Showing posts with label tv series. Show all posts
Showing posts with label tv series. Show all posts

Tuesday, November 29, 2011

NCIS : Flesh & Blood - "Revealing The Truth"

Gambar diambil dari :
http://www.buddytv.com/ncis/user-quizzes/user-quizzes.aspx


Topic starter : Selasa, 11 Oktober 2011 (8:08 am)


Topic starter : Selasa, 29 November 2011 (5:29 pm)


Huahahahahaha.. gua sebenernya pengen ketawa tiap kali mo menuliskan tentang yang satu ini.


Why?


Coba perhatikan tanggal pertama yang gua tuliskan di atas, 11 Oktober.. yupp, itulah pertama kalinya gua pengen mengangkat apa yang pengen gua bahas berikut ini dalam bentuk postingan tapii.. udah 1.5 bulan berlaluu, gua belon juga menuliskannya, huahahahaha..


Alamaaakk.. senang amat sih menunda2 sesuatu!


*gua kaga anti kok ama kata "sesuatu" jadi gua masih akan sering menggunakannya, ahahaha :p*


Kenapa akhirnyaa gua memutuskan untuk menuliskan juga seri NCIS dengan episode "Flesh & Blood" ini? Karenaa..


Can you believe it kalo setelah selang 1.5 bulanan, dan gua udah sempat meninggalkan nonton nih seri saking diulang2 mulu, masaa.. pas tadi gua memutuskan untuk kembali menontonnya, guess what..


Yang ditayangkan itu adalah episode yang sama! Wakakakakakak.. gua jadi berasa diuber2 :p


Jadi marilah, sebelon nih serial akhirnya masuk ke dalam mimpi gua and menyebabkan nightmare, maka lebih baik buru2 dituangkan dalam tulisan aja.


Dalam episode NCIS yang berjudul "Flesh & Blood" ini ada hal menarik yang gua tangkap and bikin jadi mengajukan pertanyaan ke diri sendiri mengenai..


"Pentingan mana sih antara mengetahui kebeneran atau mengetahui kebenaran dari mulut orang yang bersangkutan?"


Bingung?


Mari gua ceritakan sedikit mengenai apa yang terjadi di episode kali ini sehingga lebih bisa menarik benang merah antara peristiwa dengan kesimpulan pertanyaan yang gua hasilkan :D


Tau special agent Anthony DiNozzo? Kalo ngga tau juga ngga apa2 sih, ngga bakal didenda, hahaha.. cuman rada rugi juga sih soalnya menurut gua pemeran yang satu ini lumayan *ehem* cakepss, hahaha :))


Anywayy.. cerita dimulai dengan adegan si Anthony ini mengalami masalah dengan bank tempatnya membuka rekening karena kebetulan nama Anthony itu mengadopsi nama bokapnya, jadi kalo bokapnya itu Anthony DiNozzo (Senior), si Anthony yang agen NCIS itu adalah Anthony DiNozzo Junior, naahh.. terjadi kisruh di bank menyoal "senior" and "junior" ini yang berkelanjutan dengan datangnya sang senior menyambangi sang junior di tempat kerjanya.


Anthony ngga bisa dibilang akrab dengan bokapnya, selain karena bokapnya itu tipe yang sibuk kerja dan sibuk dengan kehidupan baru yang dibinanya selepas meninggalnya istri yang juga adalah nyokap Anthony Junior, tiap kali menghabiskan waktu bersama juga ngga ada kedekatan secara emosional di antara mereka berdua.


Sebenarnya Anthony (Jr.) udah mulai mengendus ketidakberesan ketika sang bokap tiba2 saja muncul di tempat kerjanya tanpa pemberitahuan terlebih dulu namun karena ada kasus yang harus diselesaikan dan lagi ketika sang bokap berulang kali ditanyakan apakah ada sesuatu yang ngga beres and sang bokap selalu menjawab semuanya baik2 saja maka si Anthony pun mempercayai ucapan bokapnya itu dan lupa atas kejanggalan sikap bokapnya.


Untuk kasus kali ini yang menyangkut salah satu putra keluarga kaya yang mempunyai hubungan dekat dengan kerajaan di Arab, ternyata bokapnya Anthony mengenal sang ayah dari putra yang mendapat perlindungan dari NCIS tempat Anthony bekerja.


Cerita bergulir dan sedikit demi sedikit mulai tersingkap bahwa bokapnya Anthony ternyata mengalami kebangkrutan padahal selama ini Anthony hanya tau bokapnya itu menjalani kehidupan kelas atas yang tentunya memerlukan banyak biaya untuk bisa tetap eksis di kelasnya, belum lagi beberapa perceraian yang harus dilaluinya tentunya lumayan menguras harta yang dimilikinya.


Ntah mengapa, mengetahui "kebenaran" mengenai bokapnya ini membuat Anthony senang dan ingin tahu bagaimana sang bokap akan berterus terang padanya karena selama masa penyelidikan sang bokap itu bela2in nginep di hotel yang mewah supaya bisa bertemu dengan Pangeran Arab untuk bisa kembali menjalin kerjasama bisnis dengannya yang bisa mengembalikan kemapanan finansialnya yang mana pada akhirnya sang bokap hanya sempat bertemu sebentar dengan sang pangeran tanpa sempat membicarakan perihal bisnis sedikitpun. Sang pangeran hanya menitip pesan bahwa bulan berikutnya ia akan berada di Monte Carlo, mungkin mereka bisa bertemu di sana untuk membicarakan bisnis.


Bokapnya Anthony hanya bisa meringis dalam hati karena boro2 memikirkan mengenai biaya perjalanan yang harus dia keluarkan untuk sampai di Monte Carlo, wong buat urusan bayar tagihan hotel aja dia masih bingung bagaimana harus melunasinya karena semua kartu kreditnya udah diblokir karena ia tidak bisa memenuhi kewajiban pembayaran sementara saldo rekening bank-nya udah menipis and ngga akan mampu menutupi biaya hotel yang per malamnya itu menghabiskan sekian ribu dollar!


Sambil tersenyum2 Anthony menemani sang ayah ke bagian pembayaran hotel ingin melihat bagaimana ayahnya bisa berkelit kali ini dalam upayanya menyembunyikan kondisi finansialnya yang sekarat. Sang bokap udah menyuruh Anthony untuk kembali ke tempat kerja karena dia yang akan membereskan seluruh biaya menginapnya namun sambil menahan tawa, Anthony bilang masih banyak waktu dan pekerjaannya sedang tidak banyak.


Mau tak mau, sang bokap terpaksa pergi ditemani Anthony untuk mengurus biaya penginapan. Ia udah sempat menyiapkan beragam alasan agar bisa tetap lolos dari kewajiban membayar tanpa perlu mempermalukan diri sendiri di hadapan anaknya.


Namun sang manager hotel malah bilang bahwa seluruh biaya telah dilunasi oleh sang pangeran, bahkan sang pangeran menitipkan sesuatu untuk Anthony Seniors sambil mengangsurkan sebuah amplop yang ternyata berupa tiket penerbangan menuju Monte Carlo yang bisa dipergunakan kapan saja!


Sang bokap menarik napas lega dan memutuskan tidak mengungkapkan hal yang sebenarnya kepada anaknya karena ia yakin dalam pertemuan bulan depan dengan sang pangeran di Monte Carlo maka kondisi finansialnya akan kembali mapan bila deal-nya dengan sang pangeran akan goal.


Menjelang akhir cerita barulah diketahui bahwa pelunasan biaya nginap ama tiket pesawat itu bukan dari sang pangeran melainkan dari si Anthony yang memutuskan untuk tidak mempermalukan ayahnya di hadapan umum hanya demi mendengar 'kebenaran' keluar dar mulut ayahnya.


Naahh.. itu diaa!!


Episode kali ini bikin gua tercenung, hahaha.. and jadi mempertanyakan ke diri gua sendiri..


Manakah yang lebih penting, antara hanya sekedar mengetahui sebuah kebenaran (dari sumber yang terpercaya tapi bukan dari orang yang bersangkutan), atauu.. harus mendengar sendiri kebenaran itu dari mulut yang bersangkutan walau untuk itu kita harus mempermalukannya!


And gua jadi teringat akan hal yang duluu pernah gua pertanyakan ke diri gua sendiri..


Mana yang lebih penting, antara melakukan kebaikan buat orang yang elo sayangi (walau dia ngga tau elo yang melakukannya karena either elo melakukannya secara anonim atau melalui orang lain), atau lebih penting dia tau elo melakukan kebaikan buat dirinya walau itu bisa mengurangi kebahagiaannya (karena in a way dia lebih ngarep yang melakukan hal itu adalah orang lainnya, dan bukan diri kita, haha).


