Wednesday, July 14, 2010

Dreams : Yours, Mine & Ours

Gambar diambil dari :
http://bluenred.files.wordpress.com/2009/07/midnight_dreams1.jpg


Topic starter : Rabu, 14 Juli 2010 (9:09 pm)

Hari Selasa kemaren, gua nonton 2 film, yang satu gua nonton di bioskop, "Despicable Me" and satunya lagi di DVD, "Make It Happen".

Lucu juga betapa dalam sehari itu gua menonton 2 film yang bercerita tentang mimpi, namun keduanya menghasilkan kesimpulan yang berbeda, setidaknya dari sudut pandang gua, ahahaha :p

"Despicable Me" sendiri menceritakan tentang seorang Gru yang mempunyai obsesi untuk menjadi penjahat yang terkenal di seluruh dunia, dan untuk mewujudkannya, Gru berniat mencuri bulan dengan alat pengecil yang terlebih dulu akan dicurinya.

Namun ternyata setelah berhasil mencuri alat pengecil, alat itu dicuri oleh Vector yang sebelumnya sukses mencuri Piramid dan menjadikannya sebagai penjahat terkenal abad ini. Gru mencoba berbagai macam cara untuk masuk ke kediaman Vector and mencuri kembali alat pengecil itu namun gagal dan sebuah ide datang melintas ketika ia melihat 3 orang gadis cilik yatim piatu berhasil masuk ke rumah Vector untuk menjual kue.

Di antara kue2 yang dijual ketiga gadis cilik yang telah diadopsi Gru, diselipkanlah robot kue yang langsung beraksi mencuri alat pengecil tersebut dan setelah melalui adegan yang menegangkan, akhirnya alat itu sampai dengan selamat di tangan Gru.

Sayangnya permintaan Gru untuk mendapatkan pinjaman dari Bank of Evil ditolak karena sang pemilik bank tak lain dan tak bukan adalah ayahnya Vector yang berencana mencuri bulan untuk dirinya sendiri!

Tapi Gru tidak putus asa dan akhirnya memutuskan untuk membuat roket sendiri dengan bahan2 yang ada di tempatnya. Fokus Gru sendiri mulai teralihkan dengan kehadiran 3 gadis cilik yang secara perlahan namun pasti mulai menyelusup masuk dan menghangatkan hatinya.

Sang ilmuwan yang bekerjasama dengan Gru tidak senang karena Gru makin ngga fokus ke proyek roket mereka dan malah berniat mengundurkan jadwal penerbangan ke bulan demi melihat pertunjukan balet ketiga gadis ciliknya padahal di hari yang bersamaan itu bulan sedang berada di posisi paling ideal untuk dikecilkan dengan alat yang mereka miliki.

Karenanya sang ilmuwan membuat keputusan sendiri dan menelpon pengurus panti asuhan memintanya untuk mengambil kembali ketiga gadis cilik tersebut agar Gru tidak lagi terganggu.

Gru sedih dan merasa kehilangan dengan kepergian ketiga gadis cilik tersebut namun ia membulatkan tekad, mimpinya selama ini untuk menjadi penjahat terkenal telah ada di depan mata, saatnya untuk fokus pada pencapaian mimpinya dan mengenyahkan pikiran2 yang ngga penting lainnya.

Gru pun lepas landas dari bumi dan melayang ke luar angkasa dan berhasil mengecilkan bulan! Namun ketika Gru memegang bulan itu dalam genggaman tangannya, ntah mengapa dia tidak merasakan kegembiraan seperti yang selama ini dipikir akan dirasakannya.

Ternyata kehadiran ketiga gadis cilik tersebut tanpa disadari Gru telah membuat mimpinya berubah arah, bahwa hal mencuri bulan tidak lagi menjadi hal yang penting untuknya karena kebersamaan yang dialaminya bersama dengan ketiga gadis ciliknya itu lebih berharga.

Nahh.. itu pesan yang didapatkan dari "Despicable Me", bahwa terkadang ada mimpi yang bisa "ditukar" dengan mimpi lainnya dan ternyataa.. having a dream come true itu belon tentu mendatangkan kebahagiaan juga!

Pesan yang rada mirips yang juga gua dapatkan setelah nonton "Up".

Pesan yang berbeda gua dapatkan dari film "Make It Happen" yang menceritakan tentang seorang gadis di awal 20an bernama Lauryn yang berasal dari kota kecil di daerah Indiana (?) yang berniat untuk mengikuti audisi sekolah musik dan tari di Chicago.

