurant di mana ketika itu Sang Doo sedang merayu seorang wanita yang selama ini 'diplorotinnya' ketika ia melihat Pamannya sedang 'beraksi' merayu seorang pelajar SMA yang dikenalnya lewat internet. Ternyata sang pelajar tersebut adalah seorang guru yang sedang menyamar yang merekam semua rayuan sang Paman sebagai bukti untuk diserahkan ke polisi. Sang Paman pun ngabur dari lokasi kejadian dan menunggu tak jauh dr situ untuk minta bantuan Sang Doo agar mengambil HP sang guru.

Sang Doo menurut dan membuntuti sang guru yang dalam perjalanan menuju kantor polisi untuk menyerahkan barang bukti. Ketika turun dr kereta, Sang Doo akhirnya mendapat kesempatan untuk mengambil HP sang guru, dan terjadilah adegan kejar2an yang berakhir dengan tertabraknya sang guru yg kemudian dilarikan ke rumah sakit. Di sanalah Sang Doo baru mengenali bahwa sang guru tersebut ternyata adalah Eun Hwan, cinta pertamanya!

Untuk mendekati Eun Hwan, Sang Doo pun melamar sebagai petugas keamanan di sekolah tempat Eun Hwan mengajar. Karena satu kejadian yang menyebabkan Sang Doo harus berhenti dari pekerjaannya sebagai petugas keamanan, dia pun beralih profesi menjadi pelajar SMA!

Yaa.. Sang Doo yang tidak pernah menyelesaikan sekolahnya tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan yang lumayan kalo dia kaga punya ijazah, karenanya oleh sang kepala sekolah Sang Doo disarankan untuk meraih ijazah lulus SMA. Sang Doo setuju dengan permintaan khusus agar ditempatkan di kelasnya Eun Hwan! Sang Doo bertekad untuk merebut Eun Hwan dari tangan tunangannya yang juga adalah seorang dokter yang merawat Cha Bori, anaknya.

Sang Doo yang setelah bertemu dgn Eun Hwan bertekad untuk insaf dan melakukan pekerjaan yang halal, terpaksa kembali menjalani profesinya sebagai seorang gigolo karena mahalnya biaya pengobatan Bori, dan pekerjaan halal yang dilakukannya tidak mencukupi untuk membayar biaya rumah sakit Bori.

Eun Hwan akhirnya mengetahui profesi 'sampingan' Sang Doo selain sebagai pelajar. Eun Hwan berusaha menerima dan tidak mempermasalahkannya karena dia yakin Sang Doo pasti punya alasan yg kuat sampai harus melakukan hal semacam itu. Satu per satu rahasia Sang Doo yang selama ini disimpan rapat pun terkuak. Eun Hwan mengetahui bahwa Sang Doo mempunyai anak. Dan dari teman masa SMA-nya dulu akhirnya Eun Hwan tahu soal masa lalu Sang Doo yang pernah dipenjara dikarenakan dirinya.

Untuk membuat masalah semakin 'rumit', dikisahkan bahwa Eun Hwan ternyata adalah anak angkat, dan anak kandung sang ibu yang selama ini membesarkannya adl Moon Sera, ibunya Bori, wanita yang mengaku dihamili Sang Doo!

Walahh.. halangan demi halangan selalu menghadang setiap kali mereka hampir saja meraih kebahagiaan untuk finally be together forever setelah berpisah selama sekian tahun tapii perjalanan nasib sepertinya masih ingin memperpanjang penderitaan mereka sehingga Sang Doo dan Eun Hwan masih belum bisa bersama.

Eun Hwan akhirnya menyerah ketika Sang Doo memutuskan untuk menikah dengan Moon Sera demi membina suatu keluarga yang 'utuh' untuk kebahagiaan Bori. Sang Doo terbiasa menutupi perasaannya, karenanya walaupun mulutnya berkata kasar terhadap Eun Hwan, dia tidak bisa membohongi dirinya bahwa dia masih amat mencintai Eun Hwan, dan satu2nya alasan mengapa dia ingin menikahi Moon Sera hanyalah untuk kepentingan Cha Bori semata yang udah 'diajari' oleh Moon Sera untuk 'memohon' pada ayahnya agar menikahi ibunya!

Eun Hwan memutuskan untuk kembali pada tunangannya, sang dokter yang masih setia menantinya. Kepada Sang Doo, Eun Hwan berkata bahwa ia akan menikah dgn dokter, mungkin lebih dulu dr waktu pernikahan Sang Doo. Eun Hwan juga memohon agar Sang Doo tidak memisahkan Moon Sera dr ibu angkatnya. Kemudian Eun Hwan melangkah pergi. Sang Doo patah hati namun tidak berkata apa2 dan tidak mengejar Eun Hwan.

Pernikahan Eun Hwan ditentang oleh ibu sang dokter, dan juga ibu dan adiknya yang sebelumnya amat mendukung sang dokter. Ibu Eun Hwan bahkan meminta sang dokter agar melepaskan Eun Hwan krn Eun Hwan tidak akan bahagia berada bersama dengan dirinya krn Eun Hwan hanya mencintai Sang Doo saja dan selama 10 tahun berpisah Eun Hwan masih tetap mencintai Sang Doo dan tidak bisa melupakannya.

Sang dokter (herann.. lagi2 gua lupa nama perannya dia, haha.. :P Maap ya, dokter!) kemudian pergi ke rumah Sang Doo dan memutuskan untuk 'menyerahkan' Eun Hwan pada Sang Doo. Sang dokter meninggalkan map beserta alamat gereja tempat dirinya dan Eun Hwan akan melangsungkan pernikahan keesokan harinya.

Keesokan paginya ketika Sang Doo memutuskan untuk 'menyusul' Eun Hwan di gereja, dua orang detektif (atau polisi?) menghadang langkahnya dan akan membawa dirinya ke kantor polisi terdekat untuk menginterogasinya sehubungan dengan laporan salah seorang 'nyonya' yang sakit hati ketika mengetahui Sang Doo adalah seorang gigolo yg selama ini telah memanfaatkan uangnya!

Ketika sang detektif sedang memborgol sebelah tangannya, Sang Doo berhasil melarikan diri untuk menemui Eun Hwan. Sambil menyembunyikan sebelah tangannya yang diborgol di balik jasnya, Sang Doo bilang ke Eun Hwan bahwa tidak akan ada pernikahan hari itu karena sang dokter sudah memutuskan untuk terbang ke Amerika seorang diri.

