Wednesday, December 30, 2009

Year End Presents

 Gambar diambil dari :
http://www.emmettidaho.com/files/u4/Christmas_presents.jpg

Topic starter : Kamis, 31 Desember 2009 (7:10 am)

This is probably gonna be my last post in 2009.

And berhubung ini adalah hari terakhir di tahun yang ngga akan terulang lagi, gua mo menghadiahkan diri gua sendiri sebuah kado.

Kado berisi apa2 yang terjadi sepanjang tahun 2009 ini.

Kado ini berisikan canda tawa, senyuman, kebahagiaan, kesedihan, kedamaian, tangisan dan airmata, kekecewaan, kemarahan, keterpurukan, putus asa, hilang dan tumbuhnya harapan, love, life, hugs and kisses, doa, ketidakberdayaan, daaann berbagai macam "rasa" dan "ekspresi" lainnya yang susah untuk dijabarkan satu persatu.

Dan semuanya itu akan gua bungkus dalam penerimaan bahwa segala sesuatu yang terjadi memang sudah seharusnya terjadi.. untuk suatu tujuan dan karena alasan tertentu.. if I'm lucky enough, I might have found out the reasons why one day. But even if I'm not that lucky.. I can still choose to believe that it's for my own goodness' sake.

And besok, di hari pertama di tahun 2010, gua akan membuka kado ini and isinya telah berubah menjadi suatu pengharapan baru akan hari2 yang lebih baik selama 365 hari ke depannya.

Lebih baik bukan dalam artian ngga akan ada kejadian2 ngga mengenakkan, I know that I'm a dreamer in some ways tapii.. gua cukup realistis untuk menyadari bahwa dalam hidup ngga mungkinlah hanya mengalami yang enak2 aja sepanjang tahun, pasti akan selalu ada ups and downs.

And sebagai pencinta balance, mungkin gua memang memerlukan keduanya. I need my ups moments untuk membangkitkan kembali semangat gua and untuk ngga mematikan harapan sementara my downs moments mungkin gua perlukan supaya gua bisa lebih menghargai ketika sedang mengalami masa2 ups, huehehehe :p

Jadii.. 2009.. terima kasih yaa telah mengisi hari2 gua dengan segala jatuh bangunnya. I did have my weak moments. But in a way I feel like I'm a little stronger than before now berkat apa yang terjadi selama 365 hari ini :)

Soo.. dengan segala suka dan dukanyaa.. I can't wait for this year to come to an end, ahahaha :p

And tadi ketika memikirkan tentang apa yang bakal gua tulis dalam postingan kali ini, ada 1 lagu yang terlintas dalam pikiran gua and since I don't believe in random anymore so in a way mungkin lagu ini mencoba mengingatkan gua akan sesuatu ;)

Here it is a song with the title "Dia Mengerti" yang liriknya diambil dari :

http://songbookofkartika.wordpress.com/2008/07/10/delon-dia-mengerti/

~.*.~

"Dia Mengerti"

Terkadang kita merasa
Tak ada jalan terbuka
Tak ada lagi waktu
Terlambat sudah

Tuhan tak pernah berdusta
Dia s’lalu pegang janji-Nya
Bagi orang percaya
Mujizat nyata

Reff:
Dia mengerti, Dia peduli
Persoalan yang sedang terjadi
Dia mengerti, Dia peduli
Persoalan yang kita alami

Namun satu yang Dia minta
Agar kita percaya
Sampai mujizat menjadi nyata
Tuhan mengerti

~.*.~

Tuhan.. saya tahu bahwa Engkau pasti tahu dan mengerti apapun yang terjadi dalam hidup saya, bahkan Engkau tahu jauuuh lebih banyak daripada yang mampu saya cerna karena saya hanya mampu melihat apa yang ada di depan mata saya sementara Engkau adalah pemegang masa depan.

Bimbinglah saya selalu ya, Tuhan, supaya saya tidak salah langkah dalam menjalani hidup ini and buatlah saya selalu menyadari bahwa rencanaMu indah bagi saya :)

Selamat menikmati hari terakhir di tahun 2009 and selamat menyambut hari2 baru di tahun 2010 ^o^

Topic ended : 31 Desember 2009 (7:52 am)

-Indah-
the soul traveller

Getting To Know Myself.. A Bit More..


Gambar diambil dari :
http://www.sciencedaily.com/images/2009/07/090716113258-large.jpg


Topic starter : Rabu, 30 Desember 2009 (10:04 pm)

Gua ini tipe yang angin2an, kalo melakukan sesuatu itu tergantung mood bangets, lagi pengen melakukan apa ya itu yang biasanya gua lakukan, seberapa lama gua melakukannya, itu tergantung mood juga, huehehe :p

Makanya hobi gua banyak karena I need to find many ways to keep myself "entertained".

Salah satu 'hobi' gua yang always timbul tenggelam adalah nyiram tanaman :p

Mustinya sih yang ini dilakukannya jangan tergantung mood kali yaa karena in a way being close to nature, walau hanya sebatas halaman rumah, somewhat bisa memberikan efek 'ketenangan' buat gua and somehow I learn so much things about nature yang gua kaitkan dengan life in general.

Salah satu 'penyakit' gua mungkin adalah.. I never see things as they are, ahahaha.. ketika gua ngeliat tanah, ketika gua melihat pohon cemara, ketika gua melihat kecoa.. gua sebenernya antara melihat tapi ngga melihat juga, ahahaha.. dalam artian ngga pernah bener2 memperhatikan sampai detail githu juga sih :p

And then one dayy.. at the right time.. and at the right moment.. apa2 yang pernah gua liat akhirnya diproses ama otak gua and the "right" message will come to me..

All things around me are like "symbols" to me.. mereka merepresentasikan sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan manusia.

Gua pernah nulis soal kecoa di sini :

http://tottilicious79.multiply.com/journal/item/219/Cockroachs_Lesson

Sekarang gua ngerti kenapa gua kaga suka mencari fakta ilmiah tentang sesuatu karena fakta itu sendiri akan membelenggu gua dalam menangkap "pelajaran" yang perlu gua dapatkan dari hal yang bersangkutan.

Dan lagi fakta2 ilmiah itu somehow gua ngga terlalu "konek" ama fakta2 tersebut and fakta2 tersebut, betapapun fantastisnya, somehow ngga menarik minat gua.

Seperti misalnya tentang kecoa dalam postingan di atas : kecoa diprediksi merupakan binatang terakhir yang akan hidup setelah perang nuklir, karena lebih tahan radiasi dibanding manusia.

Errmm.. okayy.. so what?!

Ahahahaha.. Perang nuklir and radiasi itu bukanlah hal yang menarik buat gua.

Postingan lainnya sehubungan dengan alam ada di :

http://tottilicious79.multiply.com/journal/item/174/Pay_It_Forward_ala_Tanah

http://tottilicious79.multiply.com/journal/item/134/Belajar_Dari_Semut

http://tottilicious79.multiply.com/journal/item/121/Pohon_Cemara_Kipas

And itu semua kalo ngga salah tuh postingan di tahun 2008 yang artinya artinyaa.. kok tahun ini gua ngga dapat banyak pelajaran dari alam yaa?! Huahahaha :p

Tapi kadang lucu juga sih kalo baca2 postingan2 lama githuu.. somehow jadi kembali mengingatkan akan sesuatu yang mungkin sekarang udah terlupa, sesuatu yang bahkan mungkin "penting" buat gua, tapii tetepp.. terlupakan seiring dengan berlalunya waktuu..

Seperti misalnya di postingan yang tentang pohon cemara kipas itu.

Hal itu mungkin untuk menyadarkan gua bahwa gua mungkin mempunyai pandangan yang berbeda dalam melihat segala sesuatu and it's okay with that.. gua ngga harus menyamakan perspektif dengan orang di sekitar gua, betapapun "dekat"-nya hubungan antara gua dengan tuh orang.

Karena apa?

Yaa.. mungkin aja settingan otak kita berdua itu emang beda, ahahaha..

And emang sengaja diatur demikian oleh Tuhan to make us learn things our own ways.

Hal itu yang seringkali gua lupa. Hal itu yang udah gua sadari tapi tetap aja time after time sometimes I keep questioning myself.. apa mungkin ada yang salah dengan diri gua sehingga I cannot see things the way the others see them?

And finally gua menyadari bahwa apa yang dikatakan si Elizabeth Gilbert itu ada benarnya, ahahaha.. itu tuh soal "keep on questioning karena one day you will get the answer".