Lauryn hanya tinggal berdua dengan kakaknya Joel setelah ibu mereka meninggal ketika Lauryn masih berumur 10 tahun dan ayah mereka meninggal sekitar 4 tahun yang lalu yang membuat Lauryn terpaksa harus menunda menggapai mimpinya demi membantu kakaknya menyelamatkan bengkel peninggalan ayah mereka.

Lauryn yang kini berusia 21 tahun akhirnya memutuskan untuk kembali mengejar mimpinya menjadi penari profesional, dengan semangat membara ia berkendara selama 6 jam perjalanan untuk mengikuti audisi yang mana hanya penolakan yang diterimanya.

Lauryn kecewa dan di tengah kesedihannya, nasib apes kembali menimpanya ketika mobilnya pun digerek, ntah karena parkir kelamaan atau karena parkir di tempat yang ngga seharusnya.

Beruntung Lauryn bertemu dengan Dana yang memberinya tumpangan tempat tinggal dan menyuruh Lauryn datang ke tempat kerjanya di sebuah klub bernama Ruby's supaya bisa diwawancara ama sang pemilik klub apakah Lauryn bisa bekerja di sana untuk mengurus pembukuan.

Ternyata Ruby's adalah sebuah klub yang terkenal dengan tarian sensual oleh 3 penari utama mereka, salah satunya adalah Dana. Lauryn yang awalnya merasa bukan tarian yang biasa dilakukan oleh para penari Ruby's lah yang merupakan tariannya sehingga ia menolak tawaran untuk menari ketika salah satu penari berhalangan hadir.

Tapi Russ, music director di klub tersebut bilang bahwa Lauryn tidak harus menarikan sama seperti apa yang ditarikan penari lainnya, Lauryn bisa menarikan tariannya sendiri. Dan di sana Lauryn menyadari bahwa mimpinya belum pupus, ia masih menginginkan untuk menjadi penari dan akhirnya mendaftar ulang di sekolah musik dan tari yang akan mengadakan audisi tambahan karena masih ada 2 tempat kosong yang bisa diisi.

Selama itu, Lauryn berbohong pada Joel mengenai ketidaklolosannya di hari pertama audisi. Sang kakak kemudian datang ke Ruby's tanpa pemberitahuan dan ketika melihat adiknya sedang menari di panggung dengan gaya sensual, sang kakak marah dan meninggalkan klub tersebut tanpa bertemu dengan Lauryn, tapi Lauryn keburu melihatnya dan mengejarnya.

Ternyata selama ini sang kakak masih memendam kemarahan pada Lauryn atas meninggalnya ayah mereka. Sang kakak menyalahkan Lauryn yang meninggalkan ayah mereka seorang diri untuk makan malam bersama dengan teman2nya sehingga ketika ayah mereka terkena serangan jantung, Lauryn tidak bisa langsung memanggil bantuan medis untuk menyelamatkan ayah mereka.

Lauryn pun memutuskan untuk kembali ke kotanya karena bengkel ayah mereka ternyata sedang dalam masalah keuangan yang cukup serius. Lagi2 Lauryn memutuskan untuk menunda mimpinya demi menyelamatkan harta yang ditinggalkan ayah mereka.

Joel akhirnya menyadari bahwa passion Lauryn adalah menari, dan bukan untuk tinggal dan menetap di kota kecil tempat mereka dibesarkan. Karenanya Joel melepas Lauryn untuk mengikuti audisi.

Kata2nya si Joel itu keren bangets dahh.. Dia bilang gini, "Don't throw away your dreams to live mine!".

Hmm.. part yang ini yang bikin gua mikir.. Terkadang mungkin ada mimpi yang kita buang demi menjalankan hidup dalam mimpi orang lain. Nah nahh.. yang macam gini juga ngga mendatangkan kebahagiaan boo!

Jadi kesimpulannya?

Bagaimana caranya untuk tau rasanya ketika mimpi kita terkabul? Pertama2 tentunya harus punya mimpi duluu, ahahaha.. yang kedua, mimpi itu yaa harus terwujud supaya bisa dirasakan.

Karena once the dream's over.. it's time to have another dreams, bukan begitu?

*hmm*

Topic ended : Rabu, 14 Juli 2010 (10:04 pm)

-Indah-
the soul traveller

No comments:

Post a Comment