Eun Hwan tidak percaya dan memutuskan untuk terus menunggu dokter yang tetap tidak tiba sampai sore hari. Dengan gontai Eun Hwan beranjak keluar dari gereja sambil menenteng gaun pengantinnya. Di luar Sang Doo yg selama ini setia menunggu, menahan kepergian Eun Hwan dan memohonnya agar menemaninya selama sekitar 4 jam.

Eun Hwan yang bete terus menerus menolak namun Sang Doo tetap keukeuh mengikutinya. Akhirnya Eun Hwan mau juga setelah Sang Doo berjanji setelah Eun Hwan menemaninya selama 4 jam maka abis itu Eun Hwan tidak akan melihat dirinya lagi.

Mereka menghabiskan beberapa jam berikutnya dengan bersama2, yang mana Eun Hwan masih saja menangisi sang dokter yang tidak datang sementara Sang Doo berusaha 'merekam' wajah Eun Hwan dalam pikirannya.

Dalam perjalanan mengantar Eun Hwan kembali ke rumahnya, mereka bertemu dengan ibunya Eun Hwan yang kemudian mengundang Sang Doo untuk makan malam di rumah mereka. Sang Doo awalnya menolak tapii setelah terus didesak akhirnya dia mengikuti Eun Hwan pulang ke rumahnya. Eun Hwan yang masih bete langsung masuk ke kamarnya. Jadilah Sang Doo makan hanya ditemani oleh ibunya Eun Hwan dan adiknya. Ketika hendak mengambil minum, Sang Doo lupa akan borgol yang masih menempel di tangannya sehingga ibu Eun Hwan dan adiknya bisa melihatnya. Sang ibu lalu meminta agar Sang Doo bermalam di situ.

Keesokan paginya Sang Doo meninggalkan rumah Eun Hwan tanpa mengucapkan selamat tinggal, dan ia langsung bergegas menuju rumah sakit untuk menemui Cha Bori, anak yang amat disayanginya.

Sang Doo membuat Bori berjanji untuk kembali sehat dan menuruti setiap perkataan dokter dan tidak menanyakan tentang dirinya. Kepada Bori, Sang Doo bilang kalo dia akan pergi dlm perjalanan bisnis ke tempat yang jauh untuk waktu yg lama.

Selesai menemui Bori, Sang Doo pun menyerahkan diri pada detektif yg telah menunggunya. Eun Hwan segera lari ke rumah sakit ketika mengetahui perihal penangkapan Sang Doo dari adiknya dan ia tiba tepat ketika Sang Doo digiring masuk ke dlm mobil.

Eun Hwan mengejar mobil tersebut sambil menangis dan terus bilang ke Sang Doo bahwa ia berbohong ketika ia bilang bahwa ia sudah lelah menunggu Sang Doo.. Eun Hwan bilang ia akan menanti Sang Doo sampai kapan pun.

Selama Sang Doo dipenjara, Eun Hwan mengunjunginya secara rutin. Ketika Sang Doo akhirnya dibebaskan, Eun Hwan mengajak Bori untuk menjemput ayahnya. Dalam perjalanan ke tempat Sang Doo, Eun Hwan bertemu dengan sang dokter yang baru kembali dari Amerika dan juga datang untuk menjemput Sang Doo yg telah mengubah banyak hal dlm dirinya.

Sang Doo yang sedang berjalan bersama dengan pamannya (yg btw, udah kembali aktif menjadi gigolo selama Sang Doo dipenjara, huehehe..) melihat mereka bertiga di seberang jalan. Waktu terasa berhenti berputar ketika pandangan matanya bertemu dengan Eun Hwan.

I don't know what comes to Sang Doo's mind, pastinya abis itu dia membalikkan badan dan menjauh dr tempat Eun Hwan. Eun Hwan yang ngga rela untuk kembali kehilangan Sang Doo tanpa ragu2 langsung berlari mengejarnya tanpa memperhatikan keadaan lalu lintas. Sang Doo yang mendengar jeritan serta deruan truk yang sedang melaju kencang, langsung berlari ke arah Eun Hwan untuk menyelamatkannya. Keduanya tampak tak bergerak dalam keadaan berpelukan berlumuran darah.

Cerita bergulir.. Cha Bori mendapatkan donor yang cocok untuk pencangkokan sumsum tulang belakang sehingga dia kini menjadi anak yang sehat dan tidak harus menghabiskan semua waktunya di rumah sakit. Moon Sera telah menikah dengan seorang duda beranak satu bernama Sang Doo dan juga mereka mempunyai seorang bayi perempuan bernama Yuri.

Di tempat lain di sebuah pedesaan kita bisa ngeliat Sang Doo kembali menjadi satpam dan Eun Hwan menjadi guru tapi mereka berdua hidup berbahagia dan telah mempunyai seorang anak perempuan.

=the end=

Huaaa.. D!! Nih film aslii bagus dhee!! Huhuhuhu.. mana sukses menguras airmata pula! *ihikss*

Buat yang belum pada nonton, buruan dhe cari serial ini terus nonton, ihikss.. mudah2an seeh kalian akan mendapatkan kesan yang sama kalo nih film bagus, huehehe.. :P

Anywayy.. buat yang udah nonton, gua mo nanya donkss.. itu endingnya ceritanya si Sang Doo ama Eun Hwan emang masih idup atau mereka tuh 'bersatu'nya di alam yang lain?!

Pokok'e.. nih seriap TOP dhe, D!

One main thing yang bisa ditangkap dari serial ini adalah.. if you want to be a gigolo, make sure you can run fast, just in case you get caught by the husband(s)! Hahaha.. :P

Oh iyaa.. buat spoiler neehh.. si Sang Doo itu sebenernya bukan ayah kandungnya Cha Bori lhoo! Tapii dia baru tau ini setelah 7 tahun gedebak gedebuk cari uang ke sana sini untuk mengobati Bori. Tapii ketika akhirnya Sang Doo tahu bahwa ia telah dibohongi oleh Moon Sera, Sang Doo udah terlanjur sayang ama Bori dan tidak bisa menganggapnya bukan anaknya sendiri.

Sang Doo bilang, Moon Sera ma Bori mungkin bisa hidup tanpa dirinya tapii dia tau dia ngga akan bisa hidup tanpa Bori karenanya Sang Doo rela 'melepas' Eun Hwan ketika diharuskan memilih antara Eun Hwan atau Bori!

