Showing posts with label kampung fiksi. Show all posts
Showing posts with label kampung fiksi. Show all posts

Saturday, January 1, 2011

Ehemm.. Another New Blog!

 Gambar diambil dari :
http://wap.davidkhoirul.com/narasel-doesnt-have-guestbook/


Topic starter : Sabtu, 1 Januari 2011 (9:16 pm)

Happy New Year!

Ahahaha.. sebenernya gua males bikin postingan yang berhubungan dengan "event" tertentu.

Emangnya kalo lagi permulaan tahun ini harus yaa ngebuat postingan blog yang berisikan resolusi tahun baru dan sejenisnyaa?

Teman gua pernah bertanya, "Kenapa kalo mau bikin resolusi itu harus nunggu Tahun Baru? Emangnya ngga bisa yaa mulai kapan aja?"

Yaa.. bisa aja sih sebenernya, ahahaha.. cuman ada satu yang kurang kalo mulai kapan aja itu, yaituu.. "momentum", huahahaha.. karena 1 Januari itu adalah waktu di mana banyaaak orang dari berbagai belahan dunia akan sama2 membuat suatu resolusi untuk tahun yang bersangkutan :p

Anywayy.. kenapa juga jadi ngomongin resolusi yaa, hihihi.. gua lagi mikir2 mo bikin postingan yang berkaitan dengan tahun baru apa ngga yaa?

Sutralahh.. itu urusan lain, karena sekarang ada yang pengen gua omongin :D

Pagi tadi gua memutuskan untuk (kembali) membuat blog baru (again).

Apaaa? Blog baruu? Again?!

Ahahahaha.. yup yupp yupp.. elo ngga salah baca kok karena dalam hitungan menit, blog itu udah langsung jadi dan siap digunakan dengan template minimalis seadanya, selain lebih praktis juga karena gua ngga bisa mendownload kode template di tempat yang menyediakan template gratisan, wakakakakk..

Jadii.. daripada nyusahin orang, mending marilah mulai berpuas diri menggunakan apa yang ada ;)

Terus blog baru itu untuk apa? Apa artinya gua akan meninggalkan blog yang satu ini lalu pindah mosting di sana?

Yaa, tentu sajaa.. TIDAK!

Huahahaha.. gua udah terlanjur cinta ama My30s ini and so far gua masih menikmati saat2 gua mengisi postingan di sini so belon ada niatan untuk sama sekali meninggalkan blog ini dan memulai postingan di tempat lain.

Lho? Jadi blog itu untuk apaa?

Ya sabar atuhh.. gua khan belon selesai ngomong, lagian situ sih sukanya nyamber aja, wakakakak..

Blog baru itu, yang btw gua kasih nama "Let's Have Some Fun in Writing Stories", adalah untuk memposting penggalan2 cerita demi memenuhi target di tahun 2011 di bulan Januari ini.

Target? Target apaan?

Begini lhoo..

Gua lupa tepatnya mulai kapan tapi Januari 2011 itu udah ditetapkan sebagai bulan untuk menulis 50 ribu kata.

Yupp.. ngga salah baca kok, memang lima puluh RIBU kata, wakakakak.. ngga kebayang dhe kalo kata2 sebanyak itu dikumpulkan dan bisa bersuara, akan jadi seberisik apaan yaa, ahahahaha :p

Untuk lebih jelasnya, mungkin bisa mampir ke sini nih : 50k in January 2011.

Sebenernya menjelang akhir tahun 2010 kemaren gua masih maju mundur antara pengen ikutan apa kaga, karena boo.. gua lagi pengap bangets akan yang namanya "berkomitmen", huahahaha..

Tapi dipikir2 lagee.. I have nothing to lose juga khan? Dan lagi ini mungkin latihan yang bagus buat konsistensi, area di mana gua amat sangat lemah, huehehehe..

Dan lagi syarat utamanya itu toh hanya 50 ribu kata khan? Ngga dibilang harus selesai dan tamat juga ceritanya? :p

Tetap ajaa.. dari tadi udah ditanya2 masiiih juga belon dijawab! Kenapa juga harus bikin blog baruu?

Well, gua memutuskan untuk memposting penggalan2 cerita gua itu di blog tersebut.

Kenapa ngga diposting aja di blog sini?