In both cases, I chose the 1st.. karena yaa buat gua rasanya lebih penting gua sekedar tahu kebenarannya aja daripada harus mendesak orang yang bersangkutan untuk mengakui kebenaran itu di hadapan gua yang ujung2nya malah membuatnya malu and mungkin ngga lagi punya 'muka' di hadapan gua.


Dan mengenai berada di 'balik layar', tentu aja kadang ngerasa sebel juga sih karena ngerasa ngga dihargai, hahaha.. tapi in the end balik lagi ke soal apa yang mendasari elo dalam melakukannya? Kalau gua lebih ingin melihatnya bahagia, walau dia ngga tau gua yang ada di balik hal yang membuatnya tersenyum, hahaha..


Kadang berasa ironis :p


Okee dokee..


NCIS, gua udah melunasi hutang nulis episode "Flesh & Blood" ini yaa, jadi pleasee.. next time gua tonton, yang ditayangin itu bo episode yang belon pernah gua tonton sebelonnya, huahahahahaha :p


Oh iya, sebelon kita ber-bye bye bye di postingan kali ini.. how about you? Mana yang lebih kalian pilih dalam dua contoh di atas? ;)


Okee dokee.. see you in the next post :))


Topic ended : Selasa, 29 November 2011 (6:33 pm)


-Indah-

Friday, September 30, 2011

Amazing Race 16 : Dan & Jordan "Sweet Brotherhood"

Gambar diambil dari :
http://tv.popcrunch.com/who-won-the-amazing-race-16-finale-daniel-and-jordan-pious-winners/


Topic starter : Jumat, 30 September 2011 (1:59 pm)

Belakangan ini gua lagi demen nonton "Amazing Race", tau ngga itu apaan? Itu lhoo reality show tentang perlombaan keliling dunia yang dimulai dari Amrik dan berakhir di Amrik juga.

Season ini gua ngga nonton dari awal and baru mulai ngikutin dari tengah pertandingan, dan pelan2 akhirnya mulai menghapal wajah2 dan nama2 para peserta.

Salah satu yang mencuri perhatian gua adalah pasangan kakak adik "Dan & Jordan" yang memenangkan Amazing Race 16, bukan kemenangan mereka yang membuat gua menulis postingan tentang mereka, tapi lebih karena ikatan di antara mereka berdua yang mencuat menjelang akhir pertandingan.

Di salah satu tantangan membuat mie sebanyak 1 kilo, Jordan yang maju untuk tantangan ini and kemajuannya itu lambaaaattt bangets boo sampe2 kelompok mereka menjadi yang terakhir yang meninggalkan arena perlombaan.

Melihat sang adik yang mulai terlihat frustrasi, Dan datang menghampirinya dan memeluknya lalu berkata, "Sudah.. sudah.. yang tenang dan fokus aja melakukannya, aku yakin kamu pasti bisa menyelesaikannya. I love you, bro!"

Melihat adegan mereka berpelukan, gua jadi terharu, huhuhu.. terus dalam beberapa sesi wawancara, gua baru tau kalo si Dan ikut Amazing Race itu buat mewujudkan impian adiknya yang pengen bangets ikutan nih perlombaan.

Terus si Jordan juga pernah berkata, "I can't thank enough for what he has done for me, not just in this race but for 22 years of my life."

Ya ya yaa.. gua lupa sih tepatnya gimana tapi kurang lebih begitulah, huhuhu.. lagi2 gua ngerasa terharuu..

Sesuai dengan namanya, "Amazing Race" memang perlombaan yang memberikan banyak kenangan menakjubkan bagi para pesertanya and you really have no where to run from each other karena selama hampir sebulan mereka akan terus menghabiskan waktu dengan intens bersama dengan pasangan yang mereka pilih untuk mendampingi mereka dalam perjalanan keliling dunia ini.

Tau sendiri lah, orang makin sering ketemuan and menghabiskan waktu bersama itu maka membuka peluang lebih lebar untuk terjadinya gesekan dalam hubungan yang telah ada.

Walau tentu saja ngga menutup kemungkinan bahwa sehabis lomba justru malah lebih akrab karena sepanjang lomba jadi lebih mengenal satu sama lain.

Selamat buat Dan & Jordan yang telah memenangkan pertandingan ini walau gua pribadi sebenernya lebih pengen tim koboi yang menang sih :p

Topic ended : Jumat, 30 September 2011 (2:27 pm)

-Indah-

Monday, August 22, 2011

Law & Order : Homeless

Gambar diambil dari :
http://www.pollsb.com/polls/homeless


Topic starter : Selasa, 23 Agustus 2011 (10:47 pm)

Kemaren ini gua nonton serial "Law & Order" yang mana di episode yang bersangkutan itu lagi diceritakan tentang kematian seorang tunawisma.

Awalnya kematiannya itu disangka karena ditabrak mobil namun berdasar hasil otopsi diketahui penyebab utama terjadinya kematian itu lebih karena pendarahan dalam akibat dipukul, dan kecelakaan itu sendiri hanya 'mempercepat' aja.

Mulailah dilakukan penyusutan siapa yang memukuli orang itu hingga meninggal, berdasar keterangan para saksi akhirnya diketahui bahwa sebelon meninggal, tunawisma bernama Fish itu sempat berkelahi dengan sesama tunawisma lainnya, seseorang bernama Max yang badannya jauh lebih besar dari Fish.

Jadilah di persidangan itu beradu argumen tentang keberadaan kaum tunawisma itu sendiri yang menurut pembela dari sang terdakwa itu adalah kumpulan orang yang disisihkan dari masyarakat.

Kita berbicara banyak tentang bagaimana cara menolong mereka namun tetap saja ketika bersinggungan dengan mereka kita merasa jijik akan bau dan penampilan mereka.

Dalam salah satu sesi membela diri, si Max berkata, "I didn't choose to live this way, okay!"

Awalnya Max itu kerja di pembangunan kalo ngga salah, terus kalo suatu kecelakaan, dia menghabiskan tabungannya untuk biaya pengobatan dan sejak saat itu dia kehilangan satu per satu yang pernah dimilikinya sehingga kemudian hidup menggelandang.

Dunia di jalanan itu keras.. hal yang memicu Max hingga akhirnya memukuli Fish pun berawal dari keinginannya untuk ikut menikmati jeruk yang dimiliki Fish namun Fish tidak mo berbagi dan malah mengusirnya pergi walaupun Max meminta dengan sopan.

Tim penuntut bertanya, "Kenapa elo ngga pergi aja pas ngga dikasih jeruk ama si Fish?"

"Gua ngga bisa pergi begitu aja tanpa melawan, karena kalo gua pergi begitu aja setelah didorong ama si Fish, maka akan beredar kabar yang menjadikan gua sebagai sasaran empuk bagi para tunawisma lain untuk menindas gua.. ngga, gua ngga mau lagi jadi target!"

Gua jadi mikir..

Seringkali ketika melihat para pengemis di pinggir jalan, melihat para gelandangan itu.. mungkin aja hal paling sering melintas dalam pikiran kita itu adalah.. bahwa mereka itu pemalas, ngga mau kerja, maunya hanya menadahkan tangan aja menanti belas kasihan orang lain.

Padahal yaa.. tau apa sih tentang kehidupan yang harus mereka jalani untuk sampai ke titik di mana mereka berada saat ini? Tau apa kita tentang perjuangan mereka untuk ngga terus berada di posisi itu? Tau apa kita tentang perasaan mereka dalam menjalani hidup yang berasa mempermainkan mereka dengan memporakporandakan dan menjungkirbalikkan kenyamanan yang dulu pernah mereka alami?

Betapa mudahnya kita menuding mereka sebagai kaum pemalas yang tidak mau berusaha.

Seperti yang dikatakan oleh sang pembela dari terdakwa, "Berbahagialah kalian yang ketika pulang dari sini masih bisa kembali ke rumah dan menghangatkan diri dengan selimut, karena ngga semua orang memiliki 'kemewahan' seperti yang kalian dapatkan itu."

Bener juga yaa.. hal2 yang seringkali kita anggap biasa aja buat kita itu mungkin aja khan merupakan sesuatu yang luar biasa untuk orang lain.. 

Jadi balik lagi intinya adalahh.. sebisa mungkin hindarilah untuk 'menghakimi' kehidupan orang lain.. kalo mo memberi ya bagus, kalo ngga mau yaa jangan lantas mencap mereka macam2 juga, karena again.. seperti katanya Max yang juga gua setujui, ngga ada orang yang memilih untuk hidup seperti itu, andaikata mereka bisa memilih tentunya mereka akan lebih memilih menjalani hidup yang nyaman dan tenang yang ngga perlu bikin mereka was2 sambil menelan tatapan dan cacian yang ditujukan pada mereka.