Sang Doo mungkin menempuh jalan yang salah namun rasa sayangnya ma si Bori patut diacungi empat jempol dhe, D! Sang kepala sekolah yang mempekerjakannya ampe bilang, "You're a good guy. Most men pasti bakal runaway ketika dibilang akan punya anak!" terutama karena Sang Doo baru berusia 20 tahun ketika Bori lahir.

Sang Doo itu juga bukan tipe orang yang suka 'memamerkan' kebaikan yang telah dilakukannya. Kepada Eun Hwan sekalipun dia tidak pernah menceritakan soal dirinya yang dipenjara. Eun Hwan mengetahuinya dari teman sekolah mereka yang sebenarnya telah dipaksa berjanji untuk membawa mati rahasia tersebut dan tidak memberitahunya ke Eun Hwan. Tapii sang teman akhirnya terpaksa membocorkannya karena ngga rela mendengar Eun Hwan meninggalkan Sang Doo setelah segala pengorbanan Sang Doo untuk dirinya!

Dari temannya itu pula Eun Hwan baru tau bahwa ortu angkatnya Sang Doo langsung cabuts ke Amerika di hari Sang Doo ditahan! Karena itu pula Sang Doo bertekad untuk tidak menelantarkan Bori ketika dia tahu bahwa Bori bukanlah anak kandungnya. Sang Doo telah berjanji pada dirinya sendiri, biarlah dia menjadi anak terakhir yang ditelantarkan oleh orang tuanya, tapi dia tidak akan menjadi orangtua yang menelantarkan anaknya!

Sayangnya.. Sang Doo tipe yang suka menyimpan segala sesuatunya sendiri.. dia kaga mo berbagi beban, bahkan dengan orang yang disayanginya sekalipun, Sang Doo terbiasa menanggung semua penderitaannya seorang diri. Bahkan di rumah sakit sebelum menyerahkan diri pd polisi, Sang Doo hanya menangis seorang diri di toilet rumah sakit.

Tapii cintanya mereka ya 'boo.. sesuai dengan ungkapan yg bilang bahwa 'first love never dies'.. Jadi biar kata di depan mata ada calon yang lebih baik sekalipun, yang namanya hati ngga bisa dibohongi..

How does it feel like to love someone that deep that you're willing to sacrifice yourself for the one you love ya, D?! And how does it feel like to be loved by that someone?! Huehehe.. sesi ngayal lagi dhee.. kalo diterusin bisa gaswat neehh, karena kata Oprah, kita tuh udah 'diracuni' oleh romantisme ala film yang mana ketika akhirnya di kehidupan nyata ngga menemukan that kind of romantism, jadinya kuciwa dhe aww!!

Okee dokee, D, segitu dulu dhe cerita gua soal film yang sukses bikin gua sakit kepala lantaran kurang tidur saking penasarannya pengen terus lanjutin nonton, huehehe.. nih film juga sukses bikin idung gua mampet tersumbat lantaran kebanyakan nangis pas nonton, hahaha.. mata sembab, hidung tersumbat, sakit kepala! Great.. Tapii I don't mind dhe kalo filmnya sebagus ini, haha..

Have a lovely day, D! Ciaooo..


Topic ended on Sunday, June 24, 2007 at 4:16 pm

~.*.~   

Hahaha.. lucu juga, ketika gua membaca ulang postingan ini, beberapa adegan dalam film itu kembali melintas di kepala gua, ahahaha..

Kayanya masih banyak film yang perlu gua dokumentasikan dalam postingan nih :D

Semoga kaga lupa ceritanyaa :p

Topic ended : Sabtu, 27 November 2010 (11:09 pm)

-Indah-

Monday, November 22, 2010

Enjoy Aja : Busy While Waiting

 Gambar diambil dari :
http://www.wallpaperez.info/children/Bus-Stop-Waiting-690.html


Topic starter : Selasa, 23 November 2010 (11:11 am)

Kadang yaa kalo membaca2 postingan lama yang kita tulis itu suka menarik yaa, suka timbul perasaan, "Heeh? Gua pernah nulis itu yaa?", atau nggaa.. "Waah, dulu kok perasaan apa yang gua tulis tuh lebih berisi yaa dibanding yang belakangan isinya cuman ngalor ngidul?!", wakakakakak..

Naahh.. berhubung kemaren ini gua sempet hijrah blog jadilah dapat copy-an dari blog lama yang jumlahnya ratusan, wakakakakak.. maklum, lagi bawel :p

Nahh.. tadi pas ngubek2 ada yang menarik neehh..

Dan masih menyinggung "Topeng Kaca" githu lhoo, huahaha.. jadi jelas amat sangat layak untuk ditampilkan di tempat yang lebih umum :p

~.*.~

kamis 15/4 (1:15 pm)

salah satu hal yang bikin gua cintaa bangets ama komik 'topeng kaca' itu adalah karena you really have lots of things to learn from the story and its characters!

yupp.. banyak bangets yang bisa dipelajari dari komik yang walau udah 40an volume ini and udah terbit dari sejak 30an tahun yang lalu tapi belon juga menemui akhiran kisahnya, hahaa :p

nah yang mo gua bahas kali ini adalah yang berhubungan ma judul postingan 'busy while waiting'.

menunggu. menunggu itu salah satu pekerjaan yang menyebalkan, hahaha.. terutamaa kalo ngga tau apa yang ditunggu and sampai kapan harus menunggu, iya khan?

ada salah satu adegan di mana si koji yang harus berperan sebagai isshin dalam lakon 'bidadari merah' ini mo belajar seni memahat sama salah satu pemahat patung buddha yang terkenal. gua lupa kisah pertemuannya gimana, singkat cerita si koji ketemuan ama nih bapak yang sehari2 bekerja di kantor catatan sipil.

koji heran kok nih bapak ngga buru2 memahat patung buddha malah sibuk mengukir2 kayu kecil berbentuk bujur sangkar.

si koji nanya, 'pak, apa ngga pengen mulai mahat?'

si bapak menjawab, 'tangan saya udah gatal bangets pengen mahat tapi saat ini saya harus menunggu.'

'nunggu apaan, pak?'