Or you will not anyway, ahahaha :p

And pada akhirnya emang gua mendapatkan jawabannya.

Bukan soal gua mendapatkan jawaban tentang pandangan siapa yang benar and siapa yang salah.

Tapi lebih di mana gua dipertemukan dengan orang2 yang sedikit banyak mempunyai pandangan yang sama dengan gua, cara mereka melihat sesuatu, ataupun pertanyaan2 yang sering singgah dalam benak kami.. somehow I can see myself in them.

In the way I cannot explain.. I feel like my soul is connected to theirs. And this give me the sense of feeling that I might not be wrong to think the way I think.. maybe I'm just taking a different path dari orang2 yang ada di sekitar gua selama ini.

Terkadang gua ngerasa bersalah juga sih karena terlalu mempertanyakan banyak hal, ahahaha..

Tapi gua pikir2 lagee.. no matter how far I runaway from my own thoughts.. they keep coming back to me.

Gua mungkin bisa belajar untuk stop bertanya ke orang lain supaya mereka ngga terganggu akan pertanyaan2 gua yang menurut mereka "ngga penting" ituu..

But I cannot runaway from myself all the time for although my mouth is sealed in front of others.. my thoughts are not.. pertanyaan2 itu tetap lalu lalang dalam benak gua, datang dan pergi seenaknya and terkadang terus mengusik seolah2 memanggil gua untuk turut mempertanyakannya dan mencari jawabannya.

Lagian dipikir2.. sesuatu itu hanya bisa dibilang "jawaban" kalo terlebih dahulu ada "pertanyaan" khan yaa?

Kalo ngga ada pertanyaan ya maka dia hanya akan menjadi semacam informasi or pernyataan dan bukan jawaban :p

Aahh aahh.. kok gua ngga nyambung gini yaa? *udah biasa*

Bingung juga sih sebenernya nih postingan mo nulis tentang apaan, ahahaha..

Tadinya gua mo bahas hal lain tapi abis ngetik2 kalimat awal kok malah melenceng dari niatan semula mo ngomongin tentang apaan, ahahahaa..

Okee dokee, D.. see you later dhe yaa ;)

Topic ended : Desember 30, 2009 (11:51 pm)

-Indah-
the soul traveller

The Signs


The picture is taken from :
http://www.state.nj.us/lps/jjc/images/gang_signs.jpg


Topic starter : Thursday, December 30, 2009 (4:46 pm)

Do you believe in signs?

That something really never happens out of nowhere, there must be some little signs along the way that leads you to the "final" destination?

I do.

But sadly to say, I oftentimes missed reading them until things just got.. worse..

Like now.

Come to think of it, I have this unusual craveness for chocolates these last couple of days.

Knowing me.. when I'm craving for chocolates that means that I'm in a normal state of stress.

But as always, I missed.. I missed reading those signs and now I really have no idea why I'm in the middle of this stress.

And somehow somehow.. I can feel it that I'm this much closer of craving for salty snacks and when that happens.. it can only mean one thing.. that I'm in a way more serious level of stress than just an average one!

Consciously I feel like I'm in an okay state, not that happy but not that sad either, just in a flatline of emotions.

And I really can't tell whether this "stress" that slowly creeping into my heart is my own or I absorb it from my surroundings cause we really not in a good situation right now related to one of the family's member.

But today.. there's another "sign" coming my way.

I've lost interests in doing anything, even going online!

Ohh maann.. this is serious cause usually no matter what happens, I'm always kinda excited in login into the net! Even just for gaming or browsing around or FB-ing.

But today.. everything seems soo.. boring!

Aahh aahh.. what's gotten into mee?!

Oh, dear God.. please help me.. hopefully I will only feel this way until the end of this year. I can manage to hold on until tomorrow.

But please please.. let this feelings go away in the upcoming year for I don't think I can handle being dragged down again by my emotions, huhuhu..

Topic ended : December 30, 2009 (5:17 pm)

-Indah-
the soul traveller

Tuesday, December 29, 2009

Take For Granted

Gambar diambil dari :
http://pravstalk.com/wp-content/uploads/2008/12/pravs-j-never-take-someone-for-granted.jpg

 Topic starter : Selasa, 29 Desember 2009 (11:02 pm)

Gua lagi mikir belakangan ini, dipicu oleh salah satu gift request yang dikirim temen gua di FB.

Kenapa yaa ketika sesuatu begitu mudah didapatkan, tanpa kita sadari.. kita cenderung menyepelekan keberadaannya?

Ketika kita ngga bisa menghargai sesuatuu.. itu sebenernya lebih karena kita yang ngga bisa mensyukuri apa yang kita dapatkan atau lebih karena kita kurang "memandang" orang yang memberikannya ke kita?

Gua tau bahwa "words, sooner or later, will lost their meaning kalo ngga dibarengin ama actions.. but actions without words itu juga bisa bikin pesan yang ingin disampaikan ngga sampai di tujuan!"

Jadi again.. keduanya itu penting once in a while.

And jadi ngga nyambung ama judul, ahahahaa :p

Tapi begini ceritanyaa..

Ada satu temen FB yang hobi bener ngirimin gua gift requests dari mulai bunga, smileys, gifts dari game2 yang gua mainkan terus food and banyaaakk lainnya.

Dari awalnya seneng sampe akhirnya gua ngerasa "tercekik" sendiri musti nerimaan satu per satu gift yang dikirimkan temen gua, huehehehe.. jadi jadii.. tega2in dhe sesekali gua ngeklik "ignore all" and abis itu emang ada perasaan bebaaaaaasss merdeka bangets :p

Anywayy..

Beberapa hari lalu gua mendapatkan another gift request dari temen gua yang lainnya and seiring dengan request-nya itu dia menambahkan pesan yang kurang lebih bilang :

"Elo tau khan gua ngga terbiasa membalas request yang dikirimkan buat gua. Tapi kali ini gua ngirimin nih request bukan hanya demi membalas, tapi karena gua ingin."

Ntah kenapaa.. kalimat yang dia kirimkan itu "menyentuh" gua.

And rasanya that one request itu berarti banyaaaakk bangets dibanding request2 lainnya yang sering bangets dikirimin ama temen gua yang satunya lagee :p

Tapi gua jadi mikir2 boo..

Gua ini kok pilih kasih yaa, huahahahaa :p

Emang sih that one request itu berarti bangets karena gua tau sang pengirimnya itu bukan tipe yang sembarangan mengirim sesuatu so ketika dia mengirimkannyaa.. artinyaa.. dia bener2 berniat mengirimkannya, karena you know.. terkadang khan kita mengirimkan requests itu cuman buat membalas request yang kita terima dari orang lain.

Tapii.. dipikir2.. lhaa.. seumur2 itu dia cuman "inget" gua itu satu kali, huahaha.. sementara temen gua yang satunya lagi itu berarti lebih sering memikirkan gua donks karena gua bisa dapat banyak bangets request dari diaa :D

And you know what.. ini membawa gua pada pengertian mendasar tentang "bersyukur".

Seringkali mungkin tanpa sadar kita itu hanya mensyukuri hal2 "besar" yang frekuensinya termasuk jaraaang terjadi dalam hidup kita sementara untuk every little things which happens everyday, we start taking them for granted, seakan2 itu semuanya memang udah seharusnya ada di sana untuk kita nikmati soo why bother being grateful akan keberadaannya?!

Seberapa sering coba kita bangun di pagi dan mengucap syukur bahwa kita masih diberikan suatu kehidupan, hari yang baru, kesempatan untuk kembali bernapas dengan jantung yang senantiasa berdenyut, mata yang masih bisa melihat, mulut yang bisa dipakai untuk berbicara, telinga yang masih berfungsi untuk mendengar, kaki yang masih mampu menopang tubuh untuk berjalan, dan lain sebagainya..

Kalo gua sih? Jaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaanggggg bangets!

And you know what, D?

Menurut gua salah satu orang yang paling berbahagia dalam hidupnya adalah orang yang senantiasa mengucap syukur akan segala sesuatu dalam hidupnya.

Bukan soal seberapa banyak yang dia miliki atau seberapa besar pencapaiannya dalam hidupnya karena banyak orang yang di mata orang lain tampaknya memiliki "all the things ones ever wanted" tapi tetap aja ngga berbahagia dengan hidupnya.

Tapi lebih pada kemampuan orang itu untuk menyadari apa yang dia miliki dan mengucap syukur atasnya.