Yaa jelas ngga bisa donks aww.. blog ini, ntah kenapa gua lebih senang memposting di sini untuk sesuatu yang udah 'jadi', yang ketauan jelas awal dan akhirannya walau yaa masih ngalor ngidul juga sih, wakakakakak.. tapi setidaknya apa yang gua tulis ketika gua posting udah mempunyai akhirannya sendiri walau mungkin masih menyisakan pertanyaan lanjutan :p

Jadi lebih baik mempostingnya di blog yang berbeda tanpa mencampurbaurkannya di blog ini.

Yupp.. sekian laporan mengenai blog barunya, hahahaha.. mampir2 yaa ;)

*dan semoga gua bisa menyelesaikan 'komitmen' kali ini*

Happy 1st of January 2011, may this be a better year for each and everyone of us, yeaahh..

Topic ended : Sabtu, 1 Januari 2011 (9:50 pm)

-Indah-

Tuesday, December 14, 2010

Kampung Fiksi : Ketika Rindu Menyapa Pada Mereka Yang Telah Tiada

 Gambar diambil dari :
http://slusman.blogspot.com/2010_07_01_archive.html


Topic starter : Selasa, 14 Desember 2010 (7:03 pm)

Hidup di dunia ini hanyalah sementara.. itu kita udah tau.

Dan ketika berbicara bahwa setiap pertemuan pasti akan mengalami yang namanya perpisahan, itu juga bukan sebuah rahasia umum.

Namun tak urung ketika perpisahan itu datang dalam bentuk sebuah kematian yang mana kita ngga bisa lagi melihat sosoknya, ataupun mendengar suaranya atau sekedar menyentuh wajahnya.. perpisahan itu terkadang menimbulkan sebuah rasa sakit dan kekosongan dalam hati serta menerbitkan sebuah kerinduan untuk bisa kembali bercengkrama dengan mereka yang telah pergi meninggalkan dunia ini, untuk sekedar melihatnya, untuk sekedar mendengar gelak tawanya ataupun untuk sekedar mengetahui bahwa ia akan selalu ada dan siap mengulurkan tangannya kapanpun kita memerlukan pertolongannya.

Berbicara mengenai kematian.. di satu sisi gua cukup beruntung karena sampai saat ini gua belum mengalami kehilangan untuk selama2nya di lingkungan orang terdekat gua, dalam artian orangtua ataupun saudara2 sekandung.

Namun kematian itu sendiri beberapa kali menghampiri dalam bentuk kepergian Emak gua, lalu satu per satu kakak2nya nyokap gua pun pergi meninggalkan dunia ini.

Gua akui gua kehilangan mereka di masa2 yang mana at those times I was emotionally detached from any of them.. around those times I was somewhat numb as a result of my self-defense mechanism yang terlalu melindungi hati gua supaya ngga tersakiti dan saking berhasilnya gua ngga ngerasa dekat dengan siapapun secara emosional yang membuat gua ngga terlalu berasa kehilangan ketika mereka berlalu dari hidup gua.

But talking about regrets.. I have some, terutama kepada Oom gua.. cause I didn't got the chance to say I'm sorry of all the things I've done wrong to him.. ketika kepergiaannya begitu mendadak dan sama sekali ngga memberikan tanda2 apapun bahwa dia akan pergi untuk selamanya.

And now that he's gone for good.. at times I just couldn't help but wondering.. apakah hidup akan berbeda if he's still around? Somehow gua tau apa yang terjadi akan tetap terjadi dengan atau tanpa kehadirannya.. hanya aja.. he's been like our guardian angel, especially for my mom, yang tanpa ragu2 akan selalu datang membela dan menolong, bahkan tanpa diminta sekalipun.

Kerinduan gua pada Oom gua itu gua pikir lebih ke arah sana, karena kalo dibilang dekat yaa gua ngga dekat2 amat juga ama Oom gua itu..

But I miss him a lot, especially at times when the going gets tough and banyak hal terasa berjalan di luar kendali.. just couldn't help but secretly wish that he's still around somewhere and somehow, so that dia masih bisa datang kapanpun kita membutuhkannya.

And I feel bad about it at the same time, karena seakan2 gua menyalahkan Tuhan atas kepergiannya.. bukan.. bukan maksudnya seperti itu, Tuhan.. hanya saja, Tuhan, terkadang saya tetap tidak bisa mengenyahkan hal itu dari pikiran saja.

Will things ever be different kalau saja Oom masih ada? Apakah jalan hidup tiap dari kami akan berbeda? Akankah hal2 yang telah terjadi tidak jadi terjadi ataupun bila tetap terjadi tapi setidaknya tidak separah ini efeknya?