'nunggu sang buddha menampakkan wujudnya. sementara menunggu, saya melatih diri supaya ngga kaku.'

nah itu diaa..

menunggu itu kadang bukan berarti berdiam diri and ngga ngapa2in ajaa.. tapii.. tetap melakukan sesuatu yang mendukung apa yang sedang ditunggu!

nah nahh.. gua juga lagi dalam tahap menunggu, hahaha.. menunggu tokoh2 cerita yang diniatkan bergabung dalam satu jalinan cerita menjadi sebuah buku menampakkan diri, hihihi..

sementara mereka belon nongol, marii.. nulis2 di blog dulu, ahahaha..

sekarang ini sebenernya si clody yang lagi berteriak2 di kepala gua, hihihi.. bentar yaa, clodyy.. bentar lagi akan gua tamatkan kisahmu dalam penyelamatan paus :p

yukk aahh.. mumpung semangat, marii kita lanjutkaann sebelon tuh ide menguap!

*susahnya jadi penulis yang mood2an, ahahaha..*

kamis 15/4 (1:36 pm)

~.*.~

And huaa.. sekarang udah bulan 11 tapi gua belon juga menyelesaikan petualangan si Clody menyelamatkan paus, huhuhu.. itu khan artinyaa.. udah 7 bulan lebih di Clody dibiarkan menggantung di udara, mana udah kaga kedengeran pula kabarnya, hikss..

Topic ended : Selasa, 23 November 2010 (11:53 am)

-Indah-

Wednesday, November 17, 2010

Song : Still Beautiful

Gambar diambil dari :
http://www.whyfame.com/gossip/jessica_simpson_gets_allusive_at_her_virgina_concert_10058


Youtube link :
http://www.youtube.com/watch?v=Lam0yEm2t2w


Topic starter : Kamis, 18 November 2010 (6:59 am)

Ini lagu sebenernya udah lumayan lama sih plus udah pernah gua posting juga di blog gua lainnya yang mana gua udah lupa postingnya di blog yang mana, huahahaha..

Tapi gua pikir berhubung lagunya enak and liriknya meaningful, jadi ngga ada salahnya untuk dishare kembalii ;)

Mari nikmati lagunya and yang mo menyimak liriknya buat sekalian dinyanyiin bareng ataupun direnungkan, yukk marii kita pantengin liriknya bersama2 :p

~.*.~

"Still Beautiful"
Jessica Simpson

I have always believed
God won't give me
More than I could handle
But sometimes when it's so hard
And I'm falling apart
I wonder if I can take this hurt
I'm going through
But I know no matter what I do

They won't all be sunny days
Life's gonna bring down some rain
But after it's over
I'll be that much stronger for the pain
So even when I'm sad
I know everyday I have is still beautiful
Still beautiful

There have been times in my life
When all of my skies were blue
And were so wide open
But lately all of my dreams
Seem so out of reach
And everything feels so broken
But it can't last too long
So I'll just keep on holding on

They won't all be sunny days
Life's gonna bring down some rain
But after it's over
I'll be that much stronger for the pain
So even when I'm sad
I know everyday I have is still beautiful

We're all gonna cry sometimes
We're all gonna hurt sometimes
But it takes the good and the bad
The happy and sad
To make you feel alive

They won't all be sunny days
Life's gonna bring down some rain
But after it's over
I'll be that much stronger for the pain

They won't all be sunny days
Life's gonna bring down some rain
But after it's over
I'll be that much stronger for the pain

I know I'll be alright
Long as you're here by my side
So even when I'm sad
I know everyday I have is still beautiful
Still beautiful

~.*.~


Selamat menikmati hari demi hari dalam kehidupan ini dan baik hujan maupun ketika matahari bersinar terang dalam kehidupan kita, kiranya kita bisa tetap mensyukurinya ;)

Ciaaooo!

Topic ended : Kamis, 18 November 2010 (7:14 am)

-Indah-

Sunday, October 24, 2010

Books : The Borrowers

 Gambar diambil dari :
http://www.fantasticfiction.co.uk/n/mary-norton/borrowers.htm



My rating: 4 of 5 stars


Ini adalah buku pertama dari seri "The Borrowers", gua bacanya justru buku yang kedua dulu, "The Borrowers Afield", ahahaha.. itu juga belinya iseng2 aja karena tertarik ama cover *duhh.. biasa dhee :p* Dibaca2 ternyata ceritanya asyik, salah satu buku yang berhasil membawa gua 'masuk' seakan2 menjadi salah satu tokoh dalam cerita githu dhee..

Soo.. dengan ekspektasi yang sama gua memulai membaca buku pertamanya ini, I gotta sayy.. baca buku ini dimulai dengan amaaaattt sangaaaatttt lambaaaaattt bangettttssss.. ntah campuran antara mood baca gua yang belon balik, ataupun karena saking udah kelamaan ngga baca2 buku, otak gua jadi rada lamaa panas and bisa konek ama ceritanya, wakakakakak..

Baru baca 30an halaman awal, gua tinggal sampe sekian bulan sebelon gua tergerak untuk melanjutkan membacanya kembali hingga tuntas, and.. I love it!

Walau greget and sensasinya masih di bawah ketika gua membaca buku ke-2, tapi buku yang satu ini tetap menawarkan suatu petualangan yang seru buat gua.. menarik bangets khan kalo kita bisa ketemu makhluk yang semuanya itu sama bangets ama manusia biasa, kecuali ukuran tubuh mereka yang mungil! Kebayang ngga sih kalo dengan ukuran tubuh sekecil itu, apa2 yang biasanya kita anggap sebagai barang remeh temeh and ngga guna tuh ternyata bisa bermanfaat bangets buat kaum Borrowers, seperti misalnya peniti yang dijadikan semacam gembok githu, huahahaha..

Nih pengarang pasti suka ngayal, hihihi.. asyik ya kalo bisa menghidupkan benda2 yang selama ini kita lihat and at times take for granted terus menciptakan suatu dunia tersendiri githu, ugghh.. pengeeeenn bisa nulis kaya githuu! Dunia yang berbaur antara kenyataan ama alam khayalan, huaa.. keren dhe aww!

Jadi yaa.. buat yang suka ama cerita2 anak2, ngga ada salahnya melirik buku yang 1 ini, total serinya ada 5 buku but you can grab any book and start reading karena ceritanya itu nyambung tapi tiap seri berdiri sendiri githu dhee, menceritakan petualangan keluarga Clock di satu tempat tertentu ;)

Yukk yaakk yuukk.. mari kita bacaa!!

-Indah-
Mon 25/10 (12:08 am)


Monday, September 6, 2010

In The Mood For Drawing

Gambar diambil dari : koleksi pribadi


Topic starter : Selasa, 7 September 2010 (11:22 am)

Belakangan ini lagi back to drawing mode again neeh, ahahaha.. masih belon ada yang baru, masih menghias2 huruf aja :p

But I love it.. lumayan buat selingan kalo lagi bosen online, ahahahaha..