Percaya dhee.. kalo baru ngerasa "perlu" bersyukur nantii kalo udah punya ini itu atau mencapai ini ituu.. kita ngga akan pernah bersyukur :p

Karena apaa?

When is enough is enough?

There's always something more that we want.

Salahkah menginginkan lebih?

Tentu tidak.

Tapii iya, itu jadi salah kalo elo menjadikannya sebagai tolak ukur kebahagiaan ;)

And gua rasa quote  yang ada di gambar postingan kali ini dengan tepat menggambarkan sesuatu yang penting bangets tapi sering terlupakan.

"Never take someone for granted. Hold every person close to your heart because you might wake up one day and realize that you've lost a diamond while you were too busy collecting stones." - Pravsworld.com

Define.. define things yourself.. and sesekali dalam perjalanan, tanyakan ke diri sendiri, is it really worth it?

Jangan2 selama ini lebih sibuk mengejar sesuatu yang sebenernya ngga penting buat kita and malah meninggalkan apa yang penting di belakang!

Huaa.. itu khan namanya kebaliiikk :p

*hmm hmm.. lagi mikir kok postingan gua antara awal, tengah and akhir itu kaga nyambung yaa?!*

Huahahahaha..

Topic ended : 30 Desember 2009 (12:52 am)

-Indah-
the soul traveller

Sunday, December 27, 2009

2009 : My Life's Theme

Gambar diambil dari :
http://images.huffingtonpost.com/2009-09-15-huffpo7Hogwarts.jpg

Topic starter : Jumat, 25 Desember 2009 (11:09 pm)

Sebenernya topik ini udah mo gua bahas dari bulan November laluu tapi ntah kenapa kalo belon menyentuh bulan Desember tuh kurang asyik membahas topik yang satu ini, ahahaha.. jadinya terus ke-pending and tau2 udah mo deket akhir tahun neeh, wakss..

Musti buru2 diketik sebelon tahun keburu berganti, ahahahaha..

Well.. dimulai sejak akhir tahun 2007 lalu, ntah kenapa gua jadi mulai merangkum kehidupan gua selama 1 tahun dalam sebuah "tema" kehidupan.

Tahun 2007 gua nobatkan sebagai : The Year of Fighting(s)

Tahun 2008 adalah waktunya : First Timer Year

And di tahun 2009 ini, ngga seperti 2 tahun sebelonnya, gua punya 3 tema kehidupan, wakakakak..

Tadinya mo milih satu tema aja tapi gua pikir2 lagee.. ketiganya sama pentingnya.

Jadi gua putuskan kalo ketiganya adalah 3 "tema" kehidupan gua di tahun 2009 ini ;)

And tema di tahun 2009 ini adalah : Questioning The Faith, Functioning The Heart and Confronting Myself.

Tentu aja "tema" kehidupan gua ini ngga gua tetapkan dari awal tahun, ahahhaa..

Tapii hasil dari evaluasi selama 1 tahun, kira2 tema apa yang cocok untuk menggambarkan hidup gua di tahun yang bersangkutan.

Spesial untuk tahun ini sebenernya gua menetapkan sebagai tahun "Living in Dreams" tapii ternyataa.. Tuhan belon merestui terwujudnya mimpi gua and hidup gua dibawa ke arah yang berlawanan dari yang gua tetapkan sebelonnya, huahahahaha..

It's kinda interesting actually untuk melihat ke arah mana hidup gua itu berjalan.

And I don't know where God might lead my life in 2010 and "tema" hidup macam apa yang bakal gua jalani di tahun 2010 nanti, huehehehe..

But 1 thing I should always believe is.. no matter what happens.. He wants me to experience all those things to shape me into a better version of myself.

Sekarang gua mo bahas satu per satu aahh.. buat catatan gua di kemudian harii.. siapa tau di hari2 mendatang ketika gua membaca notes gua ini lagee.. ada kata2 gua yang bisa berguna bagi diri gua di masa depan :p

~.*.~

2009 : Questioning The Faith

Tahun 2009 ini bisa dibilang tahun di mana gua paling sering mengalami hantaman "badai", baik badai penyakit, badai emosional ataupun badai kehidupan secara keseluruhan, huahaha..

Such a bumpy year for me :p

Awal tahun 2009 gua buka di rumah sakit, hihihi.. yang bermula dari kemarahan gua yang salah sasaran.

I was angry with some people in my life but I pointed my anger towards God jadi langsung dihantam masuk rumah sakit dhe, ouucchh..

My first "message" of the year adalah :

"I do believe that no matter how weak and small our own light is, we must keep it alive and not letting anyone else take it away from us.."

Ngga tau kenapa kata2 itu terus terngiang2 di benak gua di saat2 menjelang tidur sambil menatap langit2 rumah sakit setelah beberapa malam gua nginep di sana.

Related notes about this ada di :

http://living-in-wonderland.blogdrive.com/comments?id=1

Sama di :

http://living-in-wonderland.blogdrive.com/comments?id=25

Sekarang, ketika gua menoleh kembali ke belakang selama hampir satu tahun ini, gua rasa "message" yang gua dapatkan ini berhubungan dengan "faith".

I kept questioning about my faith from time to time.

Bukan.. bukan karena "tergoda" akan keyakinan yang lain, tapi gua pengen menyelidiki landasan gua akan keyakinan yang gua pegang selama ini.

Karena at times ketika gua berinteraksi dengan orang2 di sekitar gua, some of them made me feel like I'm heading to the wrong direction, huehehehe..

I believe in God, I do.

And pesan yang gua dapatkan itu mungkin mo mengatakan pada gua bahwa seberapapun kecilnya iman gua saat ini.. seberapapun kecilnya api kepercayaan dalam diri gua.. gua harus menjaganya supaya tetap menyala and gua ngga boleh membiarkan siapapun mematikan api dalam diri gua itu.

And I finally realize something lately.

I don't want to just believe in Him.. but I want to believe in Him for the right reasons.

Temen gua pernah nanya.. kenapa gua mempertanyakan soal my faith?

Gua bilang ke dia, kenapa ngga? Emangnya ngga boleh?

Gua pikir perlu sesekali dalam hidup kita ini kita mempertanyakan banyak hal.

Karena hanya dengan bertanya dan mendapatkan jawaban, kita bisa lebih aware akan arah yang kita tuju dalam hidup ini.

Kalo gua hanya mengikuti arus tanpa pernah bertanya sedikitpun, dari mana kita tau bahwa jalan yang sedang kita tempuh itu menuju ke tempat yang benar apa ngga?

Terkadang, timbulnya keraguan dalam hati itu adalah tanda bahwa ada sesuatu yang ngga beres sedang terjadi.

Terkadang lho yaa.. yang artinya ngga selalu demikian kasusnya ketika keraguan itu hadir, ahahaha..

Jadi pertanyaannya adalah : gimana cara membedakan keduanya? :p

-paused on 26 Desember 2009 (12:22 am)-

Topic continues : Sabtu, 26 Desember 2009 (8:22 pm)

And again.. kembali ke hal yang gua percayai lainnya.

Soal keyakinan adalah hal personal antara diri kita pribadi dengan Tuhan yang seharusnya ngga diikutcampuri oleh orang lain.

Sure, mereka mo ngasih warning2 kalo kita salah jalan ya jelas ngga dilarang, malah bagus, itu khan salah satu tanda kalo mereka sayang and peduli ama kita, betul?

But "tugas" mereka hanya sampai di situ and ngga boleh berkembang menjadi sebuah pemaksaan.

Karena gua percaya gini.. in the end kita semua itu hanya akan bertanggung jawab akan hidup kita masing2 so biarkan masing2 dari kita menjalani hidup sesuai dengan jalan yang ditempuh.

And buat gua penting untuk mempertanyakan soal faith dari waktu ke waktu untuk tahu apa kita terus bertumbuh atau stagnan and diam di tempat aja.

Tentu aja tentu ajaa.. huehehehe.. ini butuh kejujuran tingkat tinggi terhadap diri sendiri dalam mengevaluasinya.

Kita ngga punya kewajiban untuk melapor ke orang lain tentang  kondisi iman kita saat ini. But.. kita punya kewajiban terhadap diri sendiri untuk mencari tahu di mana yang "salah" kalo ngerasa iman kita ngga bertumbuh.

And I finally realized (telat mulu dhee nyadarnyaa :p) kalo things related to faith itu lebih baik emang nanya langsung ke Tuhan sambil tetap doa supayaa kita bisa mengartikan jawabanNya, ini penting..