I know that he's in a better place right now.. and I can only hope that God will give each of us the strengths to go on until it's time for us to be together again in eternity with those who have gone before us..

Miss you all a lot, especially Emak and Oom.. are you watching us from up there?

Topic ended : Selasa, 14 Desember 2010 (7:37 pm)

-Indah-

Monday, December 13, 2010

Kampung Fiksi : Post Power Syndrome

 Gambar diambil dari :
http://www.kapanlagi.com/partner/blitzmegaplex/dorian_gray.html


Topic starter : Rabu, 8 Desember 2010 (5:21 pm)

Topic continues : Senin, 13 Desember 2010 (9:57 pm)

Tema "Kampung Fiksi" untuk minggu ini adalah mengenal post power syndrome.

Apakah yang dimaksud dengan post power syndrome itu sendiri?

Menurut artikel yang terdapat dalam blognya Novianto, post power syndrome adalah gejala yang terjadi di mana penderita hidup dalam bayang2 kebesaran masa lalunya.

Kalo dari beberapa 'fiksi' yang gua baca sehubungan dengan topik ini, kebanyakan itu pada ngga bisa 'nerima' ketika udah lengser dari kedudukan yang dulunya memberikan banyak kemudahan serta penghormatan pada dirinya.

Kalo kesan gua pribadi yaa, terlepas dari segala teori yang ada, orang yang kena post power syndrome ini tuh kesannya adalah tipe yang gila hormat, wakakakak..

Atau lebih tepatnya orang yang menikmati ketika orang lain itu pada nunduk2 and memberi penghormatan (yang kadang terlalu berlebihan) pada dirinya hanya karena 'memandang' jabatan yang dia pegang, belon tentu karena kepribadian orang itu sendiri lho yaa..

Jadi ketika dia turun dari jabatannya, otomatis orang yang pada dasarnya ngga respect ke dia yaa ngga lagi memberikan 'penghormatan' pada dirinya jadilah dia ngerasa ada yang kurang githu lhoo..

Karena menurut gua kalo emang secara pribadi orang yang bersangkutan itu emang punya wibawa and orang menaruh hormat padanya bukan hanya karena kedudukannya, walau dia udah ngga lagi menjabat posisi 'penting' sekalipun, orang akan tetap hormat kepada dia.

Jadi apa bisa dibilang orang yang kena post power syndrome adalah orang yang crave for attention? Bisa jadi.. walau untuk lebih yakinnya sih mending cari artikel2 yang berhubungan ama hal ini dhe, huehehehe.. gua khan hanya demen menyimpulkan tanpa berlandaskan teori :p

Oh iyaa.. menariknya lagi dari fiksi tentang post power syndrome, huehehee.. kenapa yaa.. kok kaum wanita yang pada terkena sindrom ini yaa padahal yang menjabat itu lakinya, ahahaha..

Jadi mikir.. pernah denger ngga sih soal "di balik pria hebat itu pasti ada wanita hebat" sementaraa.. di balik wanita hebat itu belon tentu ada pria hebat yang menyokongnya, hmm hmm..

Apa itu artinyaa.. wanita itu sebenernya yang lebih mudah jatuh dalam kehausan akan kekuasaan? :p

Udah rahasia umum khan kalo kaum pria itu 'jatuh'-nya di wanita, ahahaha.. gua jadi mikir.. jangan2 wanita itu sebenernya yang lebih ambisius dibandingin kaum pria yaa?

Hmm hmm..

Okee dokee.. sebenernya gua rada blebep ama topik yang satu inii.. jadi marilah kita sudahi sampai di sini ajaa, ahahaha..

Ciaoo..

Topic ended : Senin, 13 Desember 2010 (10:15 pm)

-Indah-

Monday, November 29, 2010

Kampung Fiksi : Jika Aku (Lelaki)

 Gambar diambil dari :
http://cheryboom.blog.friendster.com/


Topic starter : Senin, 29 November 2010 (9:57 pm)

Jika aku seorang lelaki, aku akan memperlakukan wanitaku dengan penuh hormat dan kelembutan. Bagaimana mungkin aku bisa memperlakukan wanitaku dengan kasar karena wanitaku mengingatkanku pada ibuku yang telah mempertaruhkan nyawa demi melahirkanku.