Dan lagi lumayan lah buat latihan tangan.. khan sering dibilang banyak latihan jadi makin mahir, hihihi..

Enjoy the pictures..





Topic ended : Selasa, 7 September 2010 (12:06 pm)

-Indah-
a wonderer soul

Friday, June 25, 2010

It's More Than Just Statistic!

Gambar diambil dari :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8U0LrcxkFqc15wmksP_tTHooZgLK_xnwTsKJdveDPRw-ylImx_84HdN9KDwbPIYBOyz7p0u2t1jgtkleMPc0ZY2m7xjb0C1eYs1UCpjF2p2qskvEdTEXXDYPNi3E84-ScI4HVYYkzGzIa/s400/statistic.jpg


rabu 26/5 (5:45 pm)

9/11.

tadi di koran sore gua melihat sebuah berita, hmm.. bukan berita sih tepatnya tapi kaya kolom iklan bergambar githu dhe, sekilas baca gua pikir itu pemberitahuan tentang meninggalnya seseorang, karena nama yang disebutkan itu familiar, gua lalu bilang ke nyokap yang kebeneran lagi lewat di dekat tempat gua baca tuh koran.

kata nyokap, "lho? dia khan meninggalnya udah lama!"

heh?

barulah gua baca dengan teliti, ternyata orang tersebut meninggal di tahun 2005, tepat 5 tahun yang lalu dari tanggal hari ini.

ntah kenapa hal ini langsung membawa gua kembali ke salah satu tayangan oprah sehabis tragedi 9/11.

gua sampe mencari tahu via google untuk memastikan bahwa tragedi 9/11 itu benar terjadi di tahun 2001 which means tahun depan akan genap 10 tahun!

back to oprah.

si oprah bilang dalam tragedi massal macam ini biasanya itu orang akan lebih fokus ke berapa banyak jumlah korban keseluruhan and pada akhirnya tragedi ini hanya akan dikenang secara statistik aja.

as always, gua lupa tepatnya si oprah ngomongnya gimana tapi yang gua inget kurang lebih seperti itu.

and juga membawa gua kembali ke salah satu postingan temen nablopomo yang berkesan buat gua, postingan yang dibuatnya ketika dia menceritakan tentang dirinya yang berusaha kembali menjalani hidup 'normal' sepeninggal teman baiknya yang pergi untuk selamanya.

buat sebagian besar di antara kita yang ngga terkena imbas langsung dari tragedi2 massal semacam kerusuhan 98, 9/11, bom bali, dllsb.. ngga butuh waktu lama untuk kembali ke our normal life and seiring waktu mungkin kita cenderung 'lupa' kejadian itu terjadi di masa kita hidup, bukan bagian dari sejarah yang hanya kita baca di buku2 sejarah aja.

life goes on. everything's back to normal again, as it should be.

tapi bagaimana dengan mereka2 yang ditinggalkan? bagaimana dengan keluarga2 and orang2 terdekat dari para korban?

untuk mereka life will never be the same again!

karena that day.. on that fateful day.. they have lost someone they loved.. someone who meant so much for them.. someone they cared..

seseorang itu bisa aja seorang suami, atau istri, anak, ayah, ibu, kakak, adik, sepupu, oom, tante, keponakan, oma, opa, tunangan, kekasih, bos, anak buah, guru, murid, teman, sahabat, dllsb..

life will never ever be the same again.

and buat apakah semuanya itu harus terjadi?

karena apakah semuanya itu terjadi?

kenapa harus ada pertumpahan darah?

sudah pasti bukan karena cinta.

kebencian.

ya, hanya kebencian yang bisa menyebabkan kerusakan separah itu.

siapakah sesungguhnya kita, manusia, sehingga kita merasa berhak untuk merenggut nyawa manusia lainnya?

tidak pernahkah terpikirkan oleh para pelaku, bagaimana jika yang menjadi korban adalah keluarga mereka sendiri, orang2 yang mereka sayangi?

but then again.. kalo mereka bisa memikirkan seperti itu, this thing might never happen on the 1st place!

dan umumnya kebencian terjadi karena perbedaan.

ngga menutup kemungkinan karena terlalu sama, tapi gesekan itu lebih sering terjadi karena satu sama lain berbeda.

kenapa harus menyikapi perbedaan dengan kebencian?

kenapa harus menyatakan kebencian melalui kekerasan?

kita memang diciptakan berbeda satu dengan yang lainnya.

betapapun kita memiliki persamaan, tidaklah mungkin kita 100% sama.

kenapa kita ngga bisa menghormati perbedaan di antara kita?

kenapa ngga mencoba mengerti satu sama lain?

kenapa harus meruncingkan perbedaan yang ada?

kenapa harus memaksakan?

kenapa harus merasa diri yang paling benar?

mungkin in years to come, kita hanya akan mengingatnya sebagai bagian dari sejarah kelam perjalanan bangsa ini dalam mengarungi kehidupannya.

tapi somehow somewhere.. someone's life has changed drastically because of this tragedy.

and untuk mereka.. this is more than just statistics!

history will surely repeat itself.. just as long as you don't see nothing wrong.. so you will keep doing the same thing all over again.. and in time.. just wait and see.. for the same 'tragedy' will happen again and when that happens.. don't wonder in disbeliefs.. for you've known something's definitely wrong but no one care enough to make some changes..

untuk semua yang merasakan akibat secara langsung ataupun ngga langsung, semoga kalian diberikan kekuatan.

and untuk para pelaku, semoga kalian diberikan kesadaran bahwa apa yang kalian lakukan itu salah. semoga kalian diberikan cukup waktu untuk bertobat.

we only live once here on earth.. why can't we live in peace?

rabu 26/5 (6:34 pm)

Sunday, June 20, 2010

Short Stories : Luna

Gambar diambil dari :
http://pixdaus.com/pics/1256638896PJtFatt.jpg


Topic starter : Minggu, 23 Mei 2010 (11:23 pm)

Luna. Namanya Luna, atau setidaknya demikian aku memanggilnya karena aku belum pernah benar-benar berkenalan dengannya secara langsung. Aku hanya sering mendengar orang-orang di sekitarku memanggilnya demikian jadi aku pikir pasti itu namanya.

