Friday, April 1, 2011

A Breath of The Past

 Gambar diambil dari :
http://sophiaali.blogspot.com/2009/09/walking-down-memory-lane.html


Topic starter : Jumat, 1 April 2011 (1:53 pm)

Di KF lagi ngomongin soal "aroma" yang mengingatkan gua akan apa yang gua alami beberapa bulan silam.

Waktu itu lagi berkunjung ke rumah sepupu gua, udah lama bangets ngga ke sana, and sepupu gua sendiri juga paling nginep di rumahnya itu pas akhir pekan doank sementara di hari2 biasa, dia nginep di rumah sepupunya yang lain, huehehehe..

Ketika memasuki gerbang rumahnya, sekilas liat ngga terlalu banyak yang berubah. Namun ntah kenapa sore itu gua serasa diajak kembali ke masa lalu.

Ketika gua menutup mata dan menghirup udara dalam-dalam, I could almost smell the past. Jalan setapak yang dulunya berupa tanah yang kalo ujan dapat dipastikan akan becek, kini udah disemen. Kanan kiri jalan setapak yang dulunya dipenuhi kembang sepatu, kini telah bebas dari tanaman dan menjadi dingin dan gersang.

Ada aroma kenangan yang kental di sana karena ketika gua memejamkan mata, I could almost see my uncle was all over the place. Melihat dia sedang duduk di kursi depan sambil memandang jalanan depan rumah. Melihat dia ada di ruang tamu dengan kacamatanya yang setengah turun ketika membaca koran. Melihat dia ada di ruang makan. Melihat dia ada di depan televisi.

Melihat dia.. di mana2.

Ada aroma kenangan yang kental ketika berada di rumah sepupu gua kala itu. Menghirup udara belasan tahun silam sambil membiarkan diri terseret ke masa lalu, masa di mana my uncle was still around.

Mengenang sosoknya. Mengenang tawanya. Mengenang candanya. Mengenang betapa banyaknya "what if?" yang gua ajukan sejak kepergiannya. Mengenang betapa banyaknya peristiwa yang telah terajut dan terjalin menjadi satu dengan dia menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalamnya.

Mengenang perjalan menyusuri Jawa-Bali by land. Mengenang ketika dia menjemput gua pas gua lagi keseleo. Mengenang betapa dia selalu ada di sana sini dan selalu siap menawarkan bantuan, bahkan tanpa diminta.

Udara sore itu mengandung aroma kenangan yang kental. Aroma keberadaan Oom gua semasa hidupnya. Dan walau belasan tahun telah berlalu sejak dia tidak lagi berbagi udara yang sama dengan kami yang ditinggalkan, kenangan tentang dirinya masih tetap ada dan hidup dalam hati tiap orang yang mengenalnya.

I want to remember you with smiles on my face, Oom.. namun ntah mengapa, tiap kali mengenangmu.. airmata selalu jatuh tanpa bisa dibendung.

Dan sosoknya pun perlahan menghilang ketika gua kembali membuka mata. Hanya menyisakan suatu aroma, aroma kenangan yang kental, dan aroma itu terasa manis untuk dikecap dan menyisakan kerinduan yang mendalam.

Topic ended : Jumat, 1 April 2011 (3:05 pm)

-Indah-

No comments:

Post a Comment