Karena sometimes Tuhan mungkin sebenarnya telah memberikan jawaban atas doa kita tapii karena kita ngga cukup peka untuk "mengenali" jawabanNya maka seringkali kita merasa doa kita belon terjawab.

-paused : 26 Desember 2009 (10:51 pm)-

Topic continues : Minggu, 27 Desember 2009 (1:52 pm)

Ahahaha.. gua ngga nyangka nulis topik ini ternyata lumayan menguras emosi sehingga ngga bisa langsung kelar dalam satu hari :p

And what makes this even harder adalah karena I need to choose my words carefully karena belakangan apa2 yang pernah gua ucapkan or tuliskan itu backfire on me, wakakakakak..

Soo.. gua perlu bener2 memperhatikan, apakah gua mempercayai apa yang gua tuliskan? :)

~.*.~

2009 : Functioning The Heart

Gua selalu mikir kalo gua itu tipe orang yang somehow emotionally numb.

Hal ini mungkin secara ngga sadar terbentuk karena gua tau hati gua itu gampang terluka so in a way gua memprotect hati gua and membentenginya supaya ngga ada yang bisa menembus masuk and menyakiti gua.

Sedikit banyak emang berhasil sih, tapi efek sampingannyaa.. gua jadi emotionally distant with others and gua kehilangan kemampuan untuk "merasakan" suatu emosi dengan mendalam.

Seperti hal2 lainnya, selalu ada sisi positif and negatifnya dalam segala hal. And gua udah menikmati sisi positifnya terlalu lama and sekaranglah waktunya untuk mulai mengatasi sisi negatifnya.

And ohh boyy..

"Perjalanan" ini seperti melemparkan gua ke sisi yang amat bersebrangan dari yang selama ini gua rasakan.

Kalo dulu gua udah pinter membangun tembok di sekeliling gua sebagai benteng pertahanan gua terhadap hal2 yang menyakitkan, sekarang I became so vulnerable tanpa pertahanan sedikitpun.

I have no control over my own emotions.

Gua memendam marah dikits.. gua langsung sakit panas tinggi.

Gua langsung ngeluarin apa yang gua rasakan, terus jadi berantem, and jadi sakit lagee, huahahaha..

And parahnyaa.. gua juga jadi menyerap emosi2 negatif di sekitar gua tanpa bisa gua kendalikan.

Ketika orang2 terdekat gua sedih or marah (I can sense their emotions somehow walau mereka ngga mengucapkannya secara langsung!), hati gua langsung menyerap semua kesedihan dan kemarahan itu up to the point where I just wanted to scream, "Pleasee.. stop.. don't fight.. stop hurting each other.. I can't take this any longer cause these feelings and emotions just dragged me down.."

And kalo udah githu.. gua demam tinggi lagi dhee, huehehehe :p

Tahun ini rasanya gua demam tinggi 39-40 derajat Celcius sebanyak 4 kali dalam setahun, ini termasuk rekor karena biasanya gua ngga pernah demam sampai setinggi itu.

And there was even a time when I finally broke down in tears in front of others and said the words kalo gua capee.. capee bangets.. and I don't mean it physically.. I even asked my Mom to pray for me karena gua ngerasa capee bangetss.. like I couldn't go on anymore..

Huhuhu.. such a journey untuk mengembalikan fungsi hati ke yang seharusnya, yaitu untuk merasakan :p

Tapii.. gua ngerasa kalo I need this.. untuk mencapai "keseimbangan" yang gua idam2kan :)

Next step is.. how to control my own thoughts and emotions, huehehehe.. rasanya ini PR buat tahun 2010 :p

~.*.~

2009 : Confronting Myself

Gua lupa tepatnya dimulai kapan, tapi sekitar beberapa minggu or 2 bulan belakangan ini, tema hidup gua kembali bergulir ke arah yang berbeda.

Mungkin dianggap udah cukup merasakan naik turunnya perjalanan fungsi hatii.. jadi di-cooling down dulu untuk mengatasi hal lain dalam diri gua :p

Confronting myself..

Dalam hidup ini gua rasa baik kita sadari atau nggaa.. kita ini sebenernya punya banyak prinsip, huehehehe..

Tapii terkadang ya itu.. kita ngga menyadari akan prinsip kita sendiri karena kita ngga pernah mempertanyakan kenapa kita memiliki prinsip itu and hal apa yang melatarbelakanginya.

And somehow.. gua lagi2 lupa tepatnya dimulai sejak kapan.. gua itu selalu beranggapan kalo usia 30an adalah saat yang paling tepat untuk mulai menetapkan landasan yang kuat tentang mau jadi pribadi seperti apakah diri kita nantinya.

Jadii.. ini momen2 krusial di mana gua musti mulai mendefinisi ulang hal2 yang penting buat gua.. untuk ngga memakai definisi yang umum berlaku atau definisi orang2 lain di sekitar gua, but gua harus membuat definisi sendiri karena seharusnyaa.. gua yang paling tau apa yang gua mau, apa yang penting buat gua and hal2 apa aja yang gua sukai or tidak sukai and sampai sebatas mana gua bisa mentolerir sesuatu.

And ada satu quote menarik yang dipejeng temen gua di MP-nya, nih gua kutip :

"We did not change as we grew older, we just became more clearly ourselves." (Lynn Hall)

*gua yakin bangets pernah ngebahas ini tapi kok kaga inget di mana yaa? ahahaha :p*

Kutipan ini menurut gua menariiikk.. karena menurut gua mungkin emang ada benarnya apa yang si Lynn Hall itu katakan.

Kita ngga berubah seiring dengan bertambahnya usia kita, tapi mungkin seiring dengan bertambahnya usia kita ituu.. kita makin menyadari who we are as a person.

Ada hal2 yang dulunya tenggelam jauh di dalam diri kita perlahan2 mulai muncul ke permukaan. And mungkin juga bakal ada hal2 yang selama ini ada di permukaan perlahan2 mulai tenggelam or lepas dari diri kita.

And I finally realized..

Kita memang ngga akan pernah bisa jadi orang lain selain diri kita sendiri.

No matter how much you try to be someone else.. you cannot.. even when you're succeeded.. sebenernya "bibit"-nya itu emang udah ada dalam diri elo tapi elo mungkin ngga menyadarinya selama ini sampai ada orang yang bisa membangkitkan sisi diri itu dalam diri elo.

And lagi2 gua menyadari bahwa kunci lainnya menuju kebahagiaan adalah.. be true to yourself.. you may wear masks in front of others.. tapi kita ngga bisa berbohong pada diri kita sendiri no matter how much we try.

The sooner we can accept who we are dengan segala kelebihan dan kekurangan diri kita, the better.. karena penting untuk bisa berdamai dengan diri kita sendiri.

-paused : 27 Desember 2009 (3:19 pm)-

Topic continues : 27 Desember 2009 (4:04 pm)

Ini sebenernya merupakan perjalanan yang menarik sekaligus menakutkan karena gua diajak untuk melihat diri gua lebih dalam lagi dari sekedar yang terlihat dari permukaan aja.

Melalui game2 yang gua mainkan di Facebook, gua belajar banyak tentang diri gua.. melalui teman2 baru yang gua temukan masih lewat Facebook, gua juga belajar tentang sisi2 diri gua yang selama ini belon terlalu "tersentuh".

And gua dihadapkan untuk mengkonfrontasi kata2 yang pernah gua ucapkan or tuliskan dulu.. it's all coming back to me, huahahaha.. seakan all those words menantang guaa.. do you really believe in those things you ever said or wrote atauu.. elo cuman ngomong aja tanpa percaya apa yang elo sendiri bilang?

And I finally realized.. hati2 dhe ama segala ucapan elo, huehehehe..

Karena sooner or later, semuanya akan kembali kepada elo, one way or another! :p

Yaa.. mungkin sesuai dengan hukum tabur tuai itu lhoo.. emang bener yaa, apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai suatu hari nantii.

Jadii.. sebisa mungkin, kalo emang mo menabur, tabur yang baik2 aja dhee.. betapapun menyakitkannya sikap seseorang ke diri kita, kita selalu punya pilihan untuk menyikapi perbuatannya itu.

Ketika kita disakiti seseorang, kita selalu punya pilihan apakah kita akan membalasnya atau membiarkannya aja.

Banyak hal yang ada di luar kendali kita, seperti misalnyaa betapapun kita udah berbuat baik ke seseorang, selalu ada kemungkinan orang itu akan menyakiti kita and kita ngga bisa mencegahnya.. itu di luar kendali kita jadi ya mungkin ngga usah terlalu dipusingin kali yaa..