Luna, ia berada begitu jauh di tempat yang tidak tergapai olehku, betapapun aku mencoba mengulurkan tanganku sejauh yang kumampu, tetap saja aku tidak bisa meraihnya.Sosoknya tampak begitu berkilau di mataku. Seringkali aku menangkapnya  mengerling manja untuk kemudian tersenyum malu-malu ketika mendapatiku sedang memandangnya dari kejauhan.

~>> untuk cerita selengkapnya, silahkan baca di Kumcer Kampung Fiksi <<~

Topic ended : Selasa, 15 Juni 2010 (7:58 pm)

-Indah-
the soul traveller

Thursday, February 11, 2010

Oh, Cordelio!!

Gambar diambil dari :
http://www.philipsparke.com/images/MerryGoRound.jpg


Topic starter : Jumat 12 Februari 2010 (1:21 am)

Ntah kenapa hari ini gua lagi demen ngubek2 postingan gua di berbagai blog yang gua punya.

Sometimes I'm amazed on what I used to write, ahahaha.. narsiiss :p

Ngga dinks..

Sebenernya "narsis" itu salah satu kata yang gua ngga suka, ahahaha.. kesannya itu lhoo.. gimana yaa? Yaa.. gimana dhe githu!

*sungguh ngga jelas!*

Tadi sebenernya udah sempet melihat2 beberapa postingan yang pengen gua repost di blog ini but since that blog is kinda a private blog for me, so gua musti ngubek2 di Multiply aja dhe soalnya gua inget pernah mosting di MP juga, hihihi.. kalo blog MP mah ngga apa2 dhe 'terbuka' dikits, ahahaha..

Anywayy.. today's post diambil dari :

http://living-in-wonderland.blogdrive.com/comments?id=147

Originally posted on Kamis, 11 Juni 2009, waahh.. Cordelioo.. udah hampir setahun kita berpisah!!

Berikut isi postingannya : (and udah gua modif dhe and di-cut supaya bisa stick ke main-nya ajaa :p)

~.*.~

Sambil menunggu Gwen yang asyik memilih roti di Breadtalk, gua mengajak Lynn untuk melihat wahana Merry Go Round (alias komedi putar) dari dekat.

Being so close hingga merapat sampai dengan pagar pembatas, sambil melihat para kuda yang mulai bergerak berputar dalam suatu gerak naik turun berirama yang könstan, perhatian gua pun sesekali beralih kepada wajah anak2 yang duduk di atas kuda aneka warna tersebut.

Lalu gua mencoba memanggil kembali kenangan masa lalu di mana gua baru pertama kali melihat wahana íni, apa ya yang gua rasakan? Tapi gua ga berhasil mengingatnya.

Jadi gua kembali memperhatikan anak2 itu dan coba membayangkan perasaan anak2 itu ketika mereka pertama melihat dan memasuki wahana komedi putar.

From adults' point of view, Merry Go Round mungkin hanyalah sebuah permainan membosankan yang kurang memacu adrenalin karena hanya berputar2 dalam lingkaran, what's the fun?

But from the eyes of the children, they might see things differently.

Mungkin bagi mereka, ketika melihat komedi putar, ibarat memasuki dunia khayal yang gemerlap penuh warna dan menyilaukan namun menimbulkan hasrat untuk melangkah maju dan menjadi bagian dari dunia penuh siraman cahaya itu.

Dalam pandangan mata seorang anak, pemandangan yang tersuguh di hadapan mereka itu mungkin terlihat sedemikian memukau. Terlebih untuk mereka yang telah akrab dengan dongeng yang menceritakan soal pangeran dan putri kerajaan yang mana sang pangeran biasanya itu berkuda ketika menyelamatkan sang putri.

Naahh.. di Merry Go Round ini khan semuanyaa kuda, eehh.. ngga semuanya dinks, ada juga yang model kereta githu, tapi mostly mang kuda yang di-cat berwarna warni ceria, pokoknya colourful bangets dhe, and memanjakan imajinasi, hihihi..

Who knows.. mungkin ketika mereka menaiki kuda2an itu, dalam dunia khayalan mereka, mereka membayangkan diri mereka sebagai seorang pangeran yang sedang menaiki kuda sambil memegang tombak khayalan, menikmati setiap derapan langkah kuda menuju istana sempat sang putri raja dikurung oleh penyihir yang jahat.

Atau mungkin mereka membayangkan diri sebagai seorang cowboy, yang dengan gagah berani sedang mengejar segerombolan penjahat berkuda yang melarikan diri dari kejaran aparat keamanan setempat? Sesekali meraba pistol di saku celananya dan mengajak kudanya untuk mempercepat derap langkahnya.

Atau.. atauu..

Ntahlahh.. apa yang sebenarnya ada dalam pikiran anak2 itu ketika mereka sedang duduk di atas kuda yang bergerak naik turun diiringi lantunan musik yang membuai itu.

Akan tetapii.. at that time sambil menunggu Gwen dan memandang wajah anak2 itu.. I so wanted to be part of that WonderLand.

To be able to see things in the most beautiful ways.

I sometimes have forgotten how to enjoy the simple things.

So consumed in with my own problems that I failed to see that the world still go around.

I failed to see the wonders of life.

Everything became monotonous and boring.

Pernah denger khan berapapun usia kita, we must keep our inner child alive.

Kenapa?

Karena anak2 mampu menghargai dan menikmati apa yang mereka lihat.

Mereka lebih bisa melihat sisi keindahan dari hal2 sederhana yang oftentimes we took for granted.

They can laugh on nothing particularly funny.

Mereka bisa menikmati apa yang ada di sekitar mereka.

Dan seringkali tanpa kita sadari, justru kitalah yang perlahan2 membunuh hal itu dalam diri mereka.

Ketika mereka dengan bersemangatnya menceritakan hal yang menurut mereka menarik, kita terlalu sibuk untuk mendengarkan dan menganggap apa yang mereka ceritakan itu ngga penting buat kita bela2in meluangkan waktu untuk mendengar,

Apa seehh serunya denger cerita tentang cacing, atau ulat, atau lelucon ngga lucu yang mereka dengar dari teman mereka di sekolah tadi siang?

Ketika tawa mereka berderai memenuhi udara ruangan, kita bertanya apa yang lucu sehingga mereka tertawa sampai sedemikian hebohnya.

Ketika mereka menceritakannya, bukannya ikut tertawa bersama mereka, kita malah bilang ngga ada yang lucu kok ketawa.

Oucchh..

In times of troubles, the ability to laugh itu penting and perlu.

Gua pernah denger ada yang bilang bahwa tertawa itu bisa mengurangi kadar stress.