Topic ended : Selasa, 23 Agustus 2011 (12:18 pm)

-Indah-

Private Practice : Something Is (Always) Beyond Our Control

Gambar diambil dari :
http://serieshunter.com/tag/private-practice/


Topic starter : Jumat, 19 Agustus 2011 (1:41 pm)

Salah satu episode "Private Practice" yang gua tonton beberapa waktu lalu adalah salah satu reminder yang bagus bangets buat gua, karena kembali mengingatkan bahwa betapapun rapinya rencana yang udah disusun, selalu terbuka kesempatan bahwa segalanya itu akan ada di luar kendali kita dan apa yang udah direncanakan akan berantakan.

Masih inget Dell? Gua pernah membuat postingan berkaitan dengan episode di mana Dell meninggal, bisa liat di sini.

Anaknya Dell, Becky (kalo ngga salah sih itu namanya :p) awalnya diambil oleh Tantenya tapi lalu dikembalikan karena sang Tante ngga sanggup merawatnya.. untuk sementara waktu Becky dirawat oleh para dokter yang adalah rekan kerja Dell semasa hidupnya, namun anak tanpa orang tua ngga bisa terus2an dibiarkan 'sendiri' dan karena tidak ada seorangpun yang mau mengadopsinya akhirnya Dinas Sosial mengambil Becky dan mencarikannya keluarga baru baginya.

Out of sight.. out of mind..

Untuk beberapa saat Becky pun terlupakan sampai suatu hari mereka kembali bertemu dengannya, di rumah sakit! Setelah diselidik ternyata Becky mengalami penganiayaan dari saudara tirinya dan akhirnya ibu angkatnya memutuskan untuk melepas Becky karena biar gimana anak lelaki yang menganiaya Becky adalah anak kandungnya dan ia merasa harus mengutamakan anak kandungnya walau sang ibu bilang bahwa ia juga menyayangi Becky.

-paused : Jumat, 19 Agustus 2011 (2:15 pm)-

Topic continues : Selasa, 23 Agustus 2011 (10:59 am)

Violet sempat marah ama suaminya, Pete, karena ngga membolehkannya mengadopsi Becky dulu, tapi Pete lalu bilang bahwa Violet juga ngga segitunya ama si Becky, buktinya begitu si Becky diadopsi, ngga sekalipun Violet berusaha menghubunginya padahal keluarga barunya Becky itu masih tinggal satu kota ama tempat praktek mereka.

Di episode ini, akhirnya Naomi memutuskan untuk mengadopsi Becky yang berbinar2 menyambutnya karena biar gimana berada di lingkungan yang familiar dengannya itu lebih menyenangkan dibanding harus beradaptasi lagi dengan keluarga baru yang belon ketauan seperti apa orangnya.

Episode ini bikin gua jadi mikirr.. bahwa emang bener yaa.. betapapun rapinya apa yang kita rencanakan, selalu ada kemungkinan terjadi sesuatu di luar kekuasaan kita.

Ambil contoh si Becky.. ngga ada orangtua yang berencana untuk punya anak lalu kemudian meningggalkannya begitu ajaa.. pasti tiap ortu yang mendambakan anak itu ingin melihat anaknya itu tumbuh besar, bila perlu sampai anak itu menikah dan mempunyai anak.

Beragam rencana pun disusun oleh sang ortu, dari mulai di mana anak itu akan disekolahkan sampai dengan akan jadi apa anaknya nanti bila besar kelak, lalu selesai kuliah kerja di mana dan mulailah ortu bergerilya mencari pasangan terbaik untuk buah hati mereka agar lebih tenang meninggalkan mereka kalo udah tau ada di tangan siapa anak mereka nanti.

Tapi yang namanya umur emang ngga ada yang bisa tau kapan akan berakhir. Satu kecelakaan bisa merenggut nyawa kedua orangtua sekaligus dan hanya menyisakan satu pertanyaan, "Apa yang akan terjadi dengan anak mereka?"

Jadi mikir.. apa yang sebenernya bisa kita genggam dalam hidup ini ya? Karena semuanya juga serba ngga pasti.. apa yang menjadi milik kita saat ini, siapa yang bisa menjamin bahwa semuanya itu akan tetap menjadi milik kita untuk jangka waktu yang panjang?

Kadang yaa kalo menyadari seperti ini, sepertinya emang satu2nya cara untuk menjalani hidup ini yaa cuman dengan menikmatinya ajaa.. menikmati setiap naik turunnya kehidupan karena semuanya itu hanya sementara ajaa dan suatu saat akan segera menemui akhiran jugaa..

*huff*

Topic ended : Selasa, 23 Agustus 2011 (11:21 am)

-Indah-

Wednesday, August 17, 2011

Callum Hann : Do What You Love

Gambar diambil dari :
http://www.zimbio.com/pictures/6Yq_nPyB69g/MasterChef+Contestants+Reunite+iPhone+4+Launch/W4B50p8O9eX/Callum+Hann



Topic starter : Selasa, 9 Agustus 2011 (8:51 pm)


Topic starter : Rabu, 17 Agustus 2011 (7:39 pm)


Haiyaa.. ternyata udah seminggu lebih gua menunda memposting tentang si Callum ini karena gua inget bangets pas itu gua ngubek2 via Google buat mencari tahu apa yang tepatnya Callum katakan di final episode Masterchef Australia 2 tapii.. kaga nemu boo, huhuhu..


Jadii.. mari gua tuliskan aja berdasar apa yang gua inget karena sekarang yang diulang2 terus juga cuman acara Masterclass aja.


Di acara final yang terbagi atas 3 babak, gua lupa dhe antara di babak kedua or ketiga, si George itu nanya ke Callum, apa kira2 pendapat bokapnya Callum melihat apa yang Callum lakukan saat itu (berada di grand final Masterchef Australia 2)?


Kurang lebih si Callum bilang gini : Bokap gua itu kerja selama 25 tahun di perusahaan anggur dan dia membenci pekerjaannya, karenanya suatu hari dia memutuskan untuk berhenti dan membuka sekolah masak bersama dengan nyokap and sejak saat itu dia mencintai apa yang dia lakukan.


Ada satu pesan yang selalu diingatkan oleh bokap gua, yaituu.. naaaahh.. itu diaa! Gua lupa tepatnya si bokapnya Callum itu berpesan apa ama si Callum, huhuhu.. padahal pesannya itu kereeenn!


Kurang lebih seinget gua sih dibilang gini : Don't waste your time doing things that you hate.


Ya ya yaa.. kurang lebih seperti itulah, haha.. aslii gua lupa, huhuhu.. mustinya emang kalo nonton apa2 tuh yaa always nyediain kertas dan bolpen dalam jangkauan jadinya kalo ada sesuatu yang berkesan, buru2 ditulis.


Tapi dipikir2 bener juga yaa.. why do we waste our time doing things that we hate? Padahal khan udah sering tuh diwanti2 bahwa hidup itu singkat dan waktu kita di dunia itu jelas terbatas plus ngga ada seorangpun yang tau kapan waktu kita akan berakhir.


Jadi, apa yang seringkali membuat kita tetap terjebak melakukan hal yang kita benci? Apa yang menghalangi kita untuk melangkah keluar dari lingkaran yang jelas2 ngga membawa kebahagiaan bagi diri kita?


*hmm*


Topic ended : Rabu, 17 Agustus 2011 (7:56 pm)


-Indah-

Wednesday, April 13, 2011

Ghost Whisperer : Knowing The Truth

 Gambar diambil dari :
http://samaralasena.blogspot.com/2011_01_01_archive.html


Topic starter : Rabu, 13 April 2011 (7:49 pm)

Kalo dari judul sih jelasss.. ini bukan tipe serial yang bakal bikin gua tertarik, simply karena ada kata 'ghost'-nya itu lhoo.. karena khan jadi kebayang yang serem2, wakakakakak..

Tapi mulai kemaren itu gua jadi ketagihan nonton serial yang satu ini soalnyaa.. 'ghost'-nya itu kaga serem, malah wujudnya ya kaya manusia biasa githu.

And I dunno.. sepertinya gua tertarik ama kisah2 macam gini, kinda reminds me of Japanese comic, "Tales From The Dark Side"-nya Yoko Matsumoto, cerita tentang orang2 yang meninggal tapi masih 'nyangkut' di dunia ini karena masih ada urusan yang belum terselesaikan.

Kematian datang tanpa ada yang bisa menduga kapan waktunya. Ia bisa datang kapan saja dan di mana saja dan ngga ada satu orang pun yang bisa menghindar darinya.

Bagaimana jika kamu meninggal ketika baru saja bertengkar dengan orang yang kamu sayangi? Tidakkah kamu ingin diberikan kesempatan untuk berbaikan kembali dengan orang tersebut sebelum terpisah untuk selama2nya? Tidakkah kamu ingin diberikan kesempatan untuk mengatakan kepada orang tersebut kalo kamu mencintainya dan kamu ingin minta maaf bila selama ini ada perbuatan ataupun kata2mu yang menyakitinya, baik yang dilakukan secara sengaja ataupun ngga?

