Thursday, May 26, 2011

Sunday Messages : BilurNya

Gambar diambil dari :
http://tracyboyd.org/blog/?p=542



Topic starter : Jumat, 1 April 2011 (4:54 pm)


Topic starter : Kamis, 26 Mei 2011 (12:39 pm)


Pertama2, kenapa juga 'topic starter'-nya ada sampe 2 kalii? Itu karenaa.. rupanya tanggal 1 April itu gua udah berniat menulis postingan ini tapii ntahlah, sampai saat ini gua masih ngga ngerti kenapa sebagian dari diri gua terus menahan gua untuk menuliskan ini.


Semuanya berawal dari 25 Maret 2011 (Jumat), atau sejak beberapa hari sebelon tanggal itu, tapi tanggal 25 Maret itu ibarat semacam 'konfirmasi' dari apa yang terjadi sebelonnya.


Karena ketika sesuatu terjadi hanya 1 kali, kita itu punya 'kecenderungan' untuk menganggapnya hanya sebagai 'kebetulan' belaka, iya khan? Tapi bagaimana jika kejadiannya itu 4-5 kali dalam sehari dan berulang2 hal yang sama terus menerus dalam hitungan jam?


Segitu bebalkah sampai2 masih ngga ngeh juga walau udah disodorkan berkali2 dalam jangka sedemikian dekatnya tapi ngga juga nyadar? :p


Jadi sebenernya gua ngomongin apaan sih? Ahahahaa..


Sebelon gua lanjutkan ceritanyaa, mari kita simak dulu lagu berikut ini..




~.*.~

"BilurNya"

BilurNya.. bilurNya..
Sungguh heran kuasaNya
BilurNya.. bilurNya..
Membawa kesembuhan
Asal percaya saja 
Semua sakit hilanglah
Oleh kuasa Tuhan tertolong

~.*.~




Nyokap gua itu udah berasa kaga enak badan mungkin dari sekitar bulan Februari 2011. Tapi kita yang pada awam soal penyakit, ngerasanya itu sakit biasa aja, karena gejalanya itu seperti masuk angin and lemes aja.


Napsu makan juga berkurang drastis, walau nyokap tetap maksain makan, walau kadang yang bisa masuk itu cuman bubur ama garam aja, tadinya masih bisa makan bubur yang dibeli di resto tapi belakangan nyium bau ayamnya aja berasa mual jadi akhirnya bikin bubur sendiri yang dibikinnya dari nasi yang udah matang terus diairin sampai nasinya jadi lembek and mirip2 bubur githu dhe, hanya dengan percikan garam buat nambah 'rasa'.


And nyokap yang dari dulu emang bisa dibilang anti dokter, tetap keukeuh kaga mau diperiksa, boro2 ke rumah sakit, manggil dokter yang masih itungan saudara aja juga kaga mau. And again, ngga tau kenapaa.. orang rumah itu kaga ada yang 'maksa' nyokap buat periksa supaya ketauan sakitnya sakit apa, mungkin karena ngeliat nyokap itu tetap tegar dan ceria..


.. walau makin lama tubuhnya itu terlihat semakin pucat.


Tapi nyokap ngga pernah mengeluhkan soal sakit apapun yang dirasakannya.. sampai akhirnya di hari Kamis, 24 Maret 2011, sore hari, setelah dari kamar mandi, tau2 nyokap berdiri menyandar pada dinding dalam perjalanan kembali ke tempat tidur sambil bilang minta dipanggilkan dokter karena nyokap ngerasa amat sangat lemas.


Permintaan nyokap itu campuran antara kemajuan maupun menandakan bahwa situasinya udah 'genting' karena kalo ngga terpaksa bangets, pastinya nyokap ngga mau sampai minta manggil dokter. Nah, ini sampai minta sendiri, artinya khan nyokap udah ngga tahan lagi dengan rasa sakitnya and udah sampai batas ketahanan yang sanggup ditanggungnya.


Padahal setelah melalui upaya bujuk rayu, rencana awalnya itu di hari Jumat atau Sabtu, nyokap udah setuju berobat ke sinshe, tapi karena udah berasa makin lemah, dan lagi mikir sama sinshe-nya khan ngga kenal jadi kalo mo ngomong juga susah kali ya, jadi nyokap minta diperiksa ama dokter yang masih masuk itungan saudara itu.


Tapi ternyataa.. dokternya menolak datang pas ditelpon pas Kamis malam itu karena dia bilang cape hari itu udah menangani banyak pasien, belon lagi dia harus persiapan untuk seminar keesokan paginya. Nyokap udah sampai minta, kalo dokternya ngga bisa ke sini, ya nyokap aja yang ke sana, tapi tetap ditolak. 


Ya udah, mau ngga mau terpaksa nunggu sampai hari Jumat pagi yang mana sang dokter berjanji sebelon berangkat seminar, dia akan mampir dulu ke sini untuk memeriksa kondisi nyokap.


Jumat pagi. Dokternya datang dan ngga butuh lama untuk memeriksa kondisi nyokap lalu berkata, "Pilihannya cuman 2, langsung masuk rumah sakit, atau transfusi darah di rumah."


Nyokap mencoba tawar menawar dan meminta waktu sampai sore sebelon memberi keputusan tapi dokternya bilang ngga ada banyak waktu lagi karena menilik dari kondisi nyokap yang pucat bangets, tranfusi darah itu harus segera dilakukan sebelon semuanya terlambat.