Tentu aja bukan berarti masalah kita jadi menghilang dan menguap di udara, kita ya tetap harus menyelesaikannya.

Akan tetapi ketika beban di pundak dan pikiran udah mulai berkurang, biasanya jadi bisa mikir dengan lebih jernih and heyy.. ternyata masalahnya ngga seberat yang selama ini kita pikirkan toh.

Anak2 pula lah pemilik Surga karena mereka mampu untuk percaya Tuhan sepenuhnya. Mereka lebih penurut dan ngga membangkang dalam mendengarkan perintah Tuhan.

Mereka lebih takut akan hukuman dan dosa dibandingkan dengan orang dewasa.

And I want to be like them.

I want to be able to see things in a more colourful way.

Mereka lebih bisa dan mau mendengarkan orang lain.

I want to be able to laugh on particularly nothing.

Seringkali kita merasa kita perlu untuk mengajari mereka banyak hal to survive di dunia ini walau seringkali juga surprisingly justru merekalah yang mengajarkan kita tentang banyak hal yang dulu pernah ada dalam diri kita tapi telah lama kita lupakan seiring dengan pertambahan usia kita.

Children with their innocent eyes can see the beauty in everything they see.

Children with their unsuspicious mind are not prejudice on people they just know.

Children with their loving nature can express their feelings without being afraid of rejections.

And indeed they teach us to put things back into the right perspective again.

They're more forgiving than us.

Betapapun seringnya ketika bertengkar, mereka melontarkan perkataan tidak mau berteman lagi dengan teman mereka yang membuat mereka merasa kesal dan marah, tak lama berselang, mereka bisa kembali main bareng dan melupakan kekesalan mereka tanpa menyimpan rasa dendam.

Btw, kenapa judul nih postingan gua namakan "Cordelio"?

Karenaa..

Sambil ngeliat kuda2 yang berputar ituu, gua ngajak si Lynn untuk memilih satu kuda kesukaannya, hihihi.. and gua pilihan gua berwarna coklat dengan wajah yang paling ramah dan bersahabat (and of course paling cakeps donks :p) and I named him.. Cordelio, wakakakakak..

Jadinya tiap kali Cordelio lewat di depan gua, gua pake acara melambaikan tangan buat dia *untung tuh arena permainan sepi :p*

Gua sempet moto sih tapi di sini rada ribets buat upload, jadi fotonya nanti gua taruh di Facebook aja dhe :D

See yaa..

-Indah-

~.*.~

Hmm.. hmm.. yupp.. sepertinya ini "message" yang perlu gua dengarkan lagee, ahahaha..

Lagi mikir2 mo ngegabungin berbagai macam blog gua dalam satu tempat, hmm.. Blogspot bisa ngimport file2 di Blogdrive ngga yaa? Soalnya blog2 gua dulu kebanyakan di Blogdrive.

Aahh.. belon lagi ada 2 Blogspot yang gua udah kaga inget username and password-nya, ahahaha.. parah!

Anywayy..

Wonderland.

Ntah kenapa kata itu memukau gua.

Nope.

I'm not a fan of Alice in Wonderland, gua bahkan baru tau tentang Alice beberapa waktu belakangan and I hate the cat dengan seringainya yang terlihat menyeramkan itu!

Plus.. ketika gua nonton film kartunnya.. hmm.. ngga terlalu demen sih mungkin karena it's kinda a "dark" cartoon for me sementara gua khan sukanya yang colourful and happy go lucky githuu..

Walau tetepp.. ntar yang versi 3D yang ada Johnny Depp-nya sih pengen nonton juga dhe aww, ahahahaha :p

Back to Wonderland.

Iyaa..

Mungkin karena I like wondering about things.. soo many things.

Sehingga being in Wonderland itu terasa bagai "impian".

There in Wonderland you can wonder about anything without having people who tell you not to wonder about certain kind of things in life.

Wonderland.

Hmm.. seems like a perfect place to be, ehh?

And I'd really love to be able to appreciate the wonders of life for each thing that we see is a miracle, if only we realize how truly blessed we are to still be alive ;)

Cordelioo.. kangeeeenn!!

Foto dirimu ada di kompie lama and tuh kompie udah lama kaga dinyalain, ngga tau dhe masih bisa nyala apa kaga, huhuhu..

Besok2 kalo gua ke MOI semoga ngga lupa untuk menyambangi dirimu yaa..

I'm wondering whether you'll still remember mee?! ^o^

Night night, Cordelio.

It's time for me to go to bed now.

Maybe we can meet in dreams?

Topic ended : 12 Februari 2010 (1:39 am)

-Indah-
the soul traveller

The Dream : Wedding

 
Gambar diambil dari :
http://www.download-game-demo.com/images/arcadeimages/dream-day-wedding-screen4-ref.jpg

Topic starter : Kamis, 11 Februari 2010 (9:15 pm)

Ahahaha.. gara2 baca postingannya Kezia di blog Womenstalk jadi keinget ama mimpi yang gua alami about a year ago.

Ngga inget sih tepatnya kapan (kalo dari postingan di blog tuh sekitar bulan Maret) cuman masih kesisa2 dikits dalam ingatan karena mimpinya rada aneh, ahahaha..

Taken from my other blog :

http://living-in-wonderland.blogdrive.com/comments?id=105

~.*.~

Do you believe that dream has a meaning?

Bukan hanya sekedar bunga tidur belaka?

I do!

And itu yang bikin gua jadi rada parno gara2 mimpi gua semalam, huehehehe :p

Pernah denger ngga kalau ngimpiin orang meninggal padahal tuh orang masih hidup, artinya orang itu bakal panjang umur.

Sementara kalau ngimpiin orang married padahal dia masih lajang, katanya seeh, katanya nih lho ya, dia bakal meninggal!

I know.. I know..

We're all gonna die when our time is up!

Tapi tetap aja kalau ada yang memimpikan kita yang artinya mimpinya adalah kita akan meninggal, rasanya gimanaa githu..

And I always wonder..

What if you were dreaming about yourself, does that dream have the same meaning?

And that was my dream was all about last night!

I dreamed of my wedding day!

I was all dressed up in a wedding gown, inside a church and I could see clearly the face of my husband to be!

Ini rada aneh karena sometimes gua suka memimpikan seseorang tapi wajahnya selalu blurred.

Tapi ketika gua menatap wajahnya, gua merasakan kerinduan yang amat sangat.