Yang perlu kita pikirkan itu yang masih ada dalam kendali kita, yaitu apa yang akan kita lakukan, pikirkan ataupun ucapkan, semuanya itu ada dalam kendali kita.

Soo.. gua harus mulai belajar neehh untuk mengendalikan pikiran.. tentu aja ngga bakal bisa sepenuhnya sih tapi setidaknya bisa mulai dikurangin frekuensi mikir yang ngga2, huahahahaha :p

I need to learn how to control my mind before my mind takes over in controlling me! Huaa.. gaswat kalo githu khan? :p

Okee dokee.. kayanya udah mulai menyimpang juga, ahahahaha..

Mending gua tuntaskan aja dhee.. lagian kalo ditunda2 lagee ngga tau kapan bakal kelarnya, mana ini udah mepetss mo ganti tahun, hihihi..

I see youu again when I see youu, otree? ;)

Selamat menikmati sisa hari di tahun 2009 ini ^o^

Topic ended : 27 Desember 2009 (4:17 pm)

-Indah-
the soul traveller

Friday, December 25, 2009

On the ______ day of Christmas


We decided around here that we're celebrating Christmas through epiphany. If you follow me on facebook or twitter, you probably already know that. But my thinking (for those of you just coming in on this conversation) is that if you're going to work quite hard, the payoff should last longer than two days.

Even better, some of the payoff days might be quiet, relaxed days.

So I'm trying to come up with activities to include during the twelve days, from December 24th to January 6th. I'm thinking on the 6th, I'll make a nice dinner. In between, no specific plans.

Here's a log thus far:

December 24th (Christmas Eve): Danny doesn't get off work until mid-afternoon, so I catch up on a couple last errands (but do not set foot in a grocery store) before returning home to do a tiny bit of last minute wrapping. Danny comes home, and after a short nap, we dress for the Christmas Eve service at church. This particular service featured children in a nativity pageant, a first for a First Baptist Christmas (at least, in my sentient memory). Afterwards we had dinner and exchanged gifts at my parents' home, and had a very nice, very pleasant evening.

December 25 (Christmas Day): Sloooooow start to the day, and I realize that while most of my wrapping is done for family members next weekend (Danny's family), none of the Christmas Day extended family wrapping has even been touched with a ten foot pole. Also, the kitchen is a tiny wreck (tiny, because the kitchen itself is tiny). Danny tackles the kitchen, I tackle the wrapping. We finally exit for the Big Christmas Extended Family Event, each in one of our new, cozy Christmas present sweaters (mine, a cute ruffled J. Crew merino sweater from Danny, his, a handsome Calvin Klein, dark emerald green merino sweater from me. Truly. This Christmas brought to us by sheep. Love it.) We greet, we eat, we enjoy the barrage of family. I receive a cupcake cake stand that gives me yet another reason to finally throw a cupcake party.

December 26 (Boxing Day/After Christmas Shopping Day): Considered doing some After Christmas Shopping, but when faced with the option of staying home for a cozy day with my husband...husband won out. I made Blueberry Buckwheat pancakes for breakfast, and Magic Chicken for dinner (a mango, coconut milk, tumeric, and chicken slow-cooker dish). We saw Sherlock Holmes later in the evening, and really enjoyed it.

December 27: Taught Sunday School in the morning, enjoyed a very nice nap afterwards, then went to my grandma's and played her piano while Danny studied. We both munched on tree-shaped Reese's Peanut Butter Cups and watched Pushing Daisies episodes on DVD. We may finish Les Choristes afterwards; it's been a nice, relaxing day.

Not sure what we'll do tomorrow - I need to finish Chapter 11 soon and get to work on Chapter 12. I also have yet to make Christmas sugar cookies, but may wait until we're in Lincoln City with my niece and nephew. I do need to take Danny's Christmas sweater from last year (as yet unfinished and ten-stitches off) to the Knit Shop to ask for assistance. I don't know where I went wrong, and am willing to pay cash for help! (Not to say that I couldn't figure it out, but it's a whole lot of brown wool stockinette with a whole lot of decreases, and for the sake of finishing the sweater, someone else needs to take a look before I go a little crazy).

Lots of things, but open to ideas - leave a comment if you've got a suggestion!

From Our Fridge to Yours...


Merry Christmas!!

For unto us a Child is born, unto us a Son is given . . . His name will be called Wonderful, Counselor, Might God, Everlasting Father, Prince of Peace.
~ Isaiah 9:6

Thursday, December 24, 2009

The Grass : Is It?


 Gambar diambil dari :
http://againstgrain07.files.wordpress.com/2009/10/greener-grass.jpg

Topic starter : Selasa, 22 Desember 2009 (8:17 pm)

Dipikir2 kadang lucu juga yaa how oftentimes we say (on in my case oftentimes rather than "say", it's more like "writing" :p) something yang ngga terlalu kita pikirkan tapi in time terbukti betapa kita memang mempercayai hal itu, ahahaha :p

Bingung?

Kali ini gua kaga, jadi silahkan berpegangan sendiri yaa, hihihi..

I've said this one many moons ago and kala gua mengucapkannya waktu itu, gua ngga ngerti kenapa gua mengucapkan hal itu, huahaha, tapii seiring dengan berjalannya waktu.. I finally "understand" my own sayings ^o^

Hihihi.. lucu juga yaa kalo dipikir2.

Ini soal "klasik" tentang rumput tetangga yang lebih hijau dibanding rumput di halaman rumah kita.

-paused on 22 Desember 2009 (9:29 pm)-

Topic starter : Jumat, 25 Desember 2009 (9:48 am)

Gua sebenernya udah pernah ngebahas soal rumput ini beberapa kali di blog2 gua tapi seperti biasaa.. berhubung filing system gua kacau jadi ntah tercecer di blog yang mana, hihihi..

And I finally get it bahwa ketika sesuatu terus menerus datang ke gua, mungkin itu memang pelajaran yang harus gua petik.

And apapun yang gua tuliskan itu sebenernya lebih ke arah omongan gua buat diri gua sendiri, other than to others, huahahaha..

Jadi itulahh.. mulai tahun depan gua mo mulai baca2in postingan lama gua dhee.. karena mungkin banyak pesan2 gua buat diri gua sendiri yang seringkali terlupakan and mungkin juga ada banyak pelajaran yang masih juga belon gua kuasai.

I've come to realize kalo rumput tetangga mungkin memang akan selalu terlihat lebih hijau.

Kenapa?

Karena we only see what our eyes want to see..

That is whyy..

Sejak beberapa waktu lalu, gua lupa tepatnya kapan, gua selalu berpendapat bahwa :

"Biarkan rumput tetangga lebih hijau, mungkin udah saatnya kita mulai menanam bunga di kebun kita jadi let them have the greener side but here in our garden, we can have a much colourful one yang tentunya harum juga!"

Ahahahaha..

Sounds ngeyel :p

Tapi in a way gua ngerasa kita ini seringkali ngga adil dalam menilai sesuatu.

Kenapa rumput tetangga selalu lebih hijau dibanding rumput di halaman rumah kita?

Ya jelas.. itu karena kita selalu membandingkan kelebihan orang lain dengan kekurangan kita, kalo gini terus caranya maaahh sampai kita jadi nenek2 juga ngga akan pernah rumput di halaman rumah kita terlihat hijau githu lhoo..

And karena memang kita diciptakan berbeda satu dengan yang lainnya, tetap aja gua pikir ngga adil kalo kita membandingkan diri kita dengan orang lain karena kapasitas tiap dari kita memang berbeda.

Satu2nya orang yang harus kita perbandingkan dengan diri kita hanyalah diri kita di masa lalu dengan diri kita di masa sekarang dan di masa depan yang tentu saja harapannya adalah bahwa seiring dengan berlalunya waktu semoga kita menjadi versi diri kita yang lebih baik lagi.

Gua selalu inget perkataannya pamannya Spiderman kalo ngga salah :

"With great power comes great responsibilities!"

Itu yang seringkali kita lupa.

Ketika melongok rumput tetangga yang lebih hijau, seringkali kita lupa tentang the "price to pay" karena to have that greener grass like that tentunya butuh perawatan yang lebih.

Everything has its own price tapi seringkali kita hanya terpaku pada reward-nya aja and ngga mo ngeliat dari sisi pengorbanan yang udah dilakukan seseorang untuk dapat mencapai tempat di mana mereka berada sekarang ini.

And ketika merasa rumput tetangga lebih hijau itu gua rasa lebih karena kita hanya melihat sisi permukaannya aja.