Setelah timang2 akhirnya nyokap menyetujui dan dokter langsung bergerak cepat mengambil sampel darah nyokap untuk diuji di laboratorium sekaligus ngasih formulir pembelian darah di PMI. Dan ngga lama kemudian perawat yang menjaga nyokap 24 jam sehari tiba dan dokter berpesan supaya nyokap tetap di ranjang aja, ngga boleh jalan2 dulu.


Infus dipasang dan transfusi darah pun dimulai. Selang itu masih terus terpasang selama kurang lebih seminggu berikutnya dan dalam sehari itu sekitar 3 kali nyokap disuntik dengan 3 macam 'obat' yang berbeda, ntah apa.


Okayy.. sekarang, apa kaitannya semua itu dengan lagu yang gua posting di atas?


Karenaa..


Beberapa hari sebelon tanggal 25 Maret ituu.. ntah kenapa ketika menatap nyokap tertidur, ketika gua mengelus wajahnya, terasa ada dorongan dalam hati gua untuk menyanyikan lagu itu ke nyokap. Dari sekian banyak lagu puji2an yang gua tau, lagi itu terus menerus bergema dalam diri gua, mendesak untuk dikeluarkan dan dinyanyikan untuk nyokap. Dan gua pun menyanyikannya untuk nyokap sambil mengusap2 kepala dan wajahnya.


Naahh.. lucunya yaa.. tanggal 25 Maret itu khan beberapa temen nyokap and saudara itu datang mengunjungi and mendoakan nyokap. Mereka datang itu dalam beberapa gelombang, ngga sekaligus jadi ada sekitar 4 sampai 5 kali kunjungan yang biasanya diakhiri dengan doa memohon kesembuhan. 


Masaa.. tiap yang mendoakan nyokap ituu.. menyanyikan lagu yang sama bo! Lagu seperti yang gua ketik di atas itu! Bahkan rombongan terakhir yang adalah ipar nyokap dan keluarganya, lagu yang dinyanyikan di awal sebelon doa sih emang beda tapii.. menjelang tutup doa.. tau2 mereka menyanyikan lagu "BilurNya"!


Mau ngga mau gua jadi bertanya2, ada apa dengan lagu ini karena gua rasa bukan 'kebetulan' apabila semua rombongan doa itu menyanyikan lagu yang sama, terlebih lagi, lagu itu sendiri udah muncul di hati gua beberapa hari sebelon kedatangan mereka.


Sampai sekarang, gua bahkan kaga tau arti kata "bilur", huehehe.. kebiasaan nih menyanyikan sebuah lagu tanpa mau bersusah payah untuk mengerti apa yang dinyanyikan! Ya iya kalo artinya bagus, kalo isinya malah penuh kutukan piyee, iya khan? :p


Tapi dari liriknya yang singkat, padat, dan penuh makna ituu.. I realized how words could be that powerful.


Asal percaya saja semua sakit hilanglah.. oleh kuasa Tuhan tertolong..


Percaya.. percaya dan yakini dengan iman bahwa Tuhan pasti akan menolong.. dalam segala keadaan, dalam setiap situasi, Tuhan tidak pernah tertidur. Dan seringkali Tuhan itu hanya sejauh doa.


Hanya saja yang juga perlu diterima adalah.. kadang jawaban Tuhan atas doa kita itu adalah 'tidak', dan walau seringkali sulit untuk mengamininya straight away.. in time we will learn to see.. bahwa segala rancanganNya adalah yang terbaik dalam hidup kita.


Melalui segala macam cobaan dan rintangan.. melalui beragam tawa dan airmata yang datang silih berganti.. selama kita masih ada dalam rencana kasihNya, maka kita tau bahwa kita ada dalam rencana yang pasti akan terwujud dan mendatangkan kebaikan bagi diri kita, walau untuk sampai ke sananya mungkin harus melalui beragam liku kehidupan.


Tuhan, terima kasih karena dua bulan telah berlalu sejak kondisi Mami yang parah menjelang akhir Maret kemaren ini, tolong ya, Tuhan.. beri kami kesempatan untuk bersama lebih lama lagi.. beri saya lebih banyak waktu untuk membuatnya bangga dan bahagia.. beri saya waktu untuk membalas segala yang telah dilakukannya sejak saya masih ada dalam kandungannya hingga saat ini.. 


Terima kasih atas anugerah terindah yang telah Engkau berikan buat saya dari sejak saya dilahirkan ke dunia ini.. saya tidak bisa meminta Mami yang lebih baik lagi dari yang telah Engkau berikan.. dengan segala kelebihan dan kekurangannya, saya sayang sekali sama Mami ya, Tuhan.. jadi, Tuhan, saya mohon.. perpanjanglah terus waktu kebersamaan kami di dunia ini.


Dalam segala kesesakannya, kiranya Engkau memberikannya kelegaan.
Dalam segala kesakitannya, kiranya Engkau memberikannya kesembuhan.
Dalam segala kelemahannya, kiranya Engkau memberikannya kekuatan.
Dalam segala kesedihannya, kiranya Engkau memberikannya penghiburan.
Dalam segala kesulitannya, kiranya Engkau memberikannya jalan keluar.


Karena bagi saya, hanya ada satu Mami di dunia ini ya, Tuhan, dan saya tidak mau menukarnya dengan apapun.


Saya tau dan menyadari bahwa seringkali dalam hidup ini apa yang terjadi belon tentu sesuai dengan apa yang saya inginkan ya, Tuhan.. dan hanya pertolongan dariMu yang akan memampukan saya melewati segala yang terjadi dalam hidup saya.


Asal percaya saja semua sakit hilanglah.. oleh kuasa Tuhan tertolong..


Topic ended : Kamis, 26 Mei 2011 (4:51 pm)


-Indah-

No comments:

Post a Comment