Ketika gua mengusapkan tangan di wajahnya, I felt like we were meant to be.

But I could never see his face clearly, even though I was face to face to him.

His face just seemed familiar, like I had already known him my whole life!

Okayy..

Back in my last night's dream..

Iyaa..

Calon suami gua itu udah berdiri di depan altar, dia lagi berbicara mengenai sesuatu yang gua ngga inget.

Gua duduk di samping calon mertua perempuan gua.

Perasaan gua biasa aja, ngga excited or berdebar2 karena gua akan menghabiskan hidup gua bersama that man in the front.

And sepertinya gua sama sekali terbebas dari urusan tetek bengek pernikahan karena rupanya yang ngurus semuanya itu adalah pihak keluarga calon suami gua itu.

I remembered asking my future mother in law about a song I'd like to be played when I was walking down the aisle, and she said okay.

I looked around but I didn't see my parents.

Gua nengok ke calon mertua gua and nanya ke dia di mana nyokap gua and dia bilang ga tau.

Gua bilang gua mau nelp nyokap tapi dicegah, katanya ortu gua pasti akan segera tiba, lagian upacara pemberkatan akan segera dimulai.

Gua sewot lah ama calon mertua gua ini.

Gua bilang ke dia kalau gua ngga akan menikah kalau nyokap gua ngga menyaksikan pernikahan gua!

Gua butuh restu nyokap!

Akhirnya dia ngalah and membiarkan gua nelp tapi ngga ada yang ngangkat.

Gua lalu ngotot mau nyari nyokap gua di hotel tempat mereka menginap.

Lagi2 calon mertua gua ngelarang tapi gua maksa.

Akhirnya dia malah ikut bareng gua, takut gua kabur kali yaa, huahahaha :p

Udah nyari2 di berbagai penjuru kota, masih juga ga ketemu.

And then ternyata ya 'boo, calon mertua gua ini bawelnya ampun2 dhe aww!

Gua sampai kaga tahan!

Akhirnya dia gua tinggalin di mobil and tuh mobil gua kunciin and gua menyeringai penuh kepuasan ketika berlalu tanpa calon mertua gua itu.

Walau sekarang pas udah bangun, gua mikir, dikunciin di dalam mobil mah sama juga bolong karena toh dia bisa buka pintu dari dalam khan?!

Anywayy..

Pencarian berlanjut and gua berhasil nemuin ortu gua.

Begitu ngeliat mereka, gua langsung bilang kalau gua ngga jadi menikah.

And they were cool with it, tanpa bertanya apapun sama sekali.

Setelah berganti pakaian, akhirnya balik lagi ke gereja.

Saat itu udah sore menjelang malam padahal tadi pas gua nyari nyokap gua tuh masih pagi.

And lucunya, calon suami gua itu bahkan sepertinya ngga nyadar kalau gua udah menghilang dari dalam gedung sekian lama.

Masuk ke gereja, gua bilang kalau gua membatalkan pernikahan.

Well, tanpa gua ngomong apa2 sekalipun pasti para tamu undangan juga udah bisa nebak sendiri karena gua udah mencopot gaun pernikahan gua dan menggantinya dengan baju biasa.

And ketika mengumumkan pembatalan itu, gua berasa legaa luar biasa.

And calon suami gua cuman bisa melongo aja sementara calon mertua gua ngomel2 ngga jelas, tapi gua ngga peduli.

Btw, Tante, bisa keluar dari dalam mobil toh? Huehehehe :p

Masih di dalam gereja, gua ngeliat seorang bule tinggi nan cakepss pisan, and he looked at me into my eyes.

Lalu dia tersenyum.

And gua meleleh, huehehehe..

Abis itu mimpi gua berlanjut ke kilas balik hari2 yang gua lalui bersama dengan calon suami yang batal gua nikahi itu.

I didn't hate him but I really couldn't stand his mother!

Naahh..

Yang menjadikan mimpi gua ini rada 'seram' adalah karena menjelang akhir mimpi gua..

I could hear voices..

Tapi gua ngga ingat wujudnya.

But that voices said to me :

"You will remember all this when you're awake, even those faces in your dreams.

You will remember every details, but one.

The date.

You won't remember it!

And even when I was still in my dreams, I knew that somehow the 'date' the voices were talking about was the date when I died!

Huaa..

Gimana ngga serem, coba?!

Well, sebenarnya..

Death doesn't scare me as much as it used to!

Tapi tetap aja, I'm not ready to die yet, not noww..

Kenapa?

Hmm.. Ada dhee, huehehehe :p

Beberapa hari lalu juga ada suatu kejadian yang out of ordinary yang mau ngga mau bikin gua jadi mikir :

Apa emang waktu gua udah 'dekat'?

Buat yang baca postingan ori gua yang 'My Last Day on Earth' mungkin tau hal apa yang ingin gua lakukan di hari terakhir gua di dunia ini.

Emang sih a friend of mine told me that those things I wanted to do itu sebenarnya bisa dilakukan sekarang, ngga perlu nunggu hari terakhir nanti.

Naahh..

Itu diaa..

Out of nowhere, beberapa hari lalu, bokap gua tiba2 mengusulkan salah satu hal yang masuk list gua itu!

Waaaakkksss..

Ono opo iki toh yoo?!

Belum lagi gua ngerasa bahasan gua ma temen gua belakangan ini kok menyinggung tentang kematian mulu, huhuhu..

Emang seeh kita berdua lagi gloomy abis, tapi tetap aja gua berharap these things weren't signs!

Though sometimes I couldn't help but wonder..

Will I be able to make it to 30?

Why 30?

Ngga tau juga, mungkin karena for me 30 itu ibarat ambang batas menuju level kehidupan berikutnya.

Geezz..

Wish I still had more time karena masih banyak hal yang gua inginkan yang belum kesampean.

I don't wanna die in regrets, huhuhu..

-Indah-

~.*.~

Repotnya tuh yaa.. sekarang gua udah ngga terlalu inget juga sih tampang orang dalam mimpi gua itu walauu.. ngga lama setelah mimpi inii.. I found the eyes, the eyes that reminded me of those eyes in my dream, ahahaha..

And ada satu spesifik detail yang match bener ama mimpii gua.. cuman satuu aja sih kendalanyaa.. he belonged to someone else, huahahahaha :p

Nasiibb..

Aahh.. my pleasant dreams.. come to me again donks, I miss youu so much!!

Topic ended : 11 Februari 2010 (10:16 pm)

-Indah-
the soul traveller