Karena ketika kita melongok lebih jauh ke dalam, mungkin aja ternyata berada di posisinya itu tidaklah seindah seperti bila kita hanya melihat dari sisi luar aja.

Kita punya kecenderungan untuk melihat kehidupan orang lain lebih indah dari aslinya, karena ketika memandang kehidupan orang lain, kita ngga merasakan apa yang mereka rasakan, kita ngga mengetahui permasalahan2 hidup apa aja yang membelit mereka and tentunya kita hanya melihat sisi "enaknya" dari menjadi diri mereka tanpa mau tau sisi ngga enaknya jadi mereka.

Tentu aja ini perbandingan yang ngga balance karena ketika kita "menilai" kehidupan kita itu lengkap dari sisi enak and ngga enaknya sementara "menilai" kehidupan orang lain hanya dari sisi enaknya aja, well.. kalo gini caranya maahh it doesn't take a genious to know that indeed it's true that the grass will always be greener on the other side.

Mungkin udah saatnya stop mengurusi kebon tetangga karena kebon tetangga hanya bisa untuk dilihat aja.

Mending ngurusin rumput di halaman rumah sendiri dhe.

Take time untuk menyiangi rumput2 liarnya lalu cangkul tanahnya, beri pupuk and tanami dengan rumput terbaik yang bisa kita dapatkan and jangan lupa taburkan bibit2 bunga juga.. jangan lupa disirami, and hmm.. berhubung gua kaga pernah berkebun juga, jadi ngga tau dhe apalagi yang musti dilakukan, ahahaha :p

Tapii pastinyaa.. kalo kita take time buat memelihara kebun kita.. in time halaman rumah kita juga akan menjadi seindah halaman rumah tetangga kok.

Lagian enaknya di halaman rumah sendiri khan kita bebas mo nginjak2 tuh rumput or mencium2 wangi bunga yang baru mekar, atau mo tidur2an sambil memandang langit juga ngga ada yang ngelarang.

Lhaa?

Kalo rumput di rumah tetangga.. bisa2 baru ujung jempol kaki kita yang nginjek rumputnya yang baru numbuh itu, kita bisa dapat omelan yang panjangnya 5 meter, huahahaha :p

Jadi tetanggaa.. gua hanya akan menikmati memandang kehijauan rumput di halaman rumahmu.. I'll try to tame down my enviness while looking at your greener grass.. karena who knows.. you might be looking at my grass with such envy eyes as well, huahahahaa..

Jadii.. daripada kita sama2 sirik2an khan mending kita saling mengagumi aja toh.. sambil boleh lah sesekali gantian ngundang minum teh or ngopi2 sambil makan kue kering, hihihihi :q

Topic ended : 25 Desember 2009 (10:07 am)

-Indah-
the soul traveller

We Are The Pieces of Puzzle

Gambar diambil dari :
http://www.fleetgpsconsulting.net/images/puzzle_20pieces_20resized.jpg


Gambar diambil dari :
http://www.wrapables.com/images/product/A54817.jpg



Topic starter : Kamis, 24 Desember 2009 (8:01 pm)

Khusus untuk postingan kali ini.. gua ngga bisa milih mana di antara 2 gambar di atas yang lebih gua suka and gua pikir2 kedua gambar tersebut berhubungan dengan topik yang akan gua tulis jadi gua putuskan untuk memuat kedua gambar tersebut.

Menarik yaa..

It's really really interesting kalo somehow maybe it's true that we've been "guided" to see things.

Rasanya belon lama gua melihat postingannya Eka di sini :

http://bukansesiapa.blogspot.com/2009/12/perselisihan-green-tea.html

Lalu membaca komentarnya G di sini :

http://my30s-world.blogspot.com/2009/12/maybe-were-just-different.html

And baru inget gua juga pernah nulis di sini :

http://welcome2wonderland.wordpress.com/2009/02/18/sama-vs-beda/

Yang membawa gua pada pemikiran tentang puzzle sesaat menjelang tidur :

"manusia itu menarik yaa.. Gua lagi mikir, mungkin kita memang diciptakan 'berbeda' satu sama lain supaya kita saling melengkapi dalam melihat suatu gambaran secara lebih 'utuh' *just like pieces of puzzle* ;)"

And somehow.. some things just make sense to me.

Selama ini kalo ngomongin tentang puzzle, gua selalu mengaitkannya dengan hati manusia yang mana hati manusia ibarat terdiri dari kepingan2 puzzle di mana tiap keping "melambangkan" orang2 yang pernah singgah dalam kehidupan kita yang mana ketika mereka pergi.. mereka membawa kepingan hati kita itu bersama dengan mereka yang mana kehadiran orang baru dalam hidup kita ngga akan pernah bisa menggantikan tempat the missing puzzle cause the piece will never fit!

Tapi semalam.. atau tadi pagi sebelon tertidur..

Gua melihat hal lain tentang kepingan puzzle ini..

Mungkin pandangan setiap dari kita akan sesuatu itu ibarat kepingan puzzle yang mana ketika hanya berdiri sendiri, mungkin ngga jelas juga sebenernya ini kepingan menggambarkan apaan seehh.. we will never be able to see the big picture.

Hanya dan hanya ketika kita menyatukan kepingan2 lainnya mengenai hal itu kita akan mendapatkan pemahaman yang "utuh" akan sesuatu.

Yang membawa gua kembali kepada pengertian yang gua tulis di atas.

Mungkin Tuhan memang menciptakan kita berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Dan seperti komentarnya G, kita semua itu sebenernya sama tapi beda, dan beda tapi sama.

And ini menarik.

Karena apa?

Kalo totally different maka kita akan merasa terasing satu dengan yang lain karena ngga akan ada yang mengerti kita.

And kalo totally sama maka bisa bayangin ngga sih how very boriiiing life would be?!

And itu mungkin perlunya untuk sometimes go the distance.. mencari tau pandangan yang berbeda.

Karena ibaratnya gini, kepingan puzzle yang kita punya itu adalah bagian dari gambar sebuah gunung and ketika kita hanya berkumpul dengan orang2 yang memiliki kepingan2 gambar gunung, kita mungkin mengira bahwa bumi ini hanya terdiri dari gunung.

Hanya dan hanya ketika kita bertemu dengan kepingan2 lainnya yang "berbeda" dari kita and ketika semua kepingan telah disatukan barulah kita menyadari bahwa selain gunung, ternyata masih ada lho yang namanya lautan, langit, bulan, bintang, hewan, tanaman, dan lain sebagainya.

Hmm..

Sebenernya kalo dipikir2 kehidupan manusia itu menarik yaa? ;)

Tahun ini tahun di mana badai paling banyak menerpa kehidupan gua secara pribadi and keluarga secara keseluruhan.

Saking seringnya ampe kadang udah ngga bisa nangis lagi pas lagi2 badai datang menyapa.

And saking seringnya mengalami masalah demi masalah demi masalah.. kadang gua "melarikan" diri dengan memposisikan diri gua as an outsider seakan2 masalah yang gua alami itu bukan sedang menimpa diri gua, melainkan orang lain.

Jadi ibaratnya gua sebagai penonton sedang menyaksikan episode masalah dalam kehidupan gua.

Menarik juga sih sebenernya di mana ketika "emosi" ngga terlibat and membelit diri dalam permasalahan yang sedang kita hadapi, kadang suka berasa lucu sendiri melihat permasalahan gua dari sudut pandang an outsider :p

Lucu dalam artiaann..

Please dhe, Indaahh.. hal githu aja dipikirin ampe segitunyaa, wakakakakak :p

Balik ke soal puzzlee..

Mungkin itu sebabnya secara ngga sadar gua selalu suka jawaban yang panjaaaaang akan suatu hal karena dari jawaban yang panjang itu lebih memungkinkan kita melihat suatu hal dari sisi yang berbeda yang pada akhirnya akan memperkaya sudut pandang gua dalam melihat suatu hal.

Hmm.. hmm..

Menarik juga betapa belakangan ini gua banyaaakk menemukan hal yang menarik tentang kehidupan ;)

Topic ended : 24 Desember 2009 (9:29 pm)

-Indah-
the soul traveller

Tuesday, December 22, 2009

Maybe We're Just Different!


 Gambar diambil dari :
http://farm1.static.flickr.com/3/3975200_b34337dacb.jpg

 Topic starter : Rabu, 23 Desember 2009 (10:55 am)

Gua kadang ngerasa ngeri sendiri betapa apa2 yang pernah gua pikirkan, apa2 yang gua percayai, perlahan tapi pasti mulai menampakkan "wujud" mereka ke hadapan gua.