Sama seperti hantu kakek2 berpenampilan seperti Santa Claus yang datang menghampiri tokoh yang diperankan Jennifer Love-Hewitt di serial ini, kalo ngga salah nama karakternya itu Melinda. Awalnya bahkan sang kakek itu mengira dirinya memang Santa Claus! Dan di saku bajunya dia menyimpan secarik surat yang dialamatkan pada Santa Claus yang ditulis seorang anak yang ingin ayahnya kembali.

Setelah melalui penelusuran, baru diketahui bahwa sang kakek ternyata ayah kandung dari orang yang ditemui Melinda. Sang kakek berusaha menolong anak kecil yang ternyata adalah cucu kandungnya.

Diceritakan bahwa sang kakek itu meninggalkan istri dan anaknya ketika anaknya itu berusia 5 tahun, lima tahun kemudian istrinya menikah lagi dan sang anak yang awalnya masih terus menanyakan keberadaan ayah kandungnya sehingga sang ibu yang ingin melindungi sang anak terpaksa berbohong mengenai keberadaan suaminya itu, akhirnya sang anak pun berhenti bertanya yang dipikir sang ibu anak itu udah melupakan ayah kandungnya karena sang anak telah mempunyai ayah tiri.

Yang tidak diketahui sang ibu adalah penyebab kenapa anak itu berhenti bertanya mengenai ayah kandungnya. Selama itu sang ibu selalu mengatakan bahwa sang ayah itu sibuk bekerja berpindah2 tempat namun di setiap hari Natal, sang ibu tidak pernah lupa membungkuskan kado dan menyelipkan kartu ucapan yang ditandatangani atas nama "Daddy" sehingga sang anak menganggap itu memang pemberian dari sang ayah. Suatu Natal, sang anak mengintip sang ibu yang sedang membungkus kado dan menuliskan kartu ucapan, setelah ibunya pergi, dengan penuh antusiasme anak itu berjalan menghampiri pohon Natal dan meraih kado yang tadi dibungkus ibunya. Ketika sang anak membaca apa yang ditulis ibunya di kartu ucapan, hatinya hancur, karena dia baru menyadari selama ini ia telah dibohongi oleh ibunya.

Sang anak yang kini telah tumbuh dewasa, ketika dikonfront mengenai apa yang terjadi di masa lalunya, berkata, "Apakah aku tidak berhak untuk mengetahui kebenaran? Mengapa aku terus dibohongi?"

The truth.

Terkadang mungkin kita menyembunyikan sebuah kebenaran dengan tujuan yang kita anggap baik kala kita melakukannya. Namun seperti yang kita tau, semanis2nya sebuah kebohongan, apabila ketauan itu akan tetap menyisakan rasa sakit dan membuat kita bertanya2 apakah semua yang kita anggap benar terjadi itu ternyata hanyalah sebuah kebohongan belaka?

To be able to always speak the truth, no matter how hard it is.. butuh sebuah keberanian karena ngga gampang untuk melakukannya.

But would you rather hear sweet lies or swallow the bitter truth?

Topic ended : Rabu, 13 April 2011 (8:14 pm)

-Indah-

Friday, April 1, 2011

Castle : Knowing The Why

 Gambar diambil dari :
http://community.livejournal.com/castle_daily/tag/character%3A%20kate%20beckett


Topic starter : Jumat, 1 April 2011 (3:13 pm)

Terkadang kita itu seringkali hanya terpaku sama apa yang dilihat mata ya. Pada satu kejadian semata tanpa berusaha mencari tau apa yang melatarbelakangi kejadian yang kita liat.

Menonton salah satu episode "Castle" bikin gua jadi mikir bahwa as for myself, knowing the reason(s) why itu ternyata penting, terutama kalo menyangkut orang yang memang berarti buat gua.

Apa jadinya ketika suatu hari mendapatkan kabar bahwa suami kita meninggal? Seakan berita buruk itu belum cukup, ketika kita datang ke kamar mayat untuk mengidentifikasi jasad suami kita itu, ternyata di sana telah ada seorang wanita lain yang mengaku sebagai tunangan dari suami kita itu!

Weleh welehh.. you can't ask the dead, that's for sure! Yang bisa dilakukan adalah menelusuri bagaimana bisa seorang suami yang selama ini setia, memutuskan untuk menyewa sebuah rumah di kota lain karena ia pindah kerjaan, dan memakai identitas palsu untuk masuk ke perusahan yang merupakan perusahaan saingan dari tempat kerjanya yang terdahulu!

Kalau sang istri hanya terpaku di satu kejadian aja, yaitu ketika dia menemukan wanita itu sedang bersama jenazah suaminya, maka mungkin si istri itu bisa menjadi pahit karena merasa dikhianati suaminya itu.

Tapi berkat Castle and Beckett, ternyata suaminya itu emang sengaja "menyusup" masuk ke perusahaan saingan buat mencari tau dan 'mencuri' formula rahasia yang bisa dia terapkan di perusahaan lamanya.

Dan sang suami sama sekali ngga berselingkuh walau ia memang bertunangan ama wanita itu, tapi itu lebih karena sang wanita adalah kepala bagian penelitian di perusahaan saingan. Jadi si suami mengharapkan dengan mengencani sang wanita maka ia akan mendapat bocoran rahasia.

Gua lupa siapa yang bilang di antara Castle and Beckett, tapi menurut gua kata2nya itu berkesan bangets menjelang akhir episode ketika mereka ke tempat sang istri dan mengatakan, "Suamimu itu meninggalkan karena memperjuangkan lingkungan. I thought you should know!"

Dan sang istri berterima kasih, karena selama ini ia memang mengenal suaminya itu sebagai pencinta lingkungan, dan juga terima kasih karena mengkonfirmasi bahwa suaminya memang pria yang sama seperti yang selama ini dinikahinya.

Knowing the "why", the reasons behind the actions.. sometimes itu sama pentingnya dengan perbuatan itu sendiri.

*hmm*

Topic ended : Jumat, 1 April 2011 (4:54 pm)

-Indah-

Thursday, March 10, 2011

American Idol 10 : Sometimes (Too Much) Reality Can Kill The Dreams!

 Gambar diambil dari :
http://poundingheartbeat.com/2008/07/15/dreams-or-reality/


Topic starter : Kamis, 10 Maret 2011 (5:14 pm)

Seperti biasa gua lupa udah pernah nulis ini apa belon ya, hahaha.. tapi hal ini beberapa waktu belakangan kembali nongol lagi jadi gua putuskan untuk menulisnya (lagi).

Kali ini dari audisi American Idol 10, ada satu hal yang menarik perhatian gua.

Pernah nonton American Idol khan?

Naahh.. biasanya khan beberapa kontestan tertentu itu mendapat porsi tambahan dengan ditayangkan kisah hidupnya dan juga reaksinya ketika berhasil lolos ke babak selanjutnya.

Ada satu kontestan cewek yang kegirangan bangets pas dapat golden ticket yang artinya dia bisa lanjut ke babak Hollywood, terus masih dengan kegirangan yang sama, nih cewek meraih handphone-nya buat ngabarin bokapnya kalo dia lolos.

Mana dengan pedenya pula langsung masang speaker supaya reaksi bokapnya itu bisa didenger ama orang lain, tau ngga apa jawaban bokapnya pas tuh cewek ngasih tau kalo dia dapat golden ticket?

Bokapnya jawab gini, "Lha? Elo mo bayar pake apaan buat pergi ke Hollywood?"

Ouuchh.. gua langsung ngebayangin yaa, kalo dalam versi kartun itu pas adegan ini tuh biasanya yang keringat besar itu mulai nongol lalu ada burung hitam terbang melintas sambil ada bunyi jangkrik krik krik kriikk..

In a way, bokapnya ngga bisa disalahin juga sih.. bisa aja khan mereka itu tinggalnya jauh dari Hollywood, terus kalo masih babak2 awal gini, apa iya bakal diongkosin transport-nya? Kalau hotel sih bisa jadi udah disediain ama panitia penyelenggara ya.

Cuman pikiran praktis si bokap mungkin ngapain juga spend money buat hal2 yang belon pasti didapatkan, mending uangnya buat yang pasti2 aja khan? Ya iya kalo bisa lolos lagi ke babak berikutnya, kalo kaga, apa ngga bengong tuh, uang yang seharusnya bisa buat bayar tagihan malah lenyap githu aja?!

Huehehe.. ngeliat adegan ini, gua jadi mendapat kesimpulan seperti judul postingan ini..

Too much reality will surely kill the dreams, babee!

Yupp..

Karena 'dreams' itu seringkali ngga berpatokan ama 'realita' saat ini. Kalo hanya terpaku dalam realita, itu bukan 'mimpi' namanya :p

Tapi makasih ya, Pak, atas 'reminder'-nya.