Bukan berarti aku dan wanitaku tidak akan pernah bertengkar tetapi betapapun hebatnya adu kata di antara kami, aku tidak akan pernah melayangkan tanganku untuk membungkam kata-kata pedas yang keluar dari mulut mungilnya, ataupun mendaratkan pukulan di sekujur tubuh wanitaku yang akan biru lebam keesokan harinya dan membuatnya harus mencari beribu macam alasan untuk menutupi kelakuan burukku. Tanganku hanya akan aku gunakan untuk membelai dan memeluk wanitaku serta menggunakan jari jemariku untuk memijatnya di kala lelah.

Jika aku seorang lelaki, aku tidak akan memperlakukan wanita yang kupanggil sebagai istriku bagaikan budak belian yang bebas kuperlakukan dengan semena-mena hanya karena wanitaku tidak mau melakukan apa yang kuperintahkan kepadanya.

Tetapi aku akan memberikan pengertian sebesar-besarnya kepada wanitaku dan belajar mendengarkan apa yang menjadi keinginannya bukannya terus menerus hanya memaksakan keinginanku.

Jika aku seorang lelaki, bila aku membuat airmata jatuh dari mata wanitaku, aku tidak akan segan-segan meminta maaf dan bukan malah menghardiknya dengan kata-kata kasar untuk menutupi kejengahanku ketika menyadari bahwa aku memang salah dan wanitaku berkata benar. Wanitaku akan menjadi separuh jiwaku yang mana bila aku menyakiti dirinya berarti aku juga menyakiti diriku sendiri.

Jika aku seorang lelaki, janji setia yang kuucapkan kepada wanitaku akan aku pegang teguh di manapun aku, bukan hanya ketika aku sedang ada dalam pengawasan mata elangnya yang seringkali menangkap kejanggalan dari perubahan tingkah lakuku. Apa yang keluar dari mulutku harus dapat aku pertanggungjawabkan kepada wanitaku dan bukan hanya sekedar menjadi janji kosong belaka.

Jika aku seorang lelaki, bukan lilin, coklat ataupun mawar merah yang kujadikan lambang cintaku kepada wanitaku. Tetapi ketika wanitaku menatap ke dalam mataku, di sanalah dia bisa melihat sebuah cinta yang tidak akan pernah luntur oleh waktu, cinta yang telah teruji melalui berbagai macam badai kehidupan yang menerpa kehidupan antara aku dan wanitaku, cinta yang tidak hanya sekedar berbalutkan kata-kata semanis madu namun pada kenyataannya mengandung racun yang mencelakakan wanitaku.

Namun cintaku pada wanitaku adalah cinta yang sejalan antara kata yang berhamburan dari mulutku selaras dengan kelakuan dan perlakuanku pada wanitaku, wanita yang kebahagiaannya adalah kebahagiaanku sehingga aku akan mengupayakan yang terbaik untuk memastikan bahwa wanitaku berbahagia selama menjalani hidup bersamaku.

~.*.~

Sebutir airmata jatuh ke permukaan kertas yang sedari tadi dipenuhi goresan tinta yang dengan jelas menunjukkan pergolakan emosi dari sang penulis yang dengan kasar langsung menghapus airmata itu dari pipinya dan menahan butiran selanjutnya agar tidak turun menyusul kemudian.

~.*.~

Tetapi apa daya aku terlahir sebagai seorang wanita yang kadang hanya bisa menerima semua perlakuan dari lelaki yang telah mengikatku dengan janji sehidup semati tidak hanya di hadapan orangtua, sahabat dan kerabat tapi yang terlebih adalah di hadapan Sang Pencipta.

Tetapi aku.. aku berjanji apabila aku terlahir kembali dan di kehidupan berikutnya aku terlahir sebagai seorang lelaki, aku tidak akan memperlakukan wanitaku bagaikan barang tidak berharga.

Karena di satu masa dalam kehidupanku, aku terlahir sebagai wanita yang diperlakukan bagai sampah oleh orang terdekat yang bersamanya aku akan menghabiskan sisa hidupku.

Namun aku tau aku berharga.

Ya.. aku berharga..

~.*.~

Sambil komat kamit mengulang kalimat terakhir itu terus menerus untuk meyakinkan dirinya sendiri, sang penulis menutup diarinya dan menyimpannya di bawah ranjang supaya suaminya tidak akan menemukannya.

Topic ended : Senin, 29 November 2010 (10:44 pm)

-Indah-