Menarik sekaligus menakutkan, karenanya gua pikir bener juga kalo di tahun 2010 nanti, my personal "mission" adalah : controlling my thoughts (especially the negative ones!), and gua harus mulai dari sekarang belajar untuk mengendalikannya sebelon pikiran itu yang nantinya akan mengendalikan diri gua!

Gua pernah bilang khan kalo the way we are inside itu tercermin dari ucapan kita, ntah cara kita mengucapkannya ataupun dari isi ucapan kita itu sendiri, and juga in every little thing that we do yang sometimes we take for granted tapi in a way hal2 kecil itulah yang justru mengungkapkan lebih banyak tentang diri kita jauuhh melebihi yang kita sadari!

Gua baru nyadar sekarang.. well.. gua udah tau dari dulu kalo kita semua itu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sekedar tau kalo ngga dipikirkan lebih lanjut maka kita belon bener2 menyadarinya ;p

Sekedar tau itu ngga akan ada efeknya kalo ngga "menyentuh" kita secara personal karena kalo belon jadi something personal maka percaya dhe itu akan lebih gampang dilupakan, ahahahaha..

Naahh..

Contoh simplenya itu antara gua and Priscilla, my only sister.

In a way kita berdua itu bertolak belakang, and itu tercermin dari cara kita menyampul buku dengan sampul plastik, huahahaha..

See, menarik khan betapa dari cara menyampul buku kita bisa menyimpulkan sesuatu? :p

Jadi beginii..

Priscilla itu tipe yang rapii.. apa2 maunya serba teratur.

Gua inget bangets dulu pernah ngeliat dia nyampul buku tuh yaa.. busyett daahh.. tuh sampul plastik pake diukurin dulu pake penggaris lalu ditandain, digarisin githu and then digunting lalu disampulkan ke buku dengan hati and rapi pastinya.

Sementara gua?

Well.. dulu pas masa rajin2nya gua itu demen nyampulin buku2 and komik yang gua punya, tapi kalo harus nyampul dengan cara Priscilla mah, duhh.. makasih dhee.. bisa stress duluan ;p

Cara gua nyampul adalah gini..

Gua gelar tuh sampul plastik di ubin, nah, di ubin itu khan antara ubin yang satu ama ubin berikutnya ada garis2 githuu yang membentuk garis sejajar.. theree.. gua menggunakan garis2 di ubin itu sebagai "penggaris" gua, huahahahaha..

Of course hasilnya ngga serapi hasil sampulan Priscilla, but I kinda like it cause it's more practical and it's more fun karena kadang hasilnya bisa mencong2 ke sana sini, hihihi..

And dari situ and satu contoh lainnya yang lebih ribets kalo dijelasin, gua bisa menyimpulkan kalo gua itu tipenya ngga suka aturan baku.

I don't mind doing things anyone asks me to do.. but pleasee.. jangan paksa gua untuk pake aturan mereka dalam mengerjakannya.

Kalo mereka pengennya dengan cara mereka.. yaa.. silahkaaann kerjakan sendiri :p

Beneran dhee.. kalo diatur2 githuu gua ngerasa "terkurung" and sesak napas sendiri and it can drive me nuts, huhuhu..

And gua sebenernya lagi mikir2..

Sebenernya kita ngga perlu menjadi sama dengan orang lain karena ya itu, kita memang berbeda.

Tapii.. tetap penting untuk mengetahui orang lain itu tipenya seperti apa, supaya kita lebih bisa memahami ketika berhubungan dengan mereka.

Udah paham bukan berarti gesekan bakal hilang sama sekali, tentu ngga lha yauu.. karena "gesekan" itu bisa jadi menyoal sesuatu yang prinsipal and kalo udah githuu.. gua rasa ngga perlu berdebat juga tentang siapa yang paling benar.

If it's the right one for you.. then go ahead, silahkan pegang prinsip yang menurut elo penting ituu.. tapii.. harus diingat untuk tetap menghargai orang lain yang mungkin ngga menganggap penting prinsip yang elo pegang.

Karena we're different and we see things differently.

And it's not a matter of right or wrong, cause we're just different.

And again.. I'm not saying that my way is the rightest way in living life.. but yes it is the right and most suitable way for me!

As for your way? Well.. you have to find out about that yourself cause you're the one who's living your life, right?

Hmm..

Gua jadi bingung sebenernya gua pengen ngomongin apaan seeh, ahahahaha :p

Udahan aahh.. mo siap2 lunch :q

Topic ended : 23 Desember 2009 (11:17 am)

-Indah-
the soul traveller

Monday, December 21, 2009

Make Up : Flawlessly Beautiful


Gambar diambil dari :
http://www.splendicity.com/makeupminute/files/2008/01/make-up-5-minute.jpg


Topic starter : Senin, 21 Desember 2009 (10:39 pm)

Gua punya teman pas jaman kuliah dulu. Dia ini senang ngumpul sama beberapa orang temannya, mereka berempat hampir selalu terlihat bersama senantiasa.

Kita sebut saja namanya Cassandra (telenovela bangets ;p) atau biar ngetiknya ngga cape, dipersingkat aja dhe jadi Cassie, ahahaha..

Naahh.. di antara gerombolan teman2nya itu, somehow I liked Cassie the most, duhh.. dia itu yaa boo.. tampangnya kalem, keibuan terus ramah, pinter and baiik pula!

Tapii.. walau sekelas hampir sepanjang sekian tahun kuliah bersamaa.. interaksi antara gua and Cassie bisa dibilang minim bangets, huehehehe..

Selepas kuliah.. berlalu tanpa kesan, kecuali yang masih tertinggal adalah bahwa si Cassie ini tipe wanita idaman bangets dhe buat dijadikan istri, huehehehe, and sepertinya dia juga calon ibu yang baik untuk anak2nya kelak.

Ketemu di Friendster ternyata Cassie makin cakeps ajaa.. Dari Friendster pindah ke Facebook, ternyata dia udah menikah and tinggal di luar ngikut suaminya.

Makin cling aja boo.. huehehe.. and ternyata banyak juga teman2nya semasa sekolah dulu yang juga pangling dengan penampilan Cassie sekarang.

-paused : 21 Desember 2009 (11:27 pm)-

Topic continues : Selasa, 22 Desember 2009 (11:56 am)

And seperti biasa, gua pun "menikmati" gelaran foto2 si Cassie.. huehehe, emang bener yaa boo.. siapa seeh yang kaga suka ngeliat wajah cantik or ganteng?

Dinikmati ajalah hasil karya Tuhan yang membuat kita berdecak kagum ketika memandang wajah mereka, hihihi ^o^

Until one dayy.. ntah kenapa, ketika gua ngeliat fotonya, tiba2 terbersit dalam pikiran guaa..

"Hmm.. gimana yaa wajah Cassie tanpa make up?"

Soalnya.. ngga tau yaa, gua sih ngerasanya makin lama kok make up-nya makin tebel, huehehehe..

Temen gua udah beberapa waktu belakangan ini membebaskan dirinya dari make up, berhubung udah lumayan lama kejadiannya, gua udah ngga inget lagi dhe apa alasan dia melakukan hal yang bagi sebagian wanita terdengar ekstrim, ahahaha..

And sepertinyaa.. gua mo mulai mengikuti jejaknya aahh.. but I need to find my own reasons.

Make up.. sebenernya apa sih fungsi make up itu?

Buat gua, fungsi make up itu seharusnya mempercantik dari apa yang udah ada tanpa menghilangkan aslinya.

Jadi kalo ibaratkan dengan masakan, fungsi make up itu sebagai bumbu penyedap yang mengandung MSG itu lhoo, dan bukan sebagai garam :p

Gua lagi itu pernah denger or baca di mana githu yaa ada wanita yang kaga berani keluar rumahnya kalo sama sekali ngga pake make up, huaa.. kenapa bisa githu yaa?

Belakangan ini ntah kenapa gua ngerasa kalo gua perlu mengkonfrontasi diri gua sendiri.

I don't want to just believe in something, but I want to believe it for the "right" reasons, at least the right reasons for me.

I don't want to just believe in God, but I want to believe in Him for the right reasons.

Eehh.. balik ke soal itu lagi padahal lagi ngomongin make up, ahahaha..

Yukk aahh.. balik badan and kembali ke jalur make up.

Soal konfrontasi diri.