Topic ended : Kamis, 10 Maret 2011 (5:44 pm)

-Indah-

Tuesday, March 8, 2011

Castle : There's (Always) Something (Way) More Than What Meets The Eyes

 Gambar diambil dari :
http://castle.maxupdates.tv/castle-a-sneak-preview/


Topic starter : Selasa, 8 Maret 2011 (8:34 pm)

Ohohohoho.. gua kembali mendapatkan hal yang menarik dari nonton serial yang satu ini.

Hal pertama adalah.. jangan terlalu cepat menarik kesimpulan hanya berdasar apa yang dilihat.

Huehehehe.. poin ini rada berat karena gua punya hobi menyimpulkan, wakakakakak :p

Poin kedua ituu.. jangan menyimpulkan sesuatu dalam keadaan marah!

Naahh.. ini juga penting karena seringkali kemarahan itu membuat kita ngga bisa melihat dengan lebih jelas dan berpikir dengan lebih jernih!

Ambil contoh seperti yang dialami oleh Travis, suami dari model yang sedang naik daun, Jenna. Mereka adalah sepasang suami istri yang datang dari kota kecil dan mencoba peruntungan mereka di kota besar dan ternyata Jenna sukses dan karirnya makin menanjak, bahkan dia akan dijadikan wajah baru dari perancang yang selama ini memakai jasanya, Teddy Farrow (kalo ngga salah, hahaha :p).

Tapi apa yang terjadi?

Sehari sebelum Teddy mengumumkan siapa wajah bagi rancangannya, Jenna ditemukan meninggal!

Seperti biasa, terdapat beberapa orang yang dijadikan tersangka. Salah satunya itu Sierra, yang mengaku sebagai teman baik Jenna namun oleh salah seorang model lain, justru Sierra dianggap sebagai frienemy, huehehehe.. tulisannya gimana yaa? Maksudnya itu friend/enemy.

Ada lagi Wyatt, fotografer yang belakangan diketahui dari keterangan yang diberikan Sierra bahwa Wyatt itu punya 'hobi' meniduri model yang difotonya, dan biasanya hasil fotonya itu bagus hanya untuk model yang mau tidur dengannya sementara Jenna yang menolak tidur dengannya, bisa dipastikan hasil fotonya buruk banget yang bikin Jenna jadi gelisah dan berjanji bertemu dengan Wyatt untuk sesi foto lanjutan demi mendapatkan foto yang lebih baik.

Ternyata Wyatt tetap pada pendiriannya yang ingin meniduri Jenna sementara Jenna tetap menolaknya dan berhasil melarikan diri dari kediaman Wyatt. Tidak disangka, ada yang mengikuti Jenna dan marah melihat keadaan Jenna dengan pakaian yang berantakan dan kemarahan menguasai dirinya yang membuat orang itu gelap mata dan tanpa sadar membunuh Jenna.

Siapakah yang membuntuti Jenna?

Tak lain dan tak bukan, dia adalah.. Travis!

Jadi sebelumnya itu si Travis udah "dibisiki" oleh Sierra kalo si Jenna itu ada main ama si Wyatt.. and Travis yang menyadari perubahan sikap Jenna menjadi lebih pemarah dan gelisah, kemakan ama omongannya si Sierra, yang Travis ngga tau adalah Jenna itu menjadi lebih pemarah dan gelisah karena Sierra sering menaruh obat2an di minumannya Jenna karena Sierra bosan selalu menjadi pilihan kedua selama Jenna ada.

Malam itu Jenna menemui Wyatt untuk merekam percakapannya dengan Wyatt yang akan digunakannya sebagai bukti untuk Teddy tapi Wyatt mengetahui bahwa percakapannya sedang direkam karenanya ia menjadi marah dan berusaha merebut hp milik Jenna. Namun Jenna berhasil melarikan diri.

Travis itu fokus pada apa yang dilihatnya, tanpa mau mendengar pembelaan dari pihak Jenna. Yang Travis tidak tau adalah di rumah Wyatt itu Jenna menolak diajak tidur oleh Wyatt karena ia amat mencintai Travis, suaminya itu.

Travis hanya bisa menangisi kekalapannya yang membuatnya kehilangan istri yang amat dicintainya.

Ihikkss.. poor Travis and poor Jenna!

Makanyaa.. berhati2lah, jangan mudah termakan omongan orang lain dan andai melihat sesuatu sekalipun, jangan gampang terbawa amarah, karena seringkali itu ada cerita lanjutan di balik apa yang kita lihat.

Dan milikilah teman yang benar2 mengenal diri kita apa adanya dan bukan teman yang hobi menusuk dari belakang, huhuhu..

Senangnya kalo nonton sesuatu terus bisa dapatin something githu, hahahaha..

See youu..

Topic ended : Selasa, 8 Maret 2011 (9:09 pm)

-Indah-

Saturday, February 26, 2011

Australia Next Top Model 5 : Tahnee vs Cassie -> The Choice Is Yours To React

 Gambar diambil dari :
http://www.realityravings.com/2009/07/01/cassi-and-tahnee-in-australias-next-top-model-final/


Topic starter : Minggu, 27 Februari 2011 (1:20 pm)

Ada hal yang menarik dari final Australia's Next Top Model season 5.

Jadi ternyata yaa.. setelah menonton versi America's Next Top Model, terus Canada's Next Top Model ama Australia's Next Top Model ama Britain's Next Top Model, baru ngeh ternyata model penjurian tuh beda2 yaa buat final-nya, gua belon sempet nonton finalnya yang Britain's sih tapi yang America's ama Canada's itu bener2 ditentukan oleh para juri tentang siapa yang bakal jadi the next top model sementara yang Australia's itu melibatkan audience.

Berhubung gua nontonnya cuman di bagian penghujung aja jadinya kaga tau juga dhe audience-nya itu yang datang langsung aja yang bisa vote atau publik secara umum melalui vote di website or gimana.

Anywayy.. berhubung bukan hal itu yang menjadi fokus postingan gua kali ini jadi mari kita tinggalkan saja and gua ceritakan yang gua tangkap selama secuil episode yang gua tonton itu, harap maklum.. gua khan demen menyimpulkan, hahaha..

Jadi penjurian di Australia's Next Top Model itu ada 7 juri yang akan memberikan vote untuk model favorit yang menurut mereka pantas untuk menjadi pemenang. Setelah masing2 juri memilih maka akan diadakan penghitungan suara publik dan nanti suara dari juri itu akan ditambahkan ke masing2 finalis lalu yang mendapatkan total suara lebih banyak yang akan menjadi pemenangnya.

Suara dari juri lebih mengunggulkan Cassi (yang ada di sebelah kiri gambar) yang berhasil mengumpulkan 4 suara sementara Tahnee (yang sebelah kanan) 'hanya' berhasil memikat 3 juri untuk memberikan suara mereka padanya.

Deg2an donkss.. tapii setelah suara selesai dihitung ternyata pemenangnya adalaahh.. Tahnee!

Yeaahh! Congratulations, Tahnee!

Ntah kenapaa.. melihat episode ini, terlintas suatu 'kesimpulan' dalam benak gua, hahaha.. yang sebenernya sih ngga nyambung juga and ngga berhubungan ma si Tahnee karena gua kenal tuh orang juga kaga khan, cuman tau lewat TV aja, hahaha..

Cuman gua kepikiran something..

Bahwa memang benar kejadian macam apapun yang menimpa kita itu, in the end-nya itu semuanya tergantung bagaimana kita menyikapinya, iya ngga sih?

Dari kejadian buruk sekalipun, masih tetap ada orang yang bisa menyikapinya secara positif, demikian juga dari hal yang baik, akan ada aja orang yang menyikalinya secara negatif!

And gua lagi ngga ngomongin Tahnee secara personal lho yaa.. gua hanya mengandai2kan ajaa..

Tahnee itu udah dinobatkan secara live sebagai the next Australian Next Top Model githu lhoo..

Tapii.. pilihan akan selalu ada di tangannya tentang bagaimana dia menyikapi kemenangannya ituu.. apakah dia akan terkurung dalam 'fakta' bahwa juri itu sebenernya memenangkan si Cassi, bahkan perwakilan dari agensi model yang akan menangani dia selama 1 tahun ke depan itu memilih Cassi dibanding dirinya!

Nahh.. itu diaa..

Sama seperti ada orang yang selalu bisa mengambil sisi terbaik dari kejadian buruk sekalipun, akan selalu ada orang yang bisa aja mengambil sisi terburuk dari kejadian yang baik!

Hahahaa.. menarik yaa.. betapa sebenernya ituu.. bukan apa yang terjadi ama kita, tapi lebih kepada bagaimana kita menyikapi apa yang terjadi ama kita itu, nahh.. itulah yang pretty much akan membedakan hasil akhirnya!

