Monday, October 11, 2010

Getting More Pieces

 Gambar diambil dari :
http://www.learnwithmasc.org/testimonials.php


Topic starter : Senin, 11 Oktober 2010 (1:30 pm)

Hmm.. lucu juga betapa beberapa hari belakangan ini gua makin mendapatkan 'kepingan' yang makin menyempurnakan potongan gambar yang selama ini udah mengawang2 di udara dan beberapa dari mereka udah gua ikat dan simpulkan namun ternyata 'kepingan' berikutnya ini membuat belokan ke arah yang ngga terduga!

Yang memicu gua untuk kembali pada postingan tentang "History Will Repeat Itself" yang gua tulis di bulan Januari lalu adalah setelah membaca fiksinya Winda di Kompasiana yang berjudul "Anak Perempuan Ibu".

Awalnya sih gua cuman iseng aja komen di link yang dipejeng Winda di FB-nya, baru berjam2 kemudian, inti dari cerita yang ditulis Winda itu finally clicked on me yang bercampur baur dengan informasi lain yang terlebih dulu telah gua dapatkan, akhirnya gua mendapatkan kesimpulan yang baru, ahahahaha..

*kesimpulan yang sebenarnya didapatkan melalui perjalanan pahit yang harus dilalui seseorang yang gua hanya bisa mengamati dari kejauhan tanpa bisa membantu apapun selain memberikan komentar yang bersebrangan dengan yang ingin dia dengar :p*

Kesimpulan yang pertama adalah.. Untuk mencegah pengulangan 'sejarah', hal pertama yang harus dimiliki itu adalah menyadari ada sesuatu yang salah, itu poin pertama yang harus ada, karena tanpa menyadari ada yang 'salah' maka keinginan untuk merubah sesuatu ituu.. hampir dapat dipastikan ngga ada, ahahaha.. 

Karena mo diakui atau ngga, most of us itu pasti ngerasa 'nyaman' di titik di mana segala sesuatunya terasa baik2 aja khan? Kalo segalanya udah baik, kenapa juga harus berubah? Emang sih terbuka kemungkinan untuk menjadi lebih baik lagee.. tapii, ngga bisa menutup mata juga khan bahwa things might get worse?

Kesimpulan yang kedua adalahh.. ngga cukup hanya menyadari ada yang salah tanpa berbuat sesuatu! Karena perubahan baru terasa "nyata" setelah ada tindakan yang menyertai kesadaran itu, hihihi..

Naahh.. tadinya gua pikir cukup hanya sampai di situ ajaa.. "perubahan" hanya memerlukan kesadaran dan tindakan!

Ternyataa.. itu masih belon cukup euyy..

Setidaknya dari apa yang gua tangkap dari cerpennya Winda ditambah dengan pengalaman seseorang yang gua simpulkan..

Kita ngga bisa secara membabi buta melakukan sesuatu secara berlawanan dengan apa yang selama ini kita terima dan kita pikir "salah" tanpa pertimbangan sama sekali tentang siapa yang sedang kita hadapi!

Yaa.. itu yang gua pelajari saat ini.. karena tiap orang itu berbeda dan mempunyai kepribadian yang berbeda pula jadi ngga bisa main menyamaratakan memperlakukan mereka secara sama!

Karena dari "kasus" orang yang lumayan dekat ama gua, gua ngeliatnya and gua juga pernah dengar dia berkata bahwa dia melihat apa yang "salah" karenanya dia melakukan kebalikan dari apa yang dia liat "salah" tanpa menyadari bahwa dia sebenarnya masih terjebak dalam pola yang sama!

Mungkin kalo diibaratkan itu dengan tikus yang main2 di apa ya namanya? Yang mirips bianglala itu lhoo.. yang tikusnya berlari2 di sana terus lingkaran itu berputar.. naahh.. kalo tuh tikus hanya "berlari" berlawanan arah dari arah larinya dia selama inii.. sebenernya khan dia masih ada "terjebak" dalam "kurungan" yang sama khan? Tapi dia ngga nyadar karena dia pikir khan dia udah balik badan dan melangkah ke arah yang berbeda tanpa menyadari bahwa walau udah berbalik arah sebenarnya dia masih jalan di tempat aja, huahahahaha..

*ini tawa ironis.com ;p*

Jadi yang musti "tikus" itu lakukan kalo emang ingin terlepas dari "kurungan" roda berputar itu adalahh.. step off dari "kurungan" ituu.. dan melangkahlah.. (kalo dalam kasus tikus sih paling dia akan membentur kaca, wakakakak :p).

Hmm.. menarik!

Gua bisa melihat bahwa gua sekarang ini gua either cuman berhenti or memperlambat langkah ataupun berbalik badan menuju arah yang berlawanan.. padahal yang seharusnya gua lakukan adalah menyingkir dari jalan tersebut dan mencoba jalan baru yang belon pernah dilalui oleh orang2 terdekat gua selama ini.

Karena bukanlah udah terkenal bangets "banyak jalan menuju Roma"? Nahh.. karenanya gua juga percaya ada banyak jalan menuju kebahagiaan.. and I don't have to take the same paths like those who have gone before me.. Lagian toh ngga ada jalan yang benar2 "baru" karena kata Raja Salomo khan "there's nothing new under the sun" ;)

Jalanannya emang boleh baru dibikin and diaspal tapi ya tetap aja sebelonnya udah ada yang pernah lewat di sana, huehehehe..

Aahh.. senangnya kembali mendapatkan 'pelajaran' di hari ini..

Topic ended : Senin, 11 Oktober 2010 (3:18 pm)

-Indah-
a wonderer soul

No comments:

Post a Comment