Friday, October 8, 2010

Kembali Tentang Take For Granted

 Gambar diambil dari :
http://www.myspace.com/baish74


Topic starter : Jumat, 8 Oktober 2010 (8:33 pm)

Huaa.. menyebalkan! Kadang itu emang amat sangat menyebabkan sekali jadi orang yang mood-nya itu gampang bangets dijungkirbalikkan hanya dalam hitungan menit githu, huhuhu..

Padahal hari ini tuh harinya happy go lucky and I had fun with my sister tapii.. emang kadang internet ini bisa men-switch emotions, grr.. padahal mustinya apa yang "nyata" and di depan mata itu lebih penting daripada apa yang cuman bisa diliat di layar kompie aja yaa?!

Kenapa sihh gua menganggap penting? Kenapa gua ngga bisa let it go? Kenapa gua ngga bisa nyuekin hal itu ajaa?

Kenapa dia harus jadi seseorang yang 'penting' buat gua?

Sekarang akhirnya gua mengerti kenapa bisa ada quotes yang bunyinya seperti ini..

"Never let someone be your priority while you're just an option in their life!" (unknown)

Masalahnyaa.. kalo elo bisa sedemikian gampangnya mengatur hati elo, tentunya ngga akan ada istilah patah hati donks aww..

Kalo elo make someone your priority hanya karena dia terlebih dulu memprioritaskan elo, heyy.. apa kabar dengan unconditional love? Yang seharusnya itu melakukan sesuatu tanpa mengharapkan pamrih?

Walau sebenernya dipikir2 lagee.. amat sangat susaaaaah bangets untuk dipraktekkan yaa? Karena deep within our souls.. pasti menyimpan sebuah harapan bahwa the other person can at least appreciate your attention, bukan begitu?

Take for granted..

Ketika seseorang menjadi "too available" for us, biasanya kita akan mulai menyepelekan keberadaannya dan lupa untuk mensyukuri betapa selama ini dalam segala macam ups and downs yang kita alami, dia itu hampir selalu ada bersama dengan kita dan memberikan dukungan di kala kita sedang down.

And gua tau gua ngga cukup kuat untuk pretend that I'm okay di hadapan orang tersebut karenanya seringkali gua lebih memilih untuk menjauh dan sama sekali ngga usah tau ada apa dengannya daripada terus menerus menyakiti gua while at the same time gua selalu berusaha mengatakan ke diri gua sendiri, kenapa juga gua harus sakit hati akan perbuatannya itu?

Kadang menjadi orang yang suka bertanya balik ke diri sendiri sebelon mengajukan komplain ke seseorang itu menyebalkan juga, ahahaha..

Karena di satu sisi gua juga ngertii.. mungkin aja selama ini gua juga udah sering take someone for granted baik secara sadar maupun ngga, baik gua sengaja maupun ngga!

Sementara di sisi laiinn.. just can't help it but being sad ketika menyadari bahwa ternyata dia tuh take me for granted, huhuhu..

Di saat gua belon bisa menata hati gua, sebuah tawaran datang menghampiri, sebuah tawaran yang bisa mewujudkan salah satu dari mimpi gua yang kalo diusahain sendiri ituu mungkin ngga dalam waktu dekat ini bisa terwujud :p

Tapi masalahnyaa.. ya itu tadii.. I can't pretend.. and gua ngga bisa tertawa2 as if everything is okay between me and the other person while I don't think it's okay at all..

Ntahlah dari pihaknya tapi setidaknya things are not okay dari pihak gua, karena sejak beberapa bulan lalu ngga tau dhe, gua ngerasa jadi pihak yang "tersisihkan" sementara dia jadi lebih asyik dengan orang yang baru dikenalnya. Dan somehow gua jadi ngerasa kalo dia seolah2 menganggap gua itu 'ngga ada'..

Gua jadi teringat soal "jembatan".. Aahh, jembatan, andai elo bisa ngomong, apa yang ingin elo sampaikan kepada kedua belah pihak yang asyik bercakap2 sambil berdiri di atasmu sementara mereka sama sekali melupakan keberadaan dirimu itu?

Kenapa juga mereka ngga ngobrol di tempat yang jauuuuuuuuuh dari elo githu supaya elo ngga bisa melihat ataupun mendengar apa yang mereka perbincangkan?!

Apakah yang engkau rasakan, wahai jembatan? Apakah saking terbiasanya merasakan sakit itu engkau akhirnya merasa kebas dan tidak lagi merasakan sakit melihat mereka berbagi canda dan tawa tanpa mempedulikan dirimu?

And I just can't help but asking myself again and again.. apakah gua akan kembali "menyabotase" kemungkinan terwujudnya mimpi gua hanya karena masalah perasaan belaka?!

Tapi gua ngga bisa mengesampingkan perasaan hanya demi nama mimpi?!

Tuhan, saya bingung.. kenapa saya ngga bisa mengenyahkan rasa itu? Padahal saya tau saya mungkin melakukan hal yang sama terhadapnya.. tapi kenapa saya tetap saja merasa sedih ketika mengalami hal tersebut?

Tuhan, ke arah mana sebenarnya Engkau sedang menggiring saya? Apakah tawaran ini adalah distraksi dari jalan yang seharusnya saya tempuh? Ataukah justru ini adalah jalan yang Engkau bukakan untuk saya? Sebuah pintu yang akhirnya terbuka setelah pintu2 lain sekian lama tertutup?

Tuhan.. bagaimana caranya untuk mengetahui dan mendengar jawaban dariMu? Di satu sisi ntah kenapa saya merasa bukan ini "jalan" untuk saya, setidaknya untuk tahun ini.. tapi di sisi lain, perasaan saya itu seringkali salah, huhuhu..

Tuhan, apa jawabMu? Karena saya masih amat sangat dipengaruhi oleh perasaan ketika mengerjakan sesuatu maka dengan perasaan yang masih kacau balau begini, bagaimana mungkin saya melakukannya?

Apa yang sebenarnya harus saya nantikan saat ini, Tuhan? Bagaimana cara mengenalinya ketika hal itu tiba di hadapan saya? Akankah saya tau bahwa hal itulah yang saya nantikan selama ini? Bagaimana cara mengetahuinya, Tuhan?

Mana yang sebenarnya merupakan bongkahan, mana yang hanya sebagai serpihan belaka, Tuhan? Bisakah mereka bertukar posisi seiring dengan berlalunya waktu? Apakah penting dan ngga penting itu dapat berubah ketika waktu menggodok segalanya?

Apakah hanya Engkau ya, Tuhan, yang posisinya tidak pernah berubah dan harus menjadi yang pertama dan terutama di atas segalanya sementara yang lain2nya itu dapat berubah2 posisinya?

Tuhan, saya bingung. Saya sedih, bingung, dan ntah perasaan apalagi yang bercampur aduk di dalam hati saya saat ini :(

Tuhan, tolong berikan saya petunjuk dan kepekaan untuk mengenali petunjuk2Mu serta pengertian supaya saya tidak salah mengartikannya..

Tuhan, please?

Topic ended : Jumat, 8 Oktober 2010 (9:22 pm)

-Indah-
a wonderer soul

No comments:

Post a Comment