Hmm.. Tahnee and Cassi, terima kasih karena telah memberikan pelajaran menarik yang sebenernya sih ngga berhubungan juga ama kalian secara langsung, ahahaha :p

Topic ended : Minggu, 27 Februari 2011 (2:02 pm)

-Indah-

American Idol 10 : From 40 To 24 -> Give Yourself A Credit!

 Gambar diambil dari :
http://www.rickey.org/?p=55321


Topic starter : Minggu, 27 Februari 2011 (11:19 am)

Beberapa waktu lalu gua menonton salah satu episode American Idol season 10 yang masih dalam tahap penyisihan yang mana dari 40 orang itu, 16 di antaranya akan dipulangkan dan terpaksa harus mencari jalan lain untuk menggapai mimpi mereka sementara 24 orang lainnya masih bisa tinggal lebih lama dalam menjalani mimpi mereka.

24 peserta yang dipilih itu terdiri dari 12 peserta wanita dan 12 peserta pria.

Dalam ruangan yang tadinya penuh sesak berisikan 40 orang, akhirnya hanya menyisakan 5 orang saja, 2 wanita dan 3 pria sementara tempat yang tersisa hanya tersedia bagi 1 orang wanita dan 1 orang pria, karenanya juri memutuskan untuk memanggil langsung 2 wanita yang tersisa dan memberitahu siapa yang lanjut ke babak selanjutnya.

Demikian juga 3 pria muda ini dipanggil bersamaan namun hanya 1 di antara mereka yang berhasil lanjut ke babak 24 besar.

Yang 2 ngga dipanggil itu tentunya sedih donkss.. tapi pas mereka udah kembali ke ruang tunggu, si yang "terpilih" itu menghibur teman2nya dan bilang ke mereka, "Heyy.. kalian ini seharusnya bangga, kalian berhasil masuk ke babak 40 besar dari ribuan peserta lho! Let's give ourselves a round of applause", katanya sambil bertepuk tangan yang membuat orang2 yang masih tersisa di ruangan itu jadi latah ikutan tepuk tangan.

Naahh.. itu diaa! Gua pikir ini poin yang bagus bangets!

Biar gimana kalo ikutan ajang perlombaan itu pemenangnya hanya satu, yupp hanya satu orang aja yang akan mendapatkan predikat gelar "juara" dan hanya satu orang aja yang akan dinobatkan sebagai pemenang di ajang yang bersangkutan dan hanya satu orang aja yang akan dimahkotai.

Yang mau ngga mau membuat gua kembali teringat akan apa yang duluu pernah gua baca soal Bon Jovi yang memenangkan Grammy di kategori musik country, wakakakak.. duhh, udah berapa tahun ya tuh kejadian berlalu and gua inget gua juga udah pernah mengupasnya, hahaha..

Tapii.. marii, kayanya lebih cepet kalo gua ngetik ulang aja omongannya si Bon Jovi daripada buang2 waktu untuk nyari di mana gua nyimpan tuh postingan blog :p

Bon Jovi, tau donks siapa mereka itu? Kalo ngga tau, gua bisa menebak umur kalian itu di kisaran berapaan, wakakakak..

Anywayy.. Bon Jovi itu bisa dikategorikan masuk ke band 'rock' walau untuk ukuran 'rock' sendiri sebenernya aliran musiknya itu ngga terlalu keras and ngga terlalu nge-rock bangets, hahaha..

Lanjutt.. untuk band rock memenangkan penghargaan di kategori country, ini sebenernya rada miris ngga sih? Hahaha.. si Jon sendiri kurang lebih bilang gini, "Kalau kami mendasarkan apa yang kami kerjakan itu pada penghargaan yang diberikan ajang semacam ini, mungkin udah lama kami berhenti berkarir di bidang musik karena selama ini kaga berhasil mendapatkan penghargaan. Tapi karena kami menyukai apa yang kami lakukan maka penghargaan itu sendiri merupakan bonus."

Okayy okayy.. gua lupa tepatnya gimana, hahaha.. mungkin juga udah ada yang gua modifikasi dari apa yang sebenarnya si Jon omongin, wakakakakak :p

Tapi anywayy.. kembali ke American Idol yang juga bisa dikaitkan ama "Sang Alkemis"-nya Paulo Coelho maka being in the top 40 in American Idol season 10, walau elo ngga berhasil merebut dan dinobatkan sebagai the next American Idol, heyy.. don't be too hard on yourself!

Don't always look up and feel miserable about yourself tapii.. coba liat how far you've gone, betapa elo udah berani mengambil langkah awal untuk berjalan menuju terwujudnya impian elo!

Naahh.. you should give yourself a credit for that, karena udah berani melangkah mengejar mimpi dan bukan sekedar memimpikannya ajaa.

And ini akan membawa gua pada postingan berikutnya, hahaha.. soo.. stay tuned :p

Topic ended : Minggu, 27 Februari 2011 (12:18 pm)

-Indah-

Sunday, February 20, 2011

Cougar Town : Someone Who Won't Hurt You Intentionally

Gambar diambil dari :
http://www.buzzsugar.com/Pilot-Watch-Cougar-Town-3281555


Topic starter : Monday, February 21, 2011 (12:21 pm)

Tadi iseng2 nonton "Cougar Town", well.. jangan nanya gua ini film tentang apaan, haha, karena walau kemaren2 sempet ngeliat tapi gua ngga pernah tertarik menontonnya, nahh.. tadi itu cuman iseng2 aja sih ngeliat and 'pas' di bagian si Courtney Cox berkata sesuatu yang berkesan buat gua.

Si Courtney bilang gini, "I can never be the kind of person who says, 'If you cheat on me, then we're through!' I'm too good, seriously, it's like I'm waiting to be hurted again!"

And orang yang dia ajak ngomong itu ngeresponnya gini, "Don't worry, you'll be alright! All you have to do is find that someone who doesn't have initial intention of hurting you!"

Wow! Menurut gua kata2 orang itu keren bangets! Huahahaha..

Mungkin itu perlunya belajar mengenali 'karakter' seseorang ya karena karakter itu khan lebih susaaaah berubah.

Dan juga belajar untuk bisa melepaskan diri dari orang2 yang hanya akan menyedot keluar kebahagiaan dari hati, hidup dan diri elo!

Woohoo.. senangnyaa kalo bisa mendapatkan sesuatu setelah menonton ataupun membaca, jadi berasa waktu yang terbuang untuk menonton ataupun membaca itu kaga sia2, wakakakakak :p

Topic ended : Senin, 21 Februari 2011 (12:31 pm)

-Indah-

Private Practice : Where Do You Focus On?

 Gambar diambil dari :
http://www.tvrage.com/Private_Practice


Topic starter : Senin, 21 Februari 2011 (11:55 am)

Haduhh.. padahal udah mo nulis tentang ini tuh dari kapan tau tapii.. berhubung mood untuk nulis di blog lagi drop dead gorgeous jadilah ditunda ditunda dan ditundaaa muluu, huahahaha..

Dan sebenernya ngga tau dhee.. belakangan ini kok lagi males ngapa2in yaa, huhuhu.. tapii.. ini harus dilawan! Semangaaatt!!

Anywayy.. mendingan gua nulis dhe sebelon keburu lupa soal poin penting yang gua dapatkan dari serial yang satu ini yang bikin gua makin jatuh cinta tiap kali menontonnya!

Masih dari seri "Private Practice", kali ini di season finale, gua lupa dhe season 2 or 3 ya.. Pastinya sih jangan tanya gua tentang kaitan antar tokoh ataupun latar belakang tokoh2nya, haha, soalnya gua baru nonton mulai season ini and ngga tiap episode gua tontonin jadi sambil nonton sambil berusaha mengait2kan sambil menerka2 hubungan antara tokoh yang satu dengan tokoh lainnya.

Jadi ceritanya anaknya si Naomi itu akan melahirkan dan sepertinya hubungan antara si anak dengan si Naomi itu kurang githu baik and di awal2 kehamilan itu si Naomi sepertinya ngga setuju dengan kehamilan itu sehingga bukannya meminta tolong sang ibu untuk mengantarkannya ke rumah sakit ketika merasakan kontraksi, si anak ini malah menghubungi Dell.

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, mobil yang ditumpangi Dell dan si calon ibu ini mengalami kecelakaan karena ada pengemudi mabok yang menghantam mobil mereka. Ahh, gua baru inget nama anaknya si Naomi itu Maya, kalo ngga salah :p

Maya terluka parah sementara Dell hanya mengalami luka luar.

Para dokter di rumah sakit (or klinik?) itu pada sibuk mengusahakan yang terbaik untuk Maya karena besar kemungkinan apabila Maya ingin tetap mempertahankan anaknya maka ia akan mengalami kelumpuhan sementara bila mereka berusaha menolong anaknya maka kemungkinan besar Maya tidak bisa diselamatkan.