I need to make sure bahwa ketika gua menatap cermin tanpa sapuan make up apapun di wajah gua, I can still say that I'm beautiful and believe in those words I say.

I feel like I need to believe it by heart.

Gua pengen bisa meletakkan landasan kepercayaan diri gua di jalur yang benar.

Gua pengen bisa meletakkan my self-worth for the right reasons.

Tentu tentuu.. selalu menyenangkan untuk menerima pujian dari orang lain mengenai betapa cantiknya diri kita.

But with or without their compliments, gua harus tetap bisa ngerasa bahwa diri gua itu cantik.

With or without compliments.. gua harus tetap bisa mengatakan dan percaya bahwa diri gua ini berharga.

With or without compliments.. gua harus bisa mencintai diri gua sendiri.

And gua butuh untuk bisa merasakan dan mempercayai semuanya itu dari hati gua yang terdalam :)

Pasti udah sering denger khan peribahasa (atau apalah istilahnya, gua selalu kebingungan mencari kata yang tepat untuk kata2 mutiara ini, aahh.. itu dia katanya, kata2 mutiara, huehehe.. sebenernya arti "peribahasa" itu sendiri apaan sih and apaan aja yang bisa dikategorikan sebagai "peribahasa"? eehh.. lagi2 menyimpang.. balik ke topik :p) :

"You must love yourself first before you can love others."

Pertanyaannya sekarang adalah : apa sih yang dimaksud dengan mencintai diri sendiri itu?

Kalo ada yang menanyakan ke gua : do you love yourself, Indah?

Hmm.. terus terang gua belon bisa menjawabnya.. setidaknya belon bisa menjawab seperti jawaban "ideal" yang gua inginkan :p

Do I love myself?

Mm.. at times maybe I do.. but I still can't love myself completely and wholefully.

Walau gua ngga pernah tega untuk membenci diri gua sendiri, huahahaha :p

Karena apa?

Simply because diri gua itu satu2nya makhluk hidup yang selalu setia menemani gua selama 24 hours a day and 7 days a week tanpa pernah ngambil cuti sedetik pun!

Diri gua itu yang selalu ada untuk gua dalam segala susah dan senang and hanya diri gua yang tau persis apa yang gua alami and bagaimana perasaan gua menghadapi semuanya itu.

With such a loyal companion like that, I don't have a heart to say that I hate her!

Yes.. she might not be like what others define as "beauty" in this world.

Dan tentu sajaa dia punya banyak kekurangan di sana sini yang walau mungkin ngga terlihat di mata orang lain, tapii dirinya mengetahui pasti beberapa sisi kelemahannya.

But she has been so good.. soo good to me.. dia yang selalu menangis bersama dengan gua and tertawa ketika gua tertawa.

I just don't have a heart to hate her walau belon bisa sepenuhnya mencintai dirinya.

Kemaren ini pas gua baca tabloid Bintang (iya iyaa.. kadang gua masih baca tabloid gosip juga, wakakakakak :p), ada satu perkataan dari temannya si Maria.. mm.. gua lupa nama belakangnya siapa, tapi Maria yang istrinya Arnold yang nama belakangnya ribets, huehehee.. aktor film laga yang sekarang jadi gubernur di salah satu negara bagian Amerika :p

Gua udah pernah bilang khan (udaahh.. sering malaaahh!!) kalo gua sekarang percaya kalo ngga ada yang namanya kebetulan.. soo kalo ada perkataan yang menyentuh gua, kalo ada adegan film yang bikin gua ngerasain suatu emosii.. pasti ada alasan di balik semuanya itu.

Balik ke sahabatnya si Maria ituu..

Dia bilang gini ke Maria : (seperti yang gua pejeng di status FB gua beberapa hari lalu)

"When you're trying so hard to be the "right" Maria.. you're getting yourself so further away in being the "real" Maria! => aww.. I soo love those words! *isn't it true.. how sometimes we're too busy in keeping up with others' expectations so that we forget to stop and ask ourselves.. is this what we really want for us?"

And I finally understand perkataan yang bilang bahwa :

"I'd rather be hated for who I am than be loved for who I am not!"

Huahahaha.. ke mana ajee ya gua baru menyadari kebenaran kata2 itu :p

Well.. it's true.. walau kadang tetap ada bagian diri kita yang pengen diterima oleh orang lain apa adanya diri kita, akan ada saat di mana kita "terpaksa" membuang bagian diri kita hanya supaya diterima oleh orang lain.

But in the end.. kalo elo harus terus menerus menjadi seseorang yang bukan diri eloo.. akan tiba saatnya di mana elo ngerasa.. well, enough is enough.

I can't lie to myself anymore.

Karena mengingkari diri kita itu sama aja menghalangi diri kita untuk berbahagia.


By living up to people's expectations itu sama aja artinya kita menggantungkan nilai diri kita di orang lain.. yang mana nanti ketika mereka "menolak" kita, maka kita akan dapat hantaman 2 kali, satu dari mereka dan satunya lagi dari diri kita sendiri yang udah terlebih dahulu menolak diri kita.

Again.. bukan maksud gua untuk bilang bahwa kita sama sekali ngga perlu mendengarkan omongan orang lain.

Tapi buat gua.. penting untuk tetap punya tolak ukur sendiri akan segala sesuatu.

Tetap perlu untuk punya definisi sendiri akan segala sesuatu, terutama mengenai hal2 yang penting buat kita.

Karena apa?

Kita semua punya prioritas yang berbeda2 dalam memandang sesuatu.

And apa yang penting buat orang lain belum tentu adalah hal yang penting juga buat kita.

And ngga ada yang salah dengan perbedaan kepentingan itu, karena toh kita memang makhluk yang berbeda.

Buat gua ngga penting untuk menyamakan persepsi or gimana, yang lebih penting adalah bisa menghargai perbedaan yang ada, mau saling menjelaskan sudut pandang masing2 tanpa memaksakan bahwa pendapat kita itu yang paling benar!

Karena apa?

Disadari atau nggaa.. kita semua itu jelas berpendapat bahwa pendapat kita yang paling benar, huahahaha :p

Soo.. sayang aja hanya karena emosi, kita jadi ngga bisa mengajak orang lain untuk melihat dari sudut pandang kita, atau sebaliknya, karena gua percayaa.. everyone has their precious thoughts.. and tiap orang punya sudut pandang yang unik yang mungkin hanya dia yang memilikinya.

And isn't it interesting ketika elo diajak untuk melihat dari sudut pandang yang lain?

Siapa tau dengan melihat dari sudut pandang orang lain, pandangan elo akan sesuatu itu jadi meluas, and ngga terpaku hanya dari sudut pandang selama ini.

Kalo emang dirasa sudut pandang mereka ngga cocok ya udah.. ngga ada yang maksa juga untuk memakai sudut pandang mereka khan?

Andai dipaksa sekalipun, gua ngga yakin kita mau segitu sukarela-nya berubah, paling cuman iya2 manggut2 di depan mereka sambil mangkel dalam hati, huahahaha ;p

And seperti biasa.. dari ngomongin masalah make up kok akhirnya gua malah ngalor ngidul ke sana ke mari yaa?

Hmm..

Susah juga ternyata untuk fokus ke satu topik aja yaa, ahahahaha :p

But oh well..

In the end I always believe that this might be the journey I need to go through, to shape me to be a better me in years to come.

Ngga apa2 kalo orang lain bilang gua terlalu berlebihan dalam memandang make up :p

Karena mereka bukan gua and gua bukan mereka.

The sooner gua bisa menyadari hal itu, the better.

Karena we all have our own paths in this world..

Walau kadang yaa.. kerasa lonely juga sih kalo cuman jalan sendirian di jalur ini, huhuhu..

That is why I've found my other quest in life, which is finding my own soul companions, huehehehe..

Seperti yang pernah gua tulis di info page gua di FB :

"Maybe all those loneliness you might feel right now is just because you're in the wrong crowds :) *soo.. keep the faith in finding more soul companions*"

Being with someone yang sama sekali ngga berusaha mengerti akan diri elo itu bisa menimbulkan perasaan kesepian yang sama dengan being alone by yourself for too long.

Gua pernah nulis soal "soul companion" di sini :

http://www.facebook.com/note.php?note_id=165344677920

Baiklaahh.. sebelon gua ngelantur ke hal2 lainnya lebih baik gua sudahi aja postingan kali ini, wakakakakak :p

Happy Selasaa..

Topic ended : 22 Desember 2009 (2:01 pm)

-Indah-
the soul traveller