Pilihan yang penuh dilema ini membuat pihak keluarga terpecah karena Maya sendiri tidak sadarkan diri sehingga tidak bisa ditanyakan kepadanya apa yang dia inginkan. Tapi untungnya mereka berhasil menyelamatkan keduanya.

Sementara sedang menunggu berita dari kamar operasi yang sedang melakukan operasi terhadap Maya, Dell tidak sadarkan diri dan harus segera dibawa ke ruang operasi karena dikuatirkan mengalami pendarahan otak. Operasi pun dilakukan segera dan Dell sudah kembali sadar hanya saja ia masih merasakan sakit kepala yang amat hebat yang membuat kepala rumah sakit menaruh curiga bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan kecurigaannya terbukti benar, duhh.. gua lupa dhe tepatnya si Dell itu mengalami apaan tapi pastinya Dell harus kembali dioperasi hanya saja dokter bedah khusus yang harus menanganinya itu masih sibuk menyelamatkan Maya dan bayinya!

Dell sepertinya sadar bahwa usianya tidak panjang lagi, karenanya ia minta seseorang menjemput anaknya dan sambil memeluk gadis ciliknya, Dell mengatakan padanya betapa ia amat mencintainya dan walau ia sudah tidak ada sekalipun, akan ada keluarga dan sahabat2 yang akan menjaganya.

Dell pun dioperasi namun nyawanya tidak tertolong, hikss..

Ada satu perkataan si Naomi yang berkesan bangets buat gua, dia (kurang lebih) bilang begini : Kita itu terlalu fokus akan apa yang dialami Maya sehingga tidak ada yang merasa perlu untuk mengadakan pemeriksaan lebih lanjut akan luka yang dialami oleh Dell!

Hiks hikss..

Perkataan Naomi itu yang membawa gua kepada judul postingan kali ini, di manakah fokusmu berada?

Jangan2 selama ini kita berfokus pada hal yang 'salah'.. atau mungkin bukan salah sih, tapi lebih tepatnya dibilang bahwa kita terlalu fokus akan satu hal sehingga mengesampingkan sama sekali hal yang lainnya, padahal hal yang lainnya itu juga membutuhkan perhatian lebih dari kita!

Ntah kenapa gua kembali teringat akan postingan gua soal burung yang berkali2 menabrak jendela tanpa merasa perlu untuk berbalik arah dan terbang ke arah pintu.

Apakah sampai saat ini kita masih juga terantuk masalah yang sama berulang2?

Mungkin itu menandakan bahwa fokus kita perlu bergeser sedikit karena toh udah terbukti khan fokus di hal yang itu2 aja ternyata toh tidak memberikan titik terang dalam memecahkan permasalahan yang ada!

Mungkin saatnya mulai nengok ke kanan dan ke kiri atau mungkin sesekali menoleh ke belakang, dibanding terus menatap lurus ke depan yang berkali2 membentur tembok yang sama.

Mungkin ketika fokus kita mulai teralih, di sana kita bisa melihat ada "celah" yang bisa dilalui untuk keluar dari permasalahan yang kita hadapi saat ini, "celah" yang selama ini terlewatkan.

Hmm.. interesting lesson!

Thanks, Private Practice, atas beragam hal yang bisa dipetik dengan menonton aksi kalian di layar kaca :D

Btw, ntah kenapa gua nonton film ini jadi berasa nonton "Melrose Place", hahaha.. karena tokoh2nya itu saling bertukar pasangan :p Cuman yang gua suka adalah karena "pertukarannya" itu sendiri dilakukan secara "halus" and kesannya tuh "berkelas", wakakakakak..

Topic ended : Senin, 21 Februari 2011 (12:21 pm)

-Indah-

Thursday, February 10, 2011

Books : School of Fears & Private Practice : Our Own Fears

 Picture is taken from :
http://www.websignia.net/blog/?p=164


Topic starter : Thursday, February 10, 2011 (7:04 pm)

Have you ever read "School of Fear" by Gitty Daneshvari? If you haven't, well, maybe you'd like reading this one, it's a light writing with some interesting information about phobias.

Anywayy.. for me personally the highlight of this book is when Mrs. Wellington said to Garrison, "You tell your bossy, old, grouchy father that getting over your fear is a process, one we must confront daily, and that if he has a problem with that, he should investigate why he is more afraid of your fear than you are," Mrs. Wellington said with the confidence and clarity of a bona fide certified teacher.

Those lines are soo great!! And how true is that, ehh?

Ahahaha..

Have you ever wondered how some people are trying soo hard trying to "fix" someone else? As if their lives depend on the changing of that person, while in fact no matter how drastically changed one's life still no effect to that person?

Funnily, couple of days ago, I watched one of "Private Practice" episode which more or less offered the same 'conclusion' as the above quote from the book.

It's about a 10 year boy who liked eating anything, even dirt! And his mother was soo worried about his condition that according to her was getting worse after she got married again for the 2nd time which meant that now the boy had a step father.

His mother even bought him a helmet to prevent him from eating carelessly!

But guess what..

It turned out that the boy inherited this "strange" behaviour (it's called "pica" if I remember it correctly) from his mother when the doctor found her eating tissue in the toilet!

Ayy.. and his mother was the one who fussed so much and tried to fix her son so badly!

Do you have someone like that in your life?

I oftentime heard that children are their parents' reflections.

And soo many times the parents want to fix what went wrong in their children's life.

Have you ever wondered.. do they do it for their children's sake orr.. it's more about they are concern what the others might say about them when they see what kind of children they have!

Isn't it interesting? Huehehehe.. for me, it is, ahahaha.. sometimes the intention does matter ;)

Cause from the above "sample", it shows whether the parents are egocentric and only think of themselves or they do care about their children, huahahaha..

Aww.. I lovee this kind of reading or movies where you can have something to think about and nods in agreements when you've found something that you agree on or you might even confront those lines that you disagree, wakakakakak :p

Topic ended : Thursday, February 10, 2011 (8:00 pm)

-Indah-

Tuesday, February 8, 2011

Private Practice : The Cause

 Picture is taken from :
http://www.tvshowsondvd.com/news/Private-Practice-Season-1-Box-Art/9514


Topic starter : Tuesday, February 8, 2011 (3:19 pm)

Another TV series that I like is "Private Practice", let's just hope that series won't end before "Castle" starts airing again on TV, ahahaha :p

There's one interesting scene on the "Triangle" episode.

There's this family with a teenage daughter who has "imaginary" friend, but after a psychiatric had a session with that girl, he told the parents that their daughter might suffer schizophrenia.

The father denied harsh the psychiatric's diagnose whileas the mother whom at first also felt uncertain and agreed with her husband that the psychiatric might be wrong, that her daughter ain't "crazy", it was just an anxiety for having to move to new place.

But after calmed down, she started to think that the psychiatric might be right cause she remembered that her daughter had changed even before they moved to another town.

And on one of the psychiatric's session, the daughter opened up to the psychiatric that sometimes her imaginary friend, Eli, made her do some things she didn't like, for example one time Eli forced her to drown her cat just because Eli was jealous when the daughter spent time with her cat. She said she didn't want to do it but she couldn't say no to Eli.

Isn't it frightening?

But the father still refused to let the doctor give some medications for his daughter.. he consistently said that he wasn't going to let them locked her up in her room and didn't let him see her.

Then the psychiatric out of nowhere popped the question, "Who did they let you go away?"

The father was in silence for a while before revealing about his past where her sister was diagnosed with mental illness and got locked up and ended up having suicide.. and he just didn't want the same thing happen to his daughter, especially when he felt guilty cause he felt like it was his fault that his daughter suffered the same thing like his sister.

That was the scene, hahaha..

But I find it's interesting what the psychiatric asked.. for I'm with him, huehehehe.. I believe there's a reason why we behave the way we behave like we behave at the moment.

We just don't automatically become the way we are right now for we are shaped by every little things that happen in the past, good or bad, they all took part in making us like us today.

But most of the time, we tend to bury our sad, heartbreaking pasts.. deep deep down.. and didn't even realize that those things did affect our lives now.

It's always nice watching something like this, haha.. I know it now I don't like when the "hospital" stories or doctors' stories are too medical.. I like it more when they have more "human" touch, that is why I was never into "ER" and more into "Chicago Hope" :D

Topic ended : Tuesday, February 8, 2011 (6:07 pm)

-Indah-

Monday, January 24, 2011

How I Met Your Mother : All Things Work Together For The Good

 Gambar diambil dari :
http://lifewithbipolardisorder.blogspot.com/


Topic starter : Senin, 24 Januari 2011 (9:39 pm)

Gua suka sesuatu yang memberikan gua kesempatan untuk berpikir dan 'merenungkan' apa yang gua liat atau gua baca, huehehe.. rasanya kalo bisa dapat 'something' to learn githu jadi berasa waktu yang terbuang itu kaga sia2, ahahaha :p

Anywayy.. serial "How I Met Your Mother" yang gua tonton kali ini memberikan suatu hal yang amat sangat menarik bangets buat disimak.

Dalam bahasa gua sendiri dari apa yang gua tonton (yang terjadi karena gua ngga berhasil mengingat kata2 persis yang diucapkan tokohnya, wakakakak :p), adegan demi adegan yang ditampilkan itu membawa pada kesimpulan bahwa setiap hal, sekecil apapun dan betapapun remehnya, mereka semua bekerjasama untuk membawa kita ke tempat di mana kita berada saat ini dan pada waktu yang tepat yang memungkinkan suatu kejadian yang luar biasa terjadi dalam hidup kita.

Oh, gua suka sekali akan kesimpulan yang satu ini, karena ini sekaligus sebagai pengingat bahwa never take things for granted and appreciate whatever things that come your way cause each and everyone of them are little pieces and part of the big picture.

And ketika gua mencari2 gambar untuk postingan kali ini gua jadi teringat akan ayat yang ada dalam Roma 8:28.

Roma 8:28 -> Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Nah part ini menjadi menarik karena pagi ini gua mendapatkan kesimpulan yang kurang lebih sama dari hal berbeda yang terjadi hari Sabtu lalu, ahahahaha..

Gua senang dhe ketika kejadian2 yang berbeda membawa pada kesimpulan yang sama, ataupun ketika kejadian2 yang sama memberikan kesimpulan yang berbedaa..

Ain't making a conclusion is a fun thing to do? ;)

Topic ended : Senin, 24 Januari 2011 (10:08 pm)

-Indah-

Monday, January 17, 2011

The Bachelorette : Finding The One

 Gambar diambil dari :
http://bumpshack.com/2010/03/26/the-bachelorette-ali-fedotowsky-first-pictures/


Topic starter : Senin, 17 Januari 2011 (7:51 pm)

Ya ya yaa.. kalo kalian memperhatikan, beberapa waktu belakangan ini gua lagi sering ngebahas soal TV series, ahahaha.. yaa karena beberapa waktu ini emang gua lagi lumayan sering nonton TV :p

Rada kangen juga sih pengen nonton DVD and melepaskan diri dari kompie or buku untuk beberapa saat tapi ngga tau juga TV gua udah beres belon yaa, soalnya khan kemaren ini sempet ngadat jadi ngga bisa dipake buat nonton DVD dhe, huhuhu..

Salah satu yang gua ikutin secara ngga sengaja itu adalah reality show "The Bachelorette" yang salah satu episode-nya adalah si 'bachelorette'-nya, Ali Fedotowsky, diajak untuk menemui keluarga masing-masing pria yang masih tertinggal.

Salah satu adegan yang berkesan adalah ketika Ali mengunjungi keluarga Chris Lambton and ayahnya Chris menceritakan tentang pertemuannya dulu dengan istrinya.

Kala itu sang ayah masih berusia 21 tahun dan sang ibu berusia 19 tahun and sang ibu baru masuk ke dalam bar (atau resto ya?) terus dia nanya ke temannya apa dia mengenal sang ayah terus si ibu bilang ke temannya itu, "Aku akan menikah dengan dia!", padahal pas itu kenal juga kaga, ahahaha.. tapi turned out the next 2 years mereka berdua menikah dan hidup berbahagia bersama selama 37 tahun sebelum akhirnya sang ibu terlebih dulu menghadap Sang Pencipta.

Ketika mendengar cerita ayahnya Chris itu ntah kenapa gua ngerasa.. ohh.. soo sweet yaa.. to have found the 'one' in your life and live happily together with that person without regrets or wondering apakah the 'one' itu sebenarnya masih berkeliaran di luar sana and you're stucked with the 'wrong' one.

And tadi pas nonton salah satu episode "How I Met Your Mother", ada juga kalimat sweet lainnya yang mana si Ted, sang tokoh utama bilang gini ke teman kencan butanya, "Mungkin kita ngga perlu maksain diri untuk berubah untuk menyesuaikan diri satu sama lain. Aku tau leluconku itu kadang emang ngga lucu tapi aku senang membuatnya."

Terus si teman kencannya bilang, "Dan aku tidak bisa berhenti membicarakan tentang kucingku!"

Lalu Ted menyambung, "Mungkin kita tidak perlu berubah agar bisa bersama tetapi kita hanya perlu mencari orang lain yang menyukai apa yang ada dalam diri kita."

Huaa.. kalimat itu menurut gua sweet, huehehehe..

Jadi?

Gua pikir terkadang menghabiskan waktu di depan TV asal ngga terlalu berlebihan yaa otree2 its karena sometimes from the movies or series that we watch, we might learn something more about ourselves ;)

Topic ended : Senin, 17 Januari 2011 (8:53 pm)

-Indah-

Thursday, January 13, 2011

Canada's Next Top Model 3 : You're Beautiful

 Picture is taken from :
http://www.accesswinnipeg.com/2009/07/winnipeger-aims-to-be-canadas-next-top-model


Topic starter : Friday, January 14, 2011 (1:49 pm)

There's something that Meaghan said to Nikita that touched me, huhuhu..

It's in the final 3 of Canada's Next Top Model season 3 when Meaghan and Nikita were in the bottom 2.

And Jay called Meaghan's name which meant Nikita was out from the competition.

And immediately after Jay said Meaghan's name, she hugged Nikita and told her, "You're beautiful, look at me.. look at me, you are beautiful and don't let anyone tell you differently!"

Huhuhu.. that moment was so touchy to me, ihikss..

And that's a powerful saying.. how many times we let what others say bring us down?

So I guess in the end, it's about having that confident within yourself.

Topic ended : Friday, January 14, 2011 (2:13 pm)

-Indah-

Castle : 2nd Chance

 Gambar diambil dari :
http://www.consumercreditcardguide.com/credit-card-blogs/rick-castle-from-castle-2


Topic starter : Jumat, 14 Januari 2011 (11:49 am)

Salah satu seri yang suka gua ikutin belakangan ini adalah "Castle" yang bercerita tentang novelis Rick Castle yang punya "hobi" membuntuti Kate Beckett, detektif bagian pembunuhan dan seringkali kasus yang ditangani Kate itu dijadikan bahan buat novel yang digarap Castle.

Dalam salah satu episodenya, ada yang menarik buat gua.

Jadi ada seorang pria yang kehilangan ingatannya, sayangnya pas episode ini gua kaga terlalu ngikutin, hahaha.. jadi kurang jelas juga dia ilang ingatannya itu kenapa, kayanya sih gara2 dipukul kepalanya githu dhe.

Anywayy, si pria amnesia ini ternyata juga lupa kalo dia pernah punya istri. Ketika mantan istrinya datang ke kantor polisi, si pria amnesia ini terpesona akan kecantikan mantan istrinya dan dia bertanya kenapa dulu mereka sampai berpisah.

Pria amnesia itu bilang, "Sepertinya dulu aku pria brengsek ya karena bisa membiarkan wanita sepertimu pergi dari hidupku."

Dan si pria amnesia yang bener2 lupa masa lalunya ini kembali jatuh cinta ama mantan istrinya. Dan sang mantan istrinya juga mengakui, "Melihat dirinya yang sekarang, aku jadi teringat kenapa dulu aku jatuh cinta sama dia. Dia yang sekarang itu adalah pria yang aku nikahi dulu, sebelum berubah menjadi pria yang aku ceraikan."

Ya ya yaa.. tentu aja kalimat yang persisnya gua lupa, ahahaha.. tapi intinya yaa seperti ituu..

Naahh.. si mantan istri yang juga terpesona akan "kepribadian" baru si pria amnesia akhirnya menyetujui untuk memulai kembali menjalin hubungan dengannya.

Salah satu rekannya si Kate bilang, "Lucu juga yaa ngeliat mereka berdua. Yang satu itu menyimpan kenangan selama 15 tahun sementara yang satunya lagi itu menganggap ini hanya sebagai kencan pertama. Menurutmu, berapa lama mereka akan bertahan?"

Dan ketika Castle pulang ke rumahnya, ibunya itu sedang memegang bunga yang dikeringkan dan bilang bahwa bunga itu adalah bunga yang sama seperti masa prom night dulu.

Castle bilang ke ibunya, "Memang menyenangkan mengenang kembali masa-masa yang udah lalu, tetapi ada saatnya untuk melupakan apa yang telah terjadi dan membuat kenangan yang baru."

Gua pikir episode ini adalah episode yang menarik tentang kesempatan kedua.

Seperti yang dialami si mantan istri ama pria amnesia. Terkadang kesempatan kedua itu datang menghampiri kita, dengan cara yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kita, tetapi pertanyaannya adalah..

"Ketika kesempatan kedua itu datang pada kita, apakah respon kita terhadapnya?"

*hmm*

Topic ended : Jumat, 14 Januari 2011 (12:23 pm